Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Opini » 8 Tahun Terbaring Sakit, Mari Kita Kembalikan Binar Bahagia di Mata Trisno Aji Putra

8 Tahun Terbaring Sakit, Mari Kita Kembalikan Binar Bahagia di Mata Trisno Aji Putra

  • account_circle Ady Indra Pawennari
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Entah karena dorongan apa, pagi itu tiba-tiba saja muncul keinginan kuat di hati saya untuk ngopi dan sarapan bersama para wartawan senior. Mereka adalah para sahabat, saksi hidup yang pernah bersama-sama merasakan teriknya matahari demi memburu berita di lapangan.

Jarum jam di dinding kamar tidur menunjukkan pukul 07.55 WIB. Waktu yang biasanya masih saya manfaatkan untuk meregangkan otot di jogging track, kali ini saya ganti dengan menggenggam gawai.

Orang pertama yang saya hubungi via WhatsApp adalah Ridarman Bay, wartawan senior yang memulai karier jurnalistiknya di Riau Pos sejak tahun 1994. Selanjutnya, pesan yang sama saya kirimkan kepada Amril Agin, Suyono Saeran, dan Ambo Akok.

“Ngopi di KJK ya,” tulis saya singkat.

Hangatnya kebersamaan langsung menyambut. Amril dan Ambo Akok ternyata tiba lebih dulu di Kopitiam Aroma, tempat biasa kami melabuhkan penat dan bertukar cerita. Tak lama kemudian, Ridarman Bay dan Suyono Saeran menyusul.

Di tengah riuhnya diskusi tentang masa depan pers Indonesia—khususnya di Kepulauan Riau—sebuah kalimat tiba-tiba terlontar dari mulut Ridarman. Celetukan ringkas, namun seketika meruntuhkan keceriaan di meja kami. Ia berkisah tentang nasib seorang teman seprofesi, yang sudah delapan tahun ini terbaring tak berdaya di rumahnya.

Seketika itu juga, rasa kopi hangat yang sedang saya hirup berubah menjadi hambar. Ada rasa kemanusiaan yang mendadak membuncah, menyayat hati. Membayangkan betapa sunyi dan beratnya hari-hari yang harus dilewati oleh sahabat kami itu dalam delapan tahun terakhir.

Ia adalah Trisno Aji Putra. Mantan wartawan Tribun Batam. Meski kami berbeda generasi, saya adalah salah satu orang yang mengagumi ketajaman tulisan dan dedikasi Aji semasa ia aktif di ruang redaksi.

Tanpa banyak pertimbangan, saya langsung memberi komando, “Ayo, kita kunjungi Aji sekarang. Nanti kalau dijadwalkan malah susah nyari waktunya.”

Namun, langkah kami sempat tertahan. Di antara kami berlima, ternyata tidak ada yang tahu persis di mana Aji tinggal sekarang. Saya mencoba memutar memori, mencari tahu siapa sahabat paling karib Aji semasa sehat.

Amril dengan cepat menyebut satu nama: Nikolas Panama, pemilik ulasan.co yang akrab kami sapa Niko. Tanpa membuang waktu, saya menelepon Niko untuk meminta alamat lengkap.

Berbekal petunjuk darinya, roda kendaraan kami akhirnya bergerak menelusuri jalan, hingga terhenti di sebuah rumah sederhana di ujung lorong buntu, Jalan Soekarno-Hatta, tepat di samping Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

Rumah di ujung lorong buntu itu menjadi saksi bisu sebuah perjuangan panjang. Delapan tahun lalu, sebuah kecelakaan lalu lintas tragis di Jalan Suka Berenang—tepat di depan Kedai Kopi Belete, Tanjungpinang—mengubah total garis hidup Aji.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Benturan keras itu sempat merenggut ingatan Aji sepenuhnya. Ia sempat tidak mengenali siapa pun, tidak bisa berbicara, dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya.

Rentetan operasi besar di kepala harus ia jalani, berpindah-pindah dari rumah sakit dalam negeri hingga ke luar negeri. Tentu dengan biaya yang tak sedikit. Menguras seluruh tabungan yang masih tersisa.

Saat kami melangkah masuk ke kamarnya, dada saya bergemuruh. Aji sudah duduk di atas tempat tidurnya di sana. Kaki dan tangan kanannya memang belum bisa digerakkan, namun mukjizat perlahan menyapa hatinya; ingatannya terhadap sahabat lama mulai kembali.

Tatap matanya seketika berbinar saat melihat kami masuk. Ada binar kerinduan dan keharuan yang tak bisa disembunyikan dari sepasang matanya.

“Masih ingat ini, Ady Pawennari?” tanya Suyono lembut, memulai percakapan sembari saya menyalami tangan kirinya yang masih bisa bergerak. Tangan kanannya yang kaku tetap terkulai pasrah.

“Ingat… Ingat… Alhamdulillah…” kata Aji terbata-bata. Air muka wajahnya berubah teduh. Satu per satu nama sahabat yang menyalaminya ia sebut dengan sisa-sisa daya yang dimilikinya.

Melihat pemandangan itu, pertahanan ego saya runtuh. Rasa iba dan haru membuncah hebat di dalam dada. Delapan tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk berteman dengan rasa sakit menahun dan keterbatasan.

Namun di balik kerapuhan fisik Aji, saya melihat secercah cahaya yang luar biasa. Cahaya itu berasal dari ketulusan sang istri dan keluarganya. Mereka adalah pilar-pilar kokoh yang tidak pernah lelah mengalirkan doa, merawat dengan cinta, dan memberi Aji semangat untuk terus bertahan hidup setiap harinya.

Perjuangan keluarga ini kian berat, karena di saat yang sama, dua anak Aji kini tengah menuntut ilmu di Pondok Pesantren di Yogyakarta dan Solo, Jawa Tengah. Mereka adalah masa depan Aji, anak-anak yang kelak diharapkan mampu mengangkat kembali martabat keluarga ini.

Aji telah memberikan tahun-tahun terbaik dalam hidupnya untuk menyuarakan kebenaran lewat goresan penanya bagi masyarakat. Kini, di ujung lorong buntu itu, sang jurnalis tengah berjuang dalam kesunyian untuk sembuh dan menghidupi masa depan anak-anaknya.

Ia tidak bisa berjuang sendirian. Beban delapan tahun ini teramat berat jika hanya dipikul oleh pundak istri dan keluarganya. Aji membutuhkan uluran tangan kita, membutuhkan solidaritas kemanusiaan kita untuk meringankan biaya pengobatan serta kelangsungan pendidikan anak-anaknya.

Mari bersama-sama kita kembalikan binar bahagia di mata Trisno Aji Putra. Karena sekecil apa pun kepedulian yang kita berikan hari ini, adalah nafas kehidupan dan secercah harapan baru bagi Aji dan keluarganya.

Penulis

Memulai karier jurnalistiknya sejak tahun 1996 di SKM GeNTA, Suara Riau, Sijori Mandiri hingga mendirikan bintanpos.com, media siber pertama di Kepulauan Riau tahun 2001. Kini, Ia menjabat sebagai Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Tegas Pemerintah: Dari Penanganan Darurat Hingga Mitigasi Bencana Jangka Panjang

    Langkah Tegas Pemerintah: Dari Penanganan Darurat Hingga Mitigasi Bencana Jangka Panjang

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    – Dilansir dari Setkab.go.id, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka pada Senin, 7 September 2026, untuk mengevaluasi percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Indonesia. Pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memastikan kebutuhan esensial masyarakat seperti aliran listrik, jaringan komunikasi, ketersediaan air bersih, […]

  • Hadiri Peringatan Harlah Kejaksaan Ke-81, Bupati Karimun Apresiasi Pendampingan Hukum Kejari

    Hadiri Peringatan Harlah Kejaksaan Ke-81, Bupati Karimun Apresiasi Pendampingan Hukum Kejari

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KARIMUN, – Perayaan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia yang menginjak usia ke-81 turut dihadiri oleh Bupati Karimun beserta jajaran Forkopimda bertempat di kantor Kejari Karimun pada Rabu (2/9/2026). Agenda tahunan tersebut dimaksimalkan sebagai sarana merapatkan barisan serta meningkatkan kerja sama lintas sektoral dalam penegakan hukum, khususnya pada daerah terluar negeri. Mengusung tema penguatan pelayanan masyarakat […]

  • BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang

    BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    – Persoalan sampah di Batam mulai diarahkan menjadi peluang sektor energi terbarukan. Badan Pengusahaan (BP) Batam menawarkan konsep waste to energy (WtE) kepada calon mitra di Jepang, dengan potensi pengolahan sekitar 1.205 ton sampah yang dihasilkan Kota Batam setiap hari. Gagasan tersebut disampaikan BP Batam dalam gelaran Asia Pacific Circular Cities (APCC) 2026 di Yokohama, […]

  • Sosok Irjen Pol Andry Wibowo, Narasumber UKW Komunitas Jurnalis Kepri yang Suka Sayur Asem

    Sosok Irjen Pol Andry Wibowo, Narasumber UKW Komunitas Jurnalis Kepri yang Suka Sayur Asem

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Ady Indra Pawennari
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Di bawah temaram lampu ibu kota yang sarat akan gemerlap kemewahan, sebuah keteladanan senyap lahir dari sosok Irjen Pol Andry Wibowo. Pangkat jenderal bintang dua yang kini kokoh melekat di pundaknya sama sekali tidak mengubah detak jantung pengabdiannya. Bagi Analis Kebijakan Lemdiklat Polri ini, esensi tertinggi dari sebuah pelayanan publik bukanlah protokoler yang kaku, melainkan […]

  • Ketum KJK Ady Indra Pawennari: Jurnalis Harus Jadi Suara Rakyat yang Tak Terdengar

    Ketum KJK Ady Indra Pawennari: Jurnalis Harus Jadi Suara Rakyat yang Tak Terdengar

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    TANJUNGPINANG, — Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Ady Indra Pawennari, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh KJK bekerja sama dengan UPN “Veteran” Yogyakarta di Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu hingga Minggu (29–30/8/2026). Pelatihan dan sertifikasi pers angkatan pertama tahun 2026 ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepri yang […]

  • Perangkat Produktivitas Terbaik untuk Mendukung Kerja Jarak Jauh

    Perangkat Produktivitas Terbaik untuk Mendukung Kerja Jarak Jauh

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Dunia kerja modern telah mengalami pergeseran masif, di mana produktivitas tidak lagi terikat oleh empat dinding kantor fisik. Kehadiran berbagai inovasi teknologi dan perangkat pintar memungkinkan para pekerja jarak jauh untuk tetap terhubung, terorganisir, dan bekerja secara efisien dari mana saja. Solusi dan Tren Alat Produktivitas Digital Asisten Virtual Berbasis AI: Membantu mengotomatisasi tugas administratif, […]

expand_less