Virgo Transport 8 Tenggelam, 108 Selamat, 6 Meninggal, 129 Masih Dicari
- account_circle Ambok Akok
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim SAR melakukan proses evakuasi korban KMP Virgo Transport 8, Minggu (12/09/2026).
Banjarmasin,
– Operasi pencarian dan pertolongan terhadap KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, masih berlangsung. Hingga Minggu (13/9/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat 108 orang selamat, enam meninggal dunia, dan 129 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang di kapal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan seluruh unsur yang dikerahkan terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan armada laut, udara dan unsur pendukung lainnya.
Menurut Sudayana, operasi pencarian dilakukan berdasarkan titik terakhir kapal serta perkembangan informasi dari para korban yang telah berhasil dievakuasi.
“Operasi SAR terus kami laksanakan dengan mengerahkan seluruh unsur yang tersedia, baik dari laut, udara maupun unsur pendukung. Fokus utama saat ini adalah pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih dalam pencarian,” ujar Sudayana.
KMP Virgo Transport 8 merupakan kapal jenis Ro-Ro Ferry yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak pada Minggu dini hari setelah mengalami kondisi darurat di perairan Laut Jawa.
Laporan kejadian diterima Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 waktu setempat. Posisi terakhir kapal berada pada koordinat 4°31’51.82” LS – 114°02’06.88” BT, dengan heading 203,94 derajat.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.
Proses evakuasi dilakukan sejak pagi dengan melibatkan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi.
MT Mauhaw IX berhasil mengevakuasi 16 orang, sedangkan TB TCP menyelamatkan enam orang. Selanjutnya, MV Haida berhasil mengevakuasi 69 orang dan KM Cahaya Bahari Jaya menyelamatkan 22 orang.
Pada sore hari, KN SAR Laksmana 241 kembali berhasil mengevakuasi satu orang.
Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 18.00 WIB, jumlah korban selamat mencapai 108 orang. Sementara enam orang dinyatakan meninggal dunia dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Sudayana mengatakan data korban terus diperbarui seiring proses evakuasi dan identifikasi.
“Data korban masih terus kami lakukan pemutakhiran. Karena proses evakuasi dan pencarian masih berjalan, perkembangan jumlah korban dapat berubah sesuai hasil operasi di lapangan,” katanya.
Basarnas mengerahkan sejumlah armada untuk memperluas cakupan pencarian.
Dari unsur udara, operasi diperkuat helikopter HR 3601 Basarnas dan CN-235 TNI AL. Sementara dari unsur laut dikerahkan sejumlah kapal SAR dan TNI AL, termasuk KN SAR Laksmana 241, KN SAR Wisanggeni, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, KAL Kumai, MT Mauhaw IX, TB TCP, MV Haida dan KM Cahaya Bahari.
Helikopter Basarnas HR 3601 sebelumnya diberangkatkan dari Surabaya menuju wilayah operasi untuk membantu penyisiran dari udara.
Selain itu, helikopter Mabes Polri juga sempat dikerahkan untuk mendukung pencarian.
Dalam pelaksanaan operasi, tim SAR menghadapi kondisi gelombang yang cukup tinggi.
Berdasarkan laporan Posko Nasional Basarnas, kondisi cuaca di area pencarian pada saat pembaruan dilaporkan cerah. Namun, gelombang tinggi menjadi salah satu faktor penghambat operasi.
Sudayana memastikan pencarian tetap dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel yang berada di lapangan.
“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, namun kondisi laut juga menjadi pertimbangan dalam setiap pelaksanaan pencarian,” ujar Sudayana.
Dengan masih adanya 129 orang yang belum ditemukan, pencarian menjadi prioritas utama tim SAR gabungan.
Sekitar 280 personel dari berbagai unsur terlibat dalam operasi, mulai dari Basarnas, TNI AL, KSOP, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi, Pelindo, BPBD, Damkar, PMI, PSC hingga kelompok potensi SAR masyarakat.
Tim selanjutnya akan mengembangkan area pencarian berdasarkan titik terakhir kapal, informasi dari para penyintas serta perkembangan temuan di lapangan.
“Kami akan terus berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian,” tegas Sudayana.
Operasi SAR masih berlangsung dan seluruh perkembangan jumlah korban akan terus diperbarui berdasarkan hasil pencarian, evakuasi dan identifikasi.
Penulis Ambok Akok
Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama sejak 2018 dan Juara III Lomba Menulis Kemaritiman yang ditaja UPN Veteran Yogyakarta dan Dubes Konsulat Amerika Serikat di Medan pada tahun 2021.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar