Kebakaran Lahan Gambut Meluas di Batang Tuaka, Tim Gabungan Dikerahkan
- account_circle Ambok Akok
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kebakaran melanda areal perkebunan kelapa di Dusun Sungai Cakah, Desa Sungai Luar, Minggu (13/9/2026).
Tembilahan,
– Kebakaran melanda areal perkebunan kelapa di Dusun Sungai Cakah, Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (13/9/2026).
Api yang diperkirakan muncul sekitar pukul 13.00 WIB tersebut dengan cepat menjalar di kawasan perkebunan. Kondisi lahan yang didominasi gambut kering membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.
Penanganan kebakaran melibatkan personel gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), BPBD, TNI, Polri serta tim pemadam PLTU Tembilahan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidy, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel setelah menerima laporan dari pemerintah desa.
“Laporan dari Kepala Desa Sungai Luar kebakaran lahan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Kita bersama tim gabungan langsung bergerak ke lokasi,” kata Junaidy, Minggu (13/9/2026).
Menurut Junaidy, DPKP Inhil mengerahkan dua regu operasional dengan total 20 personel, didukung dua unit mobil pemadam kebakaran.
Sementara BPBD Inhil membantu proses pemadaman di bagian lahan yang sulit dijangkau kendaraan dengan menggunakan mesin pompa portabel.
Petugas di lapangan terus melakukan penyiraman dan menambah pasokan air untuk membatasi pergerakan api. Langkah tersebut dilakukan agar kobaran tidak meluas hingga mendekati kawasan permukiman warga.
“Bersama tim gabungan kami terus berupaya melakukan pemadaman,” ujar Junaidy.
Lokasi kebakaran berada di sisi jalan penghubung Desa Sungai Luar menuju Sungai Piring. Kondisi tersebut membuat asap kebakaran turut terlihat di sepanjang jalur tersebut.
Hingga kini, luas lahan yang terdampak belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan pendataan sekaligus pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.
Junaidy menjelaskan, kondisi gambut yang mengering menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga berpotensi menjalar melalui lapisan gambut.
“Dari pantauan tim kita, api tak cuma membakar pokok kelapa dan pinang. Lahan yang gambut kering seperti jadi bara,” tuturnya.
Tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan serta ketersediaan air di sekitar titik kebakaran.
Penulis Ambok Akok
Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama sejak 2018 dan Juara III Lomba Menulis Kemaritiman yang ditaja UPN Veteran Yogyakarta dan Dubes Konsulat Amerika Serikat di Medan pada tahun 2021.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar