Kasus ISPA di Riau Tembus 27.250, Pekanbaru Tertinggi dengan 7.434 Kasus
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli menyampaikan data 27.250 kasus ISPA tersebar di 12 kabupaten dan kota, dengan Pekanbaru mencatat 7.434 kasus, Pekanbaru, Kamis (07/10/2026).
Pekanbaru,
– Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau tercatat mencapai 27.250 kasus yang tersebar di 12 kabupaten dan kota. Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 7.434 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan, setelah Pekanbaru, jumlah kasus terbanyak tercatat di Kabupaten Kampar dengan 3.629 kasus dan Bengkalis sebanyak 2.964 kasus.
Sementara itu, Kota Dumai mencatat 2.887 kasus, Siak 2.806 kasus dan Pelalawan 2.555 kasus.
“Kemudian Kota Dumai 2.887 kasus, Siak 2.806 kasus, Pelalawan 2.555 kasus, Kuansing 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus, Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus dan Indragiri Hilir 79 kasus,” kata Zulkifli, Kamis (7/10/2026).
Meski jumlah kasus ISPA mengalami peningkatan, Dinas Kesehatan Riau menyatakan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah masih mampu menangani pasien.
Sejumlah langkah pencegahan dan penanganan juga dilakukan, mulai dari pembagian masker gratis hingga edukasi kepada masyarakat mengenai dampak polusi udara terhadap kesehatan.
Pemerintah daerah turut menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang terdampak serta menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas.
Tim Medis Darurat atau Emergency Medical Team di setiap Puskesmas juga telah diaktifkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan jumlah pasien secara mendadak.
“Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” ujarnya.
Diskes Riau juga menyiapkan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk membantu penanganan pasien yang membutuhkan pelayanan lebih intensif.
Upaya penanganan turut melibatkan kalangan perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan, termasuk dalam pendistribusian masker kepada masyarakat dan pengguna jalan.
Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada
Dinas Kesehatan Riau meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
Perhatian lebih besar juga diberikan kepada kelompok yang dinilai lebih rentan terhadap dampak polusi udara, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia serta masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid.
“Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan oleh polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia,” kata Zulkifli.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker yang memiliki kemampuan menyaring polusi udara saat kualitas udara memburuk.
Selain ISPA, tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan diminta meningkatkan pemantauan terhadap penyakit lain yang berkaitan dengan paparan asap dan penurunan kualitas udara.
“Tenaga kesehatan kita di Faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota,” tutupnya.
Diskes Riau berharap deteksi dini, penggunaan masker serta peningkatan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dapat mengurangi dampak gangguan kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar