Kepri Itu Muda Tapi Luar Biasa
- account_circle Suyono Saeran
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penulis Suyono Saeran bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad
24 tahun bagi sebuah daerah termasuk masih muda. Begitu juga Kepulauan Riau yang hari ini merayakan ulang tahunnya. Dulu kita berpikir Provinsi Kepulauan Riau itu sebuah mimpi.
Namun berkat keteguhan dan perjuangan yang berat akhirnya wilayah yang mempunyai 2408 pulau ini bisa berdiri sendiri menjadi sebuah provinsi dan terpisah dari Provinsi Riau.
Ketika awal berdiri mungkin sebagian tidak banyak menaruh harapan. Maklum saat itu Kepri hanya bermodalkan Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Kepri, Karimun dan Natuna. Itu pun wilayahnya sebagian besar lautan.
Namun sekarang Kepri tumbuh sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonominya melejit terbaik ke tiga secara nasional dan terbaik se-Sumatera.
Capaian ini tentu bukan datang dengan sendirinya. Ada kerja keras, pengorbanan, dan kolaborasi banyak pihak yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kepri. Dari para pejuang pembentukan provinsi, para pemimpin yang silih berganti, hingga seluruh masyarakat yang terus menjaga semangat membangun daerah.
Hari ini, Kepri bukan lagi sekadar provinsi kepulauan yang berjuang mencari jati diri. Kepri telah menjelma menjadi kawasan strategis yang diperhitungkan, dengan Batam sebagai salah satu motor industri dan investasi nasional, Bintan dengan potensi pariwisatanya, Karimun dengan kekuatan industri dan maritimnya, serta Natuna dan Anambas dengan kekayaan laut dan potensi sumber daya alamnya. Sementara Tanjungpinang terus bertumbuh sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan Melayu.
Namun, usia 24 tahun bukanlah garis akhir dari sebuah perjuangan. Justru ini adalah momentum untuk melangkah lebih jauh.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata. Investasi yang terus masuk harus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan penguatan UMKM. Dan pembangunan yang megah di pusat-pusat pertumbuhan harus tetap menyentuh masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar.
Sebab, Kepri bukan hanya tentang Batam, bukan hanya tentang angka pertumbuhan ekonomi, dan bukan hanya tentang besarnya investasi. Kepri adalah tentang jutaan harapan masyarakat yang hidup di ribuan pulau, tentang anak-anak yang mendambakan pendidikan berkualitas, tentang nelayan yang ingin hidup sejahtera, tentang anak muda yang ingin mendapatkan pekerjaan layak di tanah kelahirannya sendiri.
Tantangan sebagai provinsi kepulauan memang tidak ringan. Jarak antarpulau, konektivitas, pemerataan infrastruktur, dan keterbatasan fiskal daerah menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab dengan inovasi, keberanian, dan kebijakan yang tepat.
Tetapi sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa Kepri lahir dari sebuah mimpi yang diperjuangkan dengan keteguhan. Maka, tidak ada alasan bagi kita untuk berhenti bermimpi dan berjuang.
Jika 24 tahun lalu kita berjuang agar Kepri berdiri sendiri, maka hari ini kita harus terus berjuang agar Kepri mampu berdiri lebih kokoh, tumbuh lebih maju, dan memberikan kesejahteraan yang lebih luas bagi seluruh masyarakatnya.
Dirgahayu Provinsi Kepulauan Riau ke-24. Teruslah tumbuh menjadi provinsi yang tangguh, berdaya saing, dan sejahtera. Laut bukanlah pemisah, melainkan penghubung harapan. Pulau-pulau bukanlah keterbatasan, melainkan kekuatan.
Dari Kepri, kita buktikan bahwa sebuah mimpi yang diperjuangkan bersama dapat tumbuh menjadi kekuatan besar bagi Indonesia.
Penulis Suyono Saeran
Pengalaman jurnalistiknya membentang dari tahun 1999. Mulai SKM Genta, Media Kepri, Harian Lantang, Kepri Bangkit dan lainnya. Selain sebagai jurnalis, Ia juga penulis buku yang produktif. Sudah lima buku yang dihasilkannya mulai dari Perjalanan Meraih Mimpi, Kepri Terang, Ansar: Guru Ngaji Jadi Gubernur Kepri, Dari Lex Baux ke Dapur Arang dan Mutiara di Air Saga.

Jadikan 



Saat ini belum ada komentar