Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Tekno » Data Center Batam Didorong Mandiri Air, SWRO Disiapkan hingga 1.000 Liter per Detik

Data Center Batam Didorong Mandiri Air, SWRO Disiapkan hingga 1.000 Liter per Detik

  • account_circle Basok Ridwan
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, – Pertumbuhan industri data center di Batam membawa konsekuensi pada kebutuhan air dalam jumlah besar. Untuk menjaga agar ekspansi investasi tidak mengganggu pasokan air bagi masyarakat, Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong penggunaan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai sumber air mandiri bagi industri.

Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kebutuhan air untuk operasional data center harus disiapkan melalui sumber alternatif sehingga tidak menambah beban terhadap air waduk yang selama ini menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Investasi tentu kita dorong terus tumbuh di Batam. Namun, kebutuhan pendukungnya juga harus disiapkan secara baik. Untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita mendorong agar dapat memenuhi kebutuhannya melalui sumber air mandiri dengan teknologi SWRO,” kata Amsakar, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan kebutuhan dasar masyarakat. Industri dengan konsumsi air tinggi diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada sumber air baku yang juga menopang kebutuhan rumah tangga.

Dari sekitar 10 rencana pengembangan data center, satu di antaranya telah beroperasi dan menyatakan kesiapan membangun sumber air mandiri melalui SWRO. Pengembang lainnya juga diarahkan menerapkan pola serupa.

Dalam dua hingga tiga tahun mendatang, kapasitas produksi air dari SWRO di Batam diproyeksikan bertambah sekitar 750 liter per detik pada tahap awal. Kapasitas itu kemudian ditargetkan meningkat hingga sekitar 1.000 liter per detik, melalui pembangunan fasilitas SWRO di KEK Nongsa dan kawasan industri Kabil.

Amsakar menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kompromi antara kebutuhan pertumbuhan industri dan kepentingan masyarakat.

“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan,” ujarnya.

Lebih jauh, SWRO tidak hanya diproyeksikan untuk menopang kebutuhan operasional data center. Dalam jangka panjang, fasilitas pengolahan air laut tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber tambahan untuk memperkuat ketahanan air bersih Batam.

Jika produksi SWRO nantinya melampaui kebutuhan industri, kelebihan kapasitas berpeluang dimanfaatkan untuk masyarakat. Namun, penerapannya tetap harus memperhitungkan kemampuan produksi, standar kualitas air serta kesiapan jaringan distribusi.

“Kita tentu tidak hanya berpikir bagaimana kebutuhan industri terpenuhi. Lebih dari itu, kalau kapasitas dan infrastrukturnya memungkinkan, hasil pengolahan air ini juga dapat membuka peluang untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” kata Amsakar.

Menurutnya, pengembangan sumber air alternatif semakin penting seiring pertumbuhan Batam sebagai kawasan industri dan pusat investasi. Ketersediaan air menjadi salah satu infrastruktur dasar yang harus disiapkan agar perkembangan kota dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Di sisi lain, data center dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi Batam. Kehadiran industri tersebut berpotensi menggerakkan berbagai sektor lain, mulai dari konstruksi, tenaga kerja profesional hingga jasa dan industri pendukung.

Dengan skema tersebut, investasi data center diharapkan tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi baru, tetapi juga mendorong pembangunan infrastruktur pendukung yang mampu menjawab kebutuhan Batam dalam jangka panjang.

Penulis

Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less