Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Bisnis » Investasi US$500 Juta Mulai Dikembangkan di Batam

Investasi US$500 Juta Mulai Dikembangkan di Batam

  • account_circle Melly
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BATAM, – Investasi industri berteknologi tinggi senilai US$500 juta mulai memasuki tahap pembangunan di Kawasan Industri Wiraraja I, Kabil, Kota Batam, Kepulauan Riau. Proyek yang melibatkan investor Amerika Serikat tersebut diproyeksikan membuka sekitar 1.000 lapangan kerja serta memperkuat posisi Batam dalam pengembangan industri teknologi.

Dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama dan penandatanganan kerja sama strategis antara Wiraraja Indonesia, Tynergy Technology Group, serta mitranya, Essence Global, Rabu (28/10/2026).

Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan kepolisian terhadap terciptanya iklim investasi yang aman, kondusif, dan memiliki kepastian hukum.

Pengembangan industri ini mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain hilirisasi pasir silika, produksi baterai sodium-ion, semikonduktor, energi terbarukan, serta teknologi manufaktur berbasis kecerdasan buatan.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia sekaligus Presiden Direktur Wiraraja Indonesia, Akhmad Ma’ruf Maulana, menjelaskan pembangunan tahap pertama dilakukan di atas lahan seluas tiga hektare.

“Pabrik tahap pertama dibangun di atas lahan seluas tiga hektare di kawasan industri Wiraraja I. Realisasi investasi ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027,” ujar Ma’ruf.

Menurutnya, kehadiran investasi tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui aktivitas manufaktur dan penyerapan tenaga kerja.

Proyek itu menjadi bagian dari pengembangan kawasan industri Wiraraja GESEIP yang diarahkan untuk membangun ekosistem produksi teknologi tinggi di Batam.

Presiden Direktur Tynergy Technology Group, Yan Purba, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah untuk mendorong Indonesia menjadi pusat produksi sekaligus pengembangan teknologi energi masa depan.

Selain pembangunan fasilitas industri, perusahaan juga menargetkan terjadinya transfer teknologi, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, dan terbukanya kesempatan bagi generasi muda untuk memasuki sektor manufaktur berteknologi tinggi.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Hotmangaradja Panjaitan, menekankan pentingnya memastikan komitmen investasi benar-benar diwujudkan melalui pembangunan fasilitas, kegiatan produksi, dan penciptaan lapangan kerja.

“Keberhasilan kerja sama tidak cukup diukur dari besarnya nilai investasi yang diumumkan, tetapi juga dari realisasi serta manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat,” ucapnya.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, turut menyoroti pentingnya pelayanan yang cepat, kepastian hukum, serta koordinasi antarlembaga dalam menjaga kepercayaan investor.

“Investasi berkualitas harus mampu mendorong tumbuhnya industri pendukung sekaligus membuka peluang usaha dan pekerjaan bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Di sisi keamanan, kehadiran Kapolda Kepri menegaskan dukungan kepolisian terhadap pengembangan kawasan industri sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.

Polda Kepri memandang terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif sebagai faktor penting bagi kelangsungan kegiatan investasi.

Dukungan tersebut juga sejalan dengan program prioritas Kapolri melalui Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran, yang mendorong kolaborasi kepolisian, pemerintah, dan dunia usaha dalam mendukung kesempatan kerja.

Kegiatan peresmian turut dihadiri Pangdam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah Mayjen TNI Rionardo, Kepala BIN Daerah Kepri Brigjen TNI Andreas Daru Ismantoro, jajaran Polda Kepri, Kapolresta Barelang, serta perwakilan pemerintah dan pengelola kawasan industri.

Dengan dimulainya pembangunan tahap awal, Batam diharapkan semakin mampu mengembangkan industri bernilai tambah tinggi, tidak hanya sebagai kawasan produksi, tetapi juga sebagai tempat berkembangnya teknologi dan keterampilan tenaga kerja.

Namun, manfaat ekonomi proyek tersebut tetap bergantung pada realisasi investasi, penyelesaian fasilitas, serta kemampuan perusahaan menyerap tenaga kerja sesuai rencana.

Diketahui, keberhasilan investasi bukan hanya ditentukan oleh besarnya modal yang masuk, melainkan juga oleh tumbuhnya industri, kesempatan kerja, dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

  • Penulis: Melly

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less