PLN Perkuat Infrastruktur Listrik, Layani 159 Data Center di Indonesia
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tampak udara salah satu fasilitas _data center_ di Cikarang, Jawa Barat. Pertumbuhan data center yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital turut meningkatkan kebutuhan listrik dalam skala besar.
Jakarta,
— PT PLN (Persero) memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan untuk mengimbangi pertumbuhan pusat data atau data center yang terus berkembang seiring akselerasi kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital di Indonesia.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pertumbuhan industri data center membawa kebutuhan baru terhadap sistem kelistrikan, mulai dari kapasitas pasokan, keandalan, kualitas daya hingga penggunaan energi bersih.
Menurutnya, PLN perlu menyiapkan infrastruktur dan layanan sejak awal agar kebutuhan listrik sektor digital dapat dipenuhi seiring dengan perkembangan investasinya.
“Meningkatnya kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital. PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital, dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Darmawan.
Data PLN menunjukkan saat ini terdapat 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung mencapai 2.038 megavolt ampere (MVA).
Hal itu disampaikan Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN Dini Sulistyawati dalam diskusi pada gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/9/2026).
Sekitar 99 persen kapasitas tersambung tersebut masih berada di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali. Jawa Barat menjadi salah satu kawasan yang berkembang sebagai klaster data center.
Namun, ekspansi industri pusat data mulai bergerak ke luar Jawa, termasuk ke wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Perluasan tersebut turut mendorong kebutuhan listrik baru yang harus diantisipasi melalui perencanaan jaringan dan pembangkit sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
Dari pelanggan data center yang telah dilayani, konsumsi energi tercatat mencapai 2.378 gigawatt hour (GWh).
“Kami percaya ini baru permulaan. Kecerdasan buatan, cloud computing, layanan digital, serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan terus menciptakan kebutuhan listrik baru dalam skala yang sangat signifikan,” kata Dini.
Dini mengatakan salah satu tantangan dalam melayani pertumbuhan data center adalah menjaga keseimbangan antara penambahan kapasitas pasokan, keandalan sistem, keterjangkauan harga dan stabilitas kelistrikan dalam jangka panjang.
Karena itu, pembangunan pembangkit dan jaringan perlu disiapkan secara terintegrasi serta dilakukan lebih awal. PLN juga mendorong pendekatan early alignment, yakni koordinasi antara PLN, pengembang pusat data dan pemerintah sejak tahap awal pengembangan proyek.
Menurut Dini, kepastian mengenai proyeksi permintaan listrik, jadwal energisasi dan kebutuhan kapasitas akan membantu PLN menyiapkan sistem secara lebih terukur.
“Komitmen lebih awal dan koordinasi lebih erat dari kedua belah pihak, didukung oleh proyeksi permintaan yang lebih jelas, jadwal energisasi yang realistis, kecepatan pengembangan kapasitas yang tepat, serta kerja sama yang lebih kuat antara PLN, pelanggan, dan pemerintah. Oleh karena itu, pengelolaan komitmen pusat data harus menjadi proses perencanaan bersama,” ujarnya.
Pertumbuhan data center yang didorong AI, komputasi awan dan berbagai layanan digital membuat kebutuhan listrik sektor tersebut diperkirakan terus meningkat. PLN menempatkan kesiapan infrastruktur sebagai bagian dari upaya menjaga agar pertumbuhan ekonomi digital dapat berjalan seiring dengan ketersediaan energi yang andal.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan




Saat ini belum ada komentar