Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Hukum & Kriminal » Kisah Pilu Fanni, Seorang Ibu di Tanjungpinang yang Terpisah Paksa dari Putri Kandungnya

Kisah Pilu Fanni, Seorang Ibu di Tanjungpinang yang Terpisah Paksa dari Putri Kandungnya

  • account_circle Ady Indra Pawennari
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Air mata Fanni luruh tanpa sempat ia bendung. Di balik bilik dadanya, ada kerinduan yang menganga, meronta-ronta memanggil nama sang putri kandung yang kini entah bagaimana kabarnya.

Sejak hari kelabu itu, dunianya runtuh. Ia dipisahkan secara paksa dari buah hatinya oleh mantan suaminya, WS, seorang pegawai P3K di Pemprov Kepri.

Bagi Fanni, putri kecilnya sebut saja namanya Bunga adalah detak jantungnya. Sejak mahligai rumah tangganya kandas pada tahun 2017, Fanni-lah yang memeluk, menjaga, dan membesarkan Bunga seorang diri.

Waktu itu, Bunga masih sangat kecil, sebatang kuncup berusia 3 tahun yang hanya tahu bahwa pelukan ibunya adalah tempat paling aman di dunia.

Tahun-tahun berlalu penuh peluh. Selama Bunga berada dalam dekapannya, sang ayah kandung bak ditelan bumi tak pernah sekalipun mengirimkan nafkah.

Fanni memang tak pernah mengemis, namun nuraninya menjerit menyaksikan ketidakpedulian seorang ayah yang tega membiarkan darah dagingnya tumbuh tanpa empati dan perhatian.

Demi menyambung nyawa dan memberikan sesuap nasi untuk Bunga, Fanni rela melakoni pekerjaan apa saja. Kerja serabutan ia jalani tanpa mengeluh.

Saat badai keuangan menghantam, ia terpaksa menelan harga diri, mengetuk pintu keluarga demi meminjam bantuan. Begitulah Ia menjalani hidup bertahun-tahun bersama Bunga.

Ujian hidup Fanni tak berhenti di situ. Memasuki tahun 2019, langitnya kian menggelap. Perekonomiannya morat-marit bersamaan dengan vonis kejam yang menimpa ibu kandungnya yang terkena kanker.

Fanni tersudut dalam kepedihan yang berlapis. Ia harus menghidupi anaknya, sekaligus memeras keringat demi pengobatan sang ibu.

Lalu, badai Covid-19 datang meluluhlantakkan sisa-sisa kekuatannya. Gaji Fanni dipotong hingga lebih dari 50 persen.

Berdiri di persimpangan jalan yang teramat perih, Fanni tak punya pilihan. Dengan hati seolah tersayat sembilu, ia terpaksa menghentikan sekolah putrinya karena tak lagi memiliki sepeser pun uang.

“Ayah kandungnya tetap membatu, tidak ada sedikit pun memberikan nafkah untuk kebutuhan anak itu. Makanya, dengan berat hati, saya berhentikan sekolahnya,” kenang Fanni, suaranya bergetar menahan luapan emosi yang menyesakkan dada.

Tuhan sempat mengirimkan pelangi setelah hujan. Kondisi ekonomi Fanni perlahan membaik setelah ia membina rumah tangga untuk kedua kalinya. Suami barunya dengan tulus mengulurkan tangan, membiayai sekolah, dan menyayangi Bunga layaknya anak sendiri.

Namun, kebahagiaan yang baru seumur jagung itu dirampas paksa. Pada 12 Agustus 2025, petaka itu datang.

Tanpa sepengetahuan Fanni, mantan suaminya tiba-tiba menyusup ke sekolah Bunga dan membawanya pergi begitu saja. Hari itu, separuh jiwa Fanni tercabut.

Perebutan ruang di hati sang anak pun berlanjut ke meja hijau. WS menggugat hak asuh anak ke Pengadilan Agama Tanjungpinang pada Agustus 2025.

Pada putusan pertama, keadilan masih berpihak pada air mata seorang ibu, hak asuh tetap jatuh ke tangan Fanni.

Namun, mantan suaminya menolak menyerah. Mereka mengajukan banding, memperpanjang napas penderitaan Fanni.

“Saya sudah memohon, mengetuk pintu hati mereka hanya untuk berjumpa dengan putri saya. Tapi tidak pernah diberikan izin. Rumah itu tertutup rapat untuk saya,” ucapnya lirih, menyimpan duka yang teramat dalam.

Putus asa karena terus-menerus diasingkan dari darah dagingnya, Fanni akhirnya melangkah ke jalur hukum. Pada Desember 2025, ia melaporkan dugaan penelantaran anak ke Polresta Tanjungpinang. Namun, keadilan yang dinantinya justru terasa berjalan di tempat, beku tak bergerak.

Alasan penyidik terasa seperti garam yang ditaburkan di atas luka. WS, sang mantan suami, tercatat sudah 5 kali mangkir dari panggilan polisi. Ironisnya, polisi justru meminta Fanni untuk menghadirkan Bunga ke kantor polisi guna dimintai keterangan.

Sebuah permintaan yang memukul batinnya hingga hancur berkeping-keping. Sebuah permintaan yang mustahil bisa Ia penuhi.

“Bagaimana mungkin saya bisa menghadirkan anak itu? Dia berada di dalam penguasaan ayahnya. Saya ibunya, yang melahirkannya, bahkan tidak diberi akses sedikit pun untuk sekadar melihat wajahnya,” ratap Fanni menutup ceritanya, menyisakan tanya yang menggantung di langit-langit keadilan.

Penulis

Memulai karier jurnalistiknya sejak tahun 1996 di SKM GeNTA, Suara Riau, Sijori Mandiri hingga mendirikan bintanpos.com, media siber pertama di Kepulauan Riau tahun 2001. Kini, Ia menjabat sebagai Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyerahan dokumen pernyataan sikap kepada Ketua PJS Mahmud Marhaba

    Sembilan Jurnalis Kepri Gabung PJS, Mahmud Marhaba Tegaskan Fokus pada UKW dan Advokasi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) memperkuat jajaran organisasinya di Kepulauan Riau (Kepri). Sedikitnya, 9 jurnalis dan pengurus dari provinsi tersebut resmi bergabung sebagai anggota sekaligus pengurus DPP PJS. Penerimaan sembilan pengurus itu ditandai dengan penyerahan dokumen pernyataan sikap kepada Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba, Kamis (17/9/2026) di Batam. Kesembilan […]

  • Kenali Tanda Asam Urat yang Bisa Menyerang Tangan, dari Nyeri hingga Muncul Benjolan

    Kenali Tanda Asam Urat yang Bisa Menyerang Tangan, dari Nyeri hingga Muncul Benjolan

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    — Asam urat tidak hanya menimbulkan keluhan pada kaki. Gangguan akibat tingginya kadar asam urat juga dapat menyerang persendian di tangan, termasuk jari, pergelangan tangan hingga siku. Ketika kambuh, penderita dapat mengalami nyeri, pembengkakan hingga keterbatasan dalam menggerakkan tangan. Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat berlangsung selama beberapa hari sebelum mereda. Mengutip Alodokter, terdapat sejumlah […]

  • Ayu Aulia berbicara di Graha PWI Kepri tentang bunga Valentine

    Ketika Benteng Pers Berubah Menjadi Panggung Sirkus Gosip Murahan!

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Ady Indra Pawennari
    • visibility 0
    • 1Komentar

    Pada 27 September 2026, Ayu Aulia menyatakan bahwa Roby Kurniawan masih mengirim sekuntum bunga pada Hari Valentine, memicu kritik etika jurnalistik di Graha PWI Kepri.

  • Dahaga di Era Digital: Saat Pusat Data Raksasa AI Ancam Krisis Air Bersih Global

    Dahaga di Era Digital: Saat Pusat Data Raksasa AI Ancam Krisis Air Bersih Global

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, — Di balik layar gemerlap kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang menawarkan kemudahan instan bagi peradaban modern, tersimpan sebuah ancaman ekologis yang jarang disadari publik. Lonjakan adopsi model bahasa besar dan komputasi awan menuntut kehadiran ribuan pusat data (data center) baru. Masalahnya, infrastruktur digital canggih ini membutuhkan pasokan air bersih dalam jumlah masif […]

  • Tim SAR Sisir Selat Sunda Lewat Laut dan Udara

    Tim SAR Sisir Selat Sunda Lewat Laut dan Udara

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pandeglang, – Operasi pencarian delapan orang yang masih dinyatakan dalam pencarian setelah speedboat yang mereka tumpangi hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus diperluas. Memasuki hari keempat, Jumat (11/9/2026), Tim SAR Gabungan mengerahkan kekuatan melalui jalur laut dan udara. Penyisiran dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke dalam sejumlah sektor, termasuk kawasan sekitar […]

  • Sosialisasi pencegahan korupsi di TCC Hotel Aston Tanjungpinang

    Aspidsus Kejati Kepri Ismail Fahmi Bicara Benteng Antikorupsi di Pemprov Kepri

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Pencegahan korupsi tidak boleh menunggu persoalan berubah menjadi perkara. Celah penyimpangan harus ditutup sejak awal, melalui pengawasan yang kuat, pengendalian yang berjalan dan keberanian memperbaiki setiap kelemahan dalam tata kelola pemerintahan. Pesan itu mengemuka dalam Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 yang di buka oleh Sekretaris […]

expand_less