BTN Jajaki Tiga Skema Kerja Sama dengan Pemprov Kepri, dari Rumah ASN hingga Digitalisasi
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menerima audiensi jajaran BTN di Tanjungpinang, Kamis (01/10/2026).
Tanjungpinang,
— Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membuka peluang kerja sama lebih luas dengan Bank Tabungan Negara (BTN), tidak hanya pada sektor pembiayaan perumahan, tetapi juga menyentuh transformasi digital pemerintahan dan penguatan ekonomi daerah.
Penjajakan tersebut dibahas saat Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menerima audiensi jajaran BTN di Tanjungpinang, Kamis (1/10/2026).
Pertemuan ini menjadi ruang awal bagi kedua pihak untuk mengidentifikasi bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan daerah dan layanan yang dimiliki BTN. Jajaran BTN dipimpin Komisaris Independen Pietra Machreza Paloh, bersama Regional Head Vidy Aryo Fajar, Branch Manager Toto Juniarto, Deputy Business Skendra Putra, serta Funding and Transaction Manager Ines.
Salah satu pembahasan yang mencuat adalah peluang penyediaan perumahan bagi aparatur sipil negara (ASN).
Ansar mengatakan Pemprov Kepri terbuka terhadap skema kerja sama yang dapat memberikan kemudahan bagi ASN untuk mendapatkan hunian yang layak dengan pembiayaan yang terjangkau.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tentu terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat nyata. Salah satunya bagaimana kita dapat menghadirkan kemudahan bagi ASN untuk memiliki hunian yang layak melalui skema yang sesuai dan terjangkau,” ujar Ansar.
Menurutnya, peluang tersebut masih perlu didalami, terutama untuk memastikan bentuk kerja sama yang nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan aparatur maupun ketentuan yang berlaku.
Selain perumahan, pembicaraan juga menyentuh agenda digitalisasi daerah.
Kerja sama dengan sektor perbankan dinilai dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem layanan pemerintahan yang semakin cepat, efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ansar menegaskan transformasi digital tidak semata-mata berkaitan dengan penerapan teknologi, tetapi harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Digitalisasi bukan hanya mengenai penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu memberikan kemudahan, mempercepat pelayanan, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dengan demikian, penjajakan bersama BTN tidak hanya diarahkan pada aspek perbankan, tetapi juga pada peluang membangun layanan yang dapat mendukung aktivitas pemerintahan dan masyarakat.
Agenda ketiga berkaitan dengan peluang kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau.
Ansar melihat posisi Kepri yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara dan memiliki letak strategis di kawasan regional sebagai modal penting dalam pengembangan ekonomi daerah.
Karena itu, sinergi dengan dunia perbankan diharapkan dapat diarahkan kepada sektor-sektor produktif sehingga aktivitas ekonomi masyarakat ikut berkembang.
“Prinsipnya, setiap kerja sama harus memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat. Kita ingin kolaborasi yang dibangun tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Ansar.
Pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan teknis mengenai bentuk kerja sama. Pemprov Kepri dan BTN masih akan menindaklanjuti pembahasan untuk menentukan skema yang dapat diterapkan.
Ansar berharap komunikasi kedua pihak terus berjalan sehingga peluang yang dibahas dalam audiensi dapat berkembang menjadi program konkret untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kepulauan Riau.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar