Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Nasional » Ayu Aulia Pertanyakan Penyebaran Video Dirinya Saat Menangis di Kantor PWI Kepri

Ayu Aulia Pertanyakan Penyebaran Video Dirinya Saat Menangis di Kantor PWI Kepri

  • account_circle Ady Indra Pawennari
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta, — Selebgram Ayu Aulia mengaku kecewa setelah video dirinya saat menangis dan menceritakan persoalan pribadi di Graha Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau (Kepri), Ruko Purimas, Batam, Sabtu (26/9/2026), beredar di sejumlah platform.

Ayu menyampaikan keberatannya karena menurut pengakuannya, ia tidak mengetahui adanya perekaman visual saat dirinya menyampaikan cerita tersebut.

“Saya kecewa, Mas. Saya itu awalnya hanya ingin jalan-jalan di Batam. Terus, saya ada kenalan wartawan di Batam dan saya telepon minta diantar ke psikiater. Ternyata, saya dibawa ke kantor PWI Kepri,” ungkap Ayu kepada wartawan , Minggu (4/10/2026).

Menurut Ayu, dirinya sempat mempertanyakan alasan dibawa ke kantor PWI Kepri. Ia kemudian mendapat penjelasan bahwa wartawan tersebut ingin mewawancarainya terkait pemberitaan mengenai dirinya yang dianggap masih simpang siur.

“Mereka bilang, boleh nggak saya bercerita tentang berita yang simpang siur itu. Saya bilang boleh. Terus, mereka juga cerita kalau hubungan PWI Kepri dengan Pak Gubernur lagi tidak baik. Sudah tiga kali bersurat, tapi ditolak,” ujarnya.

Ayu mengatakan, saat berada di kantor PWI Kepri, ia kemudian menceritakan sejumlah persoalan pribadi yang menurutnya membutuhkan penyelesaian. Dalam suasana tersebut, ia mengaku menangis ketika mengungkap pengalaman masa lalunya.

Belakangan, Ayu mengetahui adanya video yang memperlihatkan dirinya saat menangis tersebut beredar. Ia mengaku tidak pernah memberikan persetujuan untuk perekaman dan penyebarluasan video tersebut.

“Saya betul-betul merasa tidak nyaman. Saya menceritakan itu semua supaya persoalan saya mendapat solusi penyelesaian. Saya juga paham Undang-Undang Nomor 40 tentang Pers. Menurut saya, seharusnya ada konfirmasi kepada Bupati Bintan,” katanya.

Ayu juga menyoroti kedatangan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad yang merupakan ayah Roby Kurniawan ke kantor PWI Kepri setelah dirinya berada di tempat tersebut.

Ia mengatakan tidak mempersoalkan kedatangan gubernur. Namun, Ayu mempertanyakan apakah persoalan yang sebelumnya ingin ia sampaikan kepada Bupati Bintan Roby Kurniawan turut menjadi bagian dari pembicaraan.

“Saya sudah lihat foto-foto Pak Gubernur datang ke kantor PWI Kepri. Saya juga sudah baca beritanya. Katanya, kemarin hubungannya nggak bagus. Tapi, setelah saya datang dan menangis, Pak Gubernur akhirnya datang,” kata Ayu.

Ayu kemudian menyampaikan kekecewaannya karena menurut dia, tujuan awal dirinya diwawancarai adalah untuk membantu menyampaikan persoalan yang ingin dikomunikasikannya kepada Roby Kurniawan.

“Katanya untuk membantu saya dan kepentingan konfirmasi. Tapi, Pak Gubernur datang ke PWI Kepri, ceritanya malah lain. Kepentingan saya nggak disinggung sama sekali,” ujarnya.

PWI Kepri Belum Memberikan Tanggapan

telah meminta tanggapan Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani mengenai pernyataan Ayu Aulia yang mengaku kecewa dan merasa tidak nyaman dengan beredarnya video tersebut.

Konfirmasi disampaikan melalui sambungan telepon sebanyak tiga kali dan pesan WhatsApp pada Minggu (4/10/2026). Hingga berita ini diterbitkan, Saibansah belum memberikan tanggapan.

membuka ruang bagi PWI Kepri maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis

Memulai karier jurnalistiknya sejak tahun 1996 di SKM GeNTA, Suara Riau, Sijori Mandiri hingga mendirikan bintanpos.com, media siber pertama di Kepulauan Riau tahun 2001. Kini, Ia menjabat sebagai Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less