Pasca Bentrokan Setokok, Keluarga Flores Kepri Serukan Persatuan dan Percayakan Proses Hukum
- account_circle Melly
- calendar_month 48 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pertemuan Ketua Persatuan Keluarga Flores Kepri Ignatius Toka Soli dan Kasat Intelkam Polresta Tanjungpinang AKP Monang P. Silalahi di Tanjungpinang, Selasa (15/9/2026), guna memperkuat koordinasi dan meredam potensi keresahan pascabentrokan di Setokok.
Tanjungpinang,
– Persatuan Keluarga Flores Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar Flores dan Flobamora, tetap tenang pascabentrokan yang terjadi di kawasan Setokok, Batam.
Imbauan tersebut disampaikan dalam pertemuan Ketua Persatuan Keluarga Flores Kepri Ignatius Toka Soli bersama Kasat Intelkam Polresta Tanjungpinang AKP Monang P. Silalahi, Selasa (15/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Morning Bakery Tanjungpinang itu turut dihadiri Korwil II Binda Kepri Suko Suharnata. Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya meredam potensi keresahan dan menjaga situasi keamanan di wilayah Kepulauan Riau tetap kondusif.
Dalam pertemuan itu, Persatuan Keluarga Flores dan Rumah Besar Flobamora Kepri menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dalam bentrokan di Batam. Mereka mengajak seluruh pihak menahan diri serta mendoakan para korban.
Di sisi lain, keluarga besar Flores Kepri meminta aparat penegak hukum mengusut peristiwa tersebut secara menyeluruh dan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.
Ignatius juga meminta masyarakat Flores dan Flobamora di seluruh kabupaten dan kota di Kepri tidak terprovokasi oleh informasi yang dapat memperkeruh keadaan.
“Kami mengimbau seluruh keluarga besar Flores dan Flobamora di Kepri untuk tetap tenang dan menjaga persatuan. Persoalan hukum ini kita percayakan kepada pihak Kepolisian dan akan kita kawal agar dapat diselesaikan sampai tuntas,” ujar Ignatius.
Menurutnya, penyelesaian persoalan harus ditempuh melalui jalur hukum dan tidak boleh berkembang menjadi konflik antarkelompok. Ia juga mengajak masyarakat tetap berpegang pada empat pilar kebangsaan sebagai landasan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Kasat Intelkam Polresta Tanjungpinang AKP Monang P. Silalahi menilai komunikasi dengan tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan penting dilakukan setelah terjadi peristiwa yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan serta tidak mengambil tindakan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga keamanan serta persatuan di wilayah Kepulauan Riau,” kata Monang.
Menurut dia, komunikasi lintas elemen diharapkan mampu mencegah munculnya aksi lanjutan yang dapat memperburuk situasi.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun kesepahaman bahwa persoalan yang terjadi di Batam harus diselesaikan melalui mekanisme hukum. Masyarakat diminta memberikan ruang kepada aparat untuk melakukan penyelidikan dan penegakan hukum.
Persatuan Keluarga Flores dan Polresta Tanjungpinang juga menegaskan pentingnya menjaga Kepri sebagai ruang bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Toleransi, persaudaraan dan komunikasi dinilai menjadi modal penting untuk menjaga situasi keamanan di Bumi Segantang Lada tetap aman dan kondusif.
- Penulis: Melly

Jadikan
Saat ini belum ada komentar