BP Batam Dukung Monumen Simpang Barelang, Kawasan Disiapkan Jadi Landmark Baru
- account_circle Melly
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Visualisasi rancangan monumen dan penataan lanskap Bundaran Ufuk Selatan, Simpang Barelang, Batam.
Batam,
– Penataan kawasan Simpang Barelang di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung, memasuki tahap awal. Badan Pengusahaan (BP) Batam menyatakan mendukung pembangunan monumen yang diharapkan memperkuat identitas visual sekaligus memperindah salah satu kawasan strategis di Kota Batam.
Monumen tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Batamindo Investment Cakrawala. Oleh Lembaga Adat Melayu (LAM), kawasan itu diberi nama Bundaran Ufuk Selatan.
Pembangunan tidak hanya menyasar bangunan monumen. Kawasan seluas sekitar 7.850 meter persegi tersebut juga akan ditata dengan berbagai elemen lanskap, seperti planter box, plaza, hardscape dan softscape berupa hamparan rumput.

Konsep penataan juga dilengkapi pencahayaan LED, signage, kamera CCTV serta fasilitas penyiraman taman. Kehadiran berbagai fasilitas tersebut diharapkan membuat kawasan lebih tertata dan memiliki tampilan yang representatif, termasuk saat malam hari.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan dan penataan kawasan merupakan bentuk kolaborasi yang perlu didukung.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Amsakar, Senin (14/9/2026).
Menurut Amsakar, pekerjaan awal proyek, termasuk pemagaran area, telah dimulai sejak 11 September 2026. Penataan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun wajah kota yang lebih tertata sekaligus memperkuat daya tarik Batam bagi investor maupun wisatawan.
Ia menilai Simpang Barelang memiliki posisi penting sehingga penataannya tidak semata-mata berorientasi pada estetika. Aspek keselamatan, lingkungan dan kelancaran lalu lintas juga harus diperhatikan selama proses pembangunan berlangsung.
“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” kata Amsakar.
Dengan konsep tersebut, Bundaran Ufuk Selatan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai titik pertemuan arus lalu lintas, tetapi juga berkembang menjadi salah satu penanda kawasan di Batam.
BP Batam menyatakan pembangunan akan terus dikawal agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi kawasan serta masyarakat.
- Penulis: Melly

Jadikan
Saat ini belum ada komentar