Lantik IWSS Kepri, Andi Nurhiyari Bicara Keteguhan Perempuan Bugis dan Warisan Budaya
- account_circle A. Ridwan
- calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum PP IWSS Dra. Hj. Andi Nurhiyari melantik Nenny Dwiyana Nyanyang sebagai Ketua Pimpinan Wilayah IWSS Kepri bersama jajaran pengurus periode 2026–2031 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Minggu (18/10/2026).
TANJUNGPINANG,
– Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PP IWSS), Dra. Hj. Andi Nurhiyari, M.Si., mengingatkan pengurus IWSS Kepulauan Riau agar tidak terjebak pada banyaknya program kerja tanpa manfaat nyata. Menurutnya, keberhasilan organisasi justru ditentukan oleh seberapa besar kehadirannya dirasakan dan dirindukan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Andi Nurhiyari seusai melantik Nenny Dwiyana Nyanyang sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IWSS Kepri bersama jajaran pengurus periode 2026–2031 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Minggu (18/10/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Andi Nurhiyari mengibaratkan kepengurusan yang baru dilantik sebagai sebuah perahu yang telah siap berlayar. Namun, arah perjalanan organisasi harus ditentukan melalui program yang sederhana, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Layar sudah berkembang, perahu sudah siap dibawa. Tentunya harus dibawa dengan program-program. Harapan kami jangan terlalu tinggi program itu, cukup sederhana, tetapi manfaatnya dirasakan masyarakat dan IWSS selalu dirindukan di tempat ini,” ujar Andi Nurhiyari.
Ia menegaskan, IWSS tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul perempuan keturunan Sulawesi Selatan, tetapi juga harus mampu menjaga ikatan persaudaraan sekaligus berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat di daerah perantauan.

Acara pelantikan Ketua Pimpinan Wilayah IWSS Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2031 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Kota Tanjungpinang, Minggu (18/10/2026).
Andi Nurhiyari mengungkapkan, jaringan IWSS kini tidak hanya berkembang di berbagai wilayah Indonesia, tetapi juga menjangkau sejumlah negara, termasuk Malaysia, Kanada, dan Amerika Serikat, khususnya California.
Luasnya jaringan tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan tersendiri dalam mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Sulawesi Selatan yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Ia bahkan menyampaikan undangan terbuka kepada Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dan jajaran pengurus IWSS Kepri untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga besar IWSS di luar negeri.
“Kalau Bapak Wakil Gubernur dan Ibu Ketua IWSS Kepri ingin berkunjung ke sana, silakan. Insyaallah teman-teman IWSS di sana akan menyambut dan menjemput,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Nurhiyari juga menyinggung karakter perempuan Sulawesi Selatan yang sejak dahulu dikenal memiliki keteguhan, keberanian, dan kesetiaan dalam mendampingi keluarga.
Ia menggambarkan kehidupan masyarakat Bugis-Makassar yang memiliki tradisi merantau dan melaut. Pada masa lalu, tidak sedikit laki-laki meninggalkan kampung halaman dalam waktu panjang untuk mencari penghidupan, sementara perempuan memikul tanggung jawab menjaga keluarga.
Menurutnya, nilai kesetiaan dan tanggung jawab tersebut menjadi bagian dari pendidikan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga masyarakat Sulawesi Selatan.
Andi Nurhiyari juga menyoroti keberanian perempuan Bugis-Makassar yang bersedia meninggalkan kampung halaman untuk mengikuti perjalanan hidup suaminya, menghadapi lingkungan baru, serta membangun kehidupan keluarga di tanah perantauan.
Keberanian dan kemampuan beradaptasi itu, menurutnya, turut membentuk kemandirian perempuan Sulawesi Selatan, termasuk dalam menjalankan kegiatan perdagangan dan usaha keluarga.
Ia menilai perempuan memiliki peranan penting dalam menjaga ketahanan keluarga, bukan hanya melalui tanggung jawab rumah tangga, tetapi juga lewat kemampuan bekerja, berusaha, dan beradaptasi dengan keadaan.
Selain pemberdayaan perempuan, Andi Nurhiyari memberikan perhatian khusus terhadap pelestarian budaya Sulawesi Selatan. Menurutnya, kehidupan di perantauan dapat membuat generasi penerus semakin jauh dari bahasa, adat istiadat, dan nilai-nilai leluhur apabila tidak ada ruang untuk mewariskannya.
Karena itu, IWSS diharapkan menjadi rumah bersama untuk memperkenalkan dan mempertahankan filosofi sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, yakni nilai saling memanusiakan, menghormati, dan mengingatkan.
Ia menjelaskan, masyarakat Sulawesi Selatan memiliki tata krama dalam berkomunikasi yang memperhatikan usia, kedudukan, serta hubungan antarsesama. Cara berbicara dengan orang yang lebih tua, misalnya, memiliki bentuk penghormatan tersendiri dibandingkan komunikasi dengan teman sebaya.
Nilai kesantunan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
Meski demikian, Andi Nurhiyari mengingatkan bahwa menjaga identitas budaya tidak berarti memaksakan adat istiadat sendiri kepada masyarakat di daerah lain.
Ia menekankan pentingnya menghormati tradisi masyarakat setempat, terutama di Kepulauan Riau yang menjadi rumah bagi berbagai kelompok etnis dan budaya.
Baginya, masyarakat Sulawesi Selatan harus mampu menjaga jati diri tanpa mengabaikan adat istiadat daerah tempat mereka menetap. Keberagaman justru perlu dirawat melalui sikap saling menghargai agar tidak menimbulkan pertentangan.
Menjelang akhir sambutannya, Andi Nurhiyari menyampaikan bahwa pidato pada pelantikan IWSS Kepri tersebut menjadi salah satu momen penting menjelang berakhirnya masa kepemimpinannya di tingkat pusat.
Ia mengungkapkan bahwa PP IWSS dijadwalkan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) pada November 2026 untuk membahas keberlanjutan kepemimpinan dan arah organisasi.
Andi Nurhiyari menyebut sambutannya di Kepulauan Riau sebagai sambutan terakhirnya dalam kapasitas Ketua Umum PP IWSS menjelang pelaksanaan Munas tersebut.
Di hadapan pengurus yang baru dilantik, ia kembali menyampaikan ucapan selamat kepada Nenny Dwiyana Nyanyang dan berharap kepengurusan IWSS Kepri mampu menjaga kekompakan serta membangun organisasi yang memberikan manfaat nyata.
Pelantikan tersebut mengusung tema “Perempuan Berdaya, Budaya Terjaga, IWSS Kepri Jaya”, sekaligus menjadi awal tanggung jawab kepengurusan baru untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, melestarikan warisan budaya, dan menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di Bumi Segantang Lada.
Penulis A. Ridwan
A. Ridwan adalah seorang jurnalis dan pengamat UMKM yang aktif mengangkat dinamika ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah Kepulauan Riau. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Muda pada tahun 2026, ia konsisten menghadirkan karya jurnalistik yang tajam, berimbang, dan berfokus pada pemberdayaan sektor usaha lokal agar mampu naik kelas di kancah nasional.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar