Dugaan Curas di Tanjung Buntung Ternyata Rekayasa, Polisi Temukan Fakta Sebenarnya
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polsek Bengkong bersama Jatanras Satreskrim Polresta Barelang mengungkap dugaan curas di Tanjung Buntung ternyata rekayasa, Batam, (22/09/2026).
Batam,
– Kabar dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) yang sempat membuat warga Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, resah akhirnya terungkap. Hasil penyelidikan Polsek Bengkong bersama Jatanras Satreskrim Polresta Barelang menyatakan peristiwa perampokan tersebut tidak pernah terjadi.
Kasus ini bermula pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Seorang pria berinisial RS (40) ditemukan dalam kondisi terluka di sebuah warung di kawasan Tanjung Buntung.
RS kemudian dibawa warga ke RS Budi Kemuliaan untuk mendapatkan perawatan. Kepada warga dan keluarganya, ia sempat mengaku menjadi korban pencurian dengan kekerasan.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi. Penyidik tidak hanya mendatangi lokasi dan meminta keterangan saksi, tetapi juga menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar tempat kejadian.
Dari penelusuran itu, polisi tidak menemukan rekaman aktivitas yang menunjukkan adanya aksi perampokan sebagaimana cerita awal.
Kecurigaan penyidik semakin menguat setelah pemeriksaan di dalam warung menemukan sebuah pisau cutter berwarna hitam yang diduga berkaitan dengan luka yang dialami RS.
Polisi kemudian memperdalam pemeriksaan terhadap RS dan keluarganya. Dalam proses klarifikasi di kediaman kerabatnya di kawasan Green Nongsa City, RS akhirnya mengakui bahwa cerita mengenai perampokan tersebut tidak benar.
Menurut keterangan yang disampaikan kepada polisi, luka yang dialaminya berkaitan dengan tindakan melukai diri sendiri yang dipicu persoalan keluarga, tekanan ekonomi dan masalah utang-piutang, termasuk pinjaman daring.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono melalui Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dan pengecekan terhadap berbagai informasi yang muncul.
Hasil penyelidikan menunjukkan tidak terdapat fakta yang mendukung adanya tindak pidana curas di lokasi tersebut.
Setelah fakta terungkap, RS menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Batam dan kepolisian.
Ia mengakui telah membuat cerita seolah-olah terjadi perampokan di warungnya sehingga informasi tersebut berkembang di tengah masyarakat dan media sosial.
“Saya dengan ini memohon maaf kepada seluruh warga Kota Batam serta Polresta Barelang dan Polsek Bengkong atas kegaduhan yang terjadi di media sosial terkait dugaan perampokan di warung saya pada Selasa, 22 September 2026. Kejadian tersebut tidak benar,” ujar RS dalam klarifikasinya.
RS juga mengakui bahwa cerita tersebut dibuat sendiri dan menyampaikan bahwa luka yang dialaminya berkaitan dengan persoalan pribadi dan ekonomi.
Dalam penanganan perkara ini, polisi mengamankan satu pisau cutter, dokumentasi lokasi serta hasil pengecekan rekaman CCTV sebagai bagian dari bahan penyelidikan.
Polresta Barelang mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar sebelum mendapatkan kepastian dari sumber resmi. Informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait tindak kriminal, berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kepolisian mengimbau warga yang mengalami atau mengetahui suatu kejadian agar segera melaporkannya melalui layanan Polisi 110, sehingga informasi dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan sesuai fakta di lapangan.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar