LPTQ Batam Siapkan Kafilah untuk Target 10 Besar Nasional
- account_circle Melly
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Daerah sekaligus Ketua LPTQ Kota Batam, Firmansyah, menyampaikan hal tersebut saat membuka musyawarah pembinaan kafilah untuk target 10 besar nasional di Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (24/10/2026).
BATAM,
— Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Batam mulai mengarahkan pembinaan kafilah untuk mendukung target Kepulauan Riau masuk 10 besar nasional. Evaluasi potensi peserta dan penguatan latihan pada setiap cabang menjadi perhatian dalam Musyawarah Kerja LPTQ Batam 2026.
Sekretaris Daerah sekaligus Ketua LPTQ Kota Batam, Firmansyah, menyampaikan hal tersebut saat membuka musyawarah di Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, keberhasilan Batam mempertahankan juara umum MTQ tingkat Provinsi Kepri perlu diikuti persiapan menghadapi persaingan nasional. Pembinaan tidak cukup berhenti pada pencapaian di tingkat daerah.
“Kami mengajak pengurus LPTQ maupun organisasi kemasyarakatan Islam lainnya, untuk bersama-sama membina para peserta agar mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Evaluasi perlu dilakukan terhadap cabang-cabang yang berpotensi meraih hasil terbaik,” ujar Firmansyah.
Ia menyebut hampir 70 persen peserta yang mewakili Kepri pada MTQ tingkat nasional berasal dari Batam. Besarnya kontribusi tersebut, menurutnya, perlu ditopang program latihan yang berkelanjutan dan sesuai kebutuhan masing-masing cabang.
Firmansyah berharap persiapan itu dapat memperkuat penampilan kafilah Kepri pada MTQH Nasional 2027 yang disebutnya akan berlangsung di Jakarta.
“Kita berharap keikutsertaan pada MTQH Nasional 2027 di Jakarta nanti dapat memberikan warna dan membawa kebanggaan bagi Provinsi Kepulauan Riau. Dengan pembinaan yang baik dan kerja bersama, kita optimistis target tersebut dapat dicapai,” katanya.

Foto bersama peserta musyawarah kerja LPTQ Batam 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (24/10/2026).
Untuk mendukung kegiatan dan pembinaan, Pemko Batam mengalokasikan hibah lebih dari Rp1 miliar kepada LPTQ Kota Batam. Dana tersebut diharapkan digunakan secara efektif, transparan, dan bertanggung jawab, termasuk untuk mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi.
Musker diikuti sekitar 100 peserta dari unsur pengurus LPTQ kota, ketua LPTQ kecamatan, serta camat se-Batam. Selain mengevaluasi kegiatan sebelumnya, forum ini membahas agenda pembinaan dan pengembangan syiar Al-Qur’an.
Firmansyah meminta hasil musyawarah diterjemahkan menjadi program yang dapat dijalankan bersama. Ia juga mengajak peserta menyikapi perbedaan pendapat sebagai bagian dari upaya memperbaiki pembinaan.
“Perbedaan pandangan dalam musyawarah adalah hal yang wajar. Namun, mari kita satukan tekad dan bermufakat demi kemajuan pembinaan Al-Qur’an di daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.
- Penulis: Melly

Jadikan





Saat ini belum ada komentar