Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN di Tengah Krisis Listrik Batam–Bintan
- account_circle Suyono Saeran
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dicopot dari jabatannya melalui RUPSLB daring, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Jakarta,
– Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, resmi dicopot dari jabatannya dan digantikan Suroso Isnandar melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring, Rabu (14/10/2026).
Pergantian pucuk pimpinan perusahaan listrik milik negara tersebut dikonfirmasi Komisaris Independen PLN, Andi Arief.
“Iya, pergantian dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso,” kata Andi Arief sebagaimana dikutip dari ANTARA, Rabu (14/10/2026).
Suroso sebelumnya menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Untuk sementara, ia merangkap kedua jabatan tersebut hingga ditunjuk pejabat definitif untuk posisi yang ditinggalkannya.
Pergantian kepemimpinan PLN ini berlangsung di tengah sorotan terhadap keandalan sistem kelistrikan, menyusul pemadaman besar atau blackout yang melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Senin (12/10/2026).
Gangguan tersebut menjadi perhatian karena pasokan listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat sekaligus penopang aktivitas industri, perdagangan, dan investasi di wilayah Kepulauan Riau.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang mengaitkan pencopotan Darmawan dengan insiden pemadaman listrik di Batam–Bintan.
Sementara itu, penyebab gangguan kelistrikan masih dalam penelusuran. Sejumlah dugaan teknis mengemuka, termasuk gangguan pada instalasi dan jaringan listrik.
Pergantian direksi ini sekaligus menjadi tantangan bagi Suroso untuk memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap PLN.
Penulis Suyono Saeran
Pengalaman jurnalistiknya membentang dari tahun 1999. Mulai SKM Genta, Media Kepri, Harian Lantang, Kepri Bangkit dan lainnya. Selain sebagai jurnalis, Ia juga penulis buku yang produktif. Sudah lima buku yang dihasilkannya mulai dari Perjalanan Meraih Mimpi, Kepri Terang, Ansar: Guru Ngaji Jadi Gubernur Kepri, Dari Lex Baux ke Dapur Arang dan Mutiara di Air Saga.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar