Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Nasional » Kunjungi Sekolah Rakyat Tanpa Pemberitahuan, Seskab Teddy Terharu Mendengar Cita-Cita Anak Yatim Piatu

Kunjungi Sekolah Rakyat Tanpa Pemberitahuan, Seskab Teddy Terharu Mendengar Cita-Cita Anak Yatim Piatu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JAKARTA, – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengaku terharu setelah mendengar kisah seorang siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang bercita-cita menjadi dokter spesialis meski telah kehilangan kedua orang tuanya sejak kecil.

Siswa bernama Al Tariq itu menjadi salah satu anak yang ditemui Teddy saat melakukan kunjungan mendadak ke sekolah tersebut pada Minggu (25/10/2026) malam.

Teddy sengaja datang tanpa pemberitahuan setelah kembali dari Hambalang untuk melihat langsung kondisi sekolah dan keseharian para siswa menjelang waktu istirahat.

“Tadi malam, sepulang dari Hambalang, saya menyempatkan diri mampir ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang, Jawa Barat. Sengaja datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, karena ingin melihat langsung keseharian anak-anak menjelang waktu istirahat malam,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Teddy meninjau fasilitas pendidikan, ruang belajar, serta aktivitas para siswa yang tinggal di lingkungan sekolah.

Ia mengapresiasi kondisi bangunan dan fasilitas sekolah yang dinilainya memadai, termasuk perhatian tenaga pendidik dan wali asrama dalam mendampingi para siswa.

“Kepala sekolahnya seorang guru bahasa Inggris, didukung para guru dan wali asrama yang hebat-hebat, yang dengan penuh perhatian mendampingi anak-anak setiap harinya,” katanya.

Namun, salah satu momen yang paling membekas bagi Teddy adalah ketika berbincang dengan Al Tariq.

Anak tersebut kehilangan ayah dan ibunya sejak berusia tiga tahun. Meski demikian, ia tetap menyimpan harapan besar untuk melanjutkan pendidikan dan menjadi seorang dokter spesialis.

“Saya juga berkesempatan mendengar banyak cerita dari anak-anak. Salah satunya Al Tariq, yang sejak usia 3 tahun telah kehilangan kedua orang tuanya,” ungkap Teddy.

“Kini, di Sekolah Rakyat, ia kembali memiliki kesempatan untuk belajar dan punya cita-cita besar, ingin menjadi dokter spesialis terhebat di Indonesia suatu hari nanti,” lanjutnya.

Menurut keterangan pemerintah, program Sekolah Rakyat yang dikembangkan dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mencapai 265 sekolah dan membuka akses pendidikan bagi lebih dari 45 ribu anak.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Teddy berharap fasilitas pendidikan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu para siswa mengembangkan kemampuan sekaligus mengejar masa depan yang mereka inginkan.

“Semoga seluruh anak-anak Indonesia tanpa terkecuali, dapat meraih cita-cita mereka kelak,” pungkasnya.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less