Hotspot Riau Anjlok 73 Persen, Tersisa 12 Titik Setelah Hujan Mengguyur
- account_circle Ambok Akok
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi
Pekanbaru,
– Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau turun tajam dalam sehari. Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir turut membantu menekan kemunculan titik panas.
Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru pada Minggu (13/9/2026), hotspot di Riau tersisa 12 titik, turun jauh dibandingkan sehari sebelumnya yang masih mencapai 44 titik. Data tersebut juga diberitakan oleh Media Center Pemerintah Provinsi Riau.
Sebaran hotspot kini terkonsentrasi di dua wilayah. Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 11 titik, sedangkan Pelalawan terdeteksi satu titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan penurunan tersebut cukup signifikan dibandingkan pemantauan Sabtu (12/9/2026).
Pada hari sebelumnya, 44 hotspot masih terdeteksi di Riau. Rinciannya, Bengkalis satu titik, Indragiri Hilir 12 titik dan Indragiri Hulu 31 titik.
Artinya, dalam waktu 24 jam terjadi penurunan 32 titik atau sekitar 73 persen.
Penurunan hotspot tersebut terjadi bersamaan dengan hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi basah membuat kelembapan lahan meningkat sehingga membantu menekan potensi munculnya titik panas baru.
Meski demikian, turunnya angka hotspot belum berarti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepenuhnya berakhir. BMKG sendiri menjelaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak selalu identik dengan titik kebakaran. Deteksi juga dapat terganggu tutupan awan atau blank zone.
Karena itu, angka 12 titik tetap perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah yang masih terdeteksi hotspot.
Untuk kondisi cuaca Minggu, Riau diprakirakan didominasi udara kabur hingga berawan.
Pada pagi hari, kondisi udara diperkirakan kabur dan berawan. Memasuki siang hingga sore, cuaca berpotensi berubah menjadi kabur hingga cerah berawan.
Sementara pada malam hari, udara diprakirakan masih kabur hingga berawan. Hujan lokal dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir dan Kota Dumai.
Pada dini hari, kondisi udara kembali diprakirakan kabur hingga berawan.
Suhu udara Riau diperkirakan berada pada kisaran 23–34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 50–98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter, yang masih berada dalam kategori rendah.
Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Sumatera, jumlah hotspot Riau saat ini relatif rendah.
Total hotspot di Sumatera yang terpantau hingga pukul 23.00 WIB mencapai 673 titik. Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 487 titik, disusul Bangka Belitung 78 titik dan Lampung 68 titik. Riau berada jauh di bawah ketiga wilayah tersebut dengan 12 titik.
Provinsi lainnya tercatat Jambi tujuh titik, Bengkulu 11 titik, Sumatera Utara enam titik, Kepulauan Riau dua titik, Aceh satu titik dan Sumatera Barat satu titik.
Penurunan hotspot di Riau menjadi kabar positif setelah sebelumnya jumlah titik panas sempat meningkat tajam. Bahkan pada 9 September, Riau sempat tercatat menyumbang 245 hotspot di Sumatera.
Namun, kondisi tersebut belum menjadi alasan untuk menurunkan kewaspadaan.
Hujan memang membantu memadamkan ancaman, tetapi pencegahan karhutla tetap harus berjalan. Pemantauan hotspot, patroli kawasan rawan, kesiapsiagaan personel dan respons cepat terhadap laporan kebakaran tetap diperlukan, terutama apabila cuaca kembali panas dan kering.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan terus mengikuti informasi cuaca serta perkembangan hotspot dari BMKG.
Penulis Ambok Akok
Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama sejak 2018 dan Juara III Lomba Menulis Kemaritiman yang ditaja UPN Veteran Yogyakarta dan Dubes Konsulat Amerika Serikat di Medan pada tahun 2021.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar