BP Batam Uji Subdrain di 18 Titik Rawan Genangan Batam Center
- account_circle Melly
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Badan Pengusahaan Batam menguji sistem subdrain di 18 titik rawan genangan, Batam Center, Selasa (15/9/2026).
Batam,
– Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai melakukan pengujian sistem subdrain di 18 titik yang selama ini teridentifikasi rawan genangan di kawasan Central Business District (CBD) Batam Center.
Metode tersebut diuji sebagai salah satu alternatif untuk mempercepat aliran air dari permukaan jalan menuju jaringan drainase, sehingga genangan di badan jalan diharapkan dapat surut dalam waktu lebih singkat.
Sejumlah lokasi yang menjadi titik uji coba berada di sekitar Mega Mall, Batam City Mall (BCM), BRI, Mitra 10, Bank Mandiri hingga halte Pos Indonesia. Titik lainnya tersebar di kawasan CBD Batam Center.
Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi lapangan, khususnya kawasan yang kerap mengalami genangan ketika hujan turun.
Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan sistem tersebut masih dalam tahap pengujian untuk melihat sejauh mana kemampuannya mempercepat masuknya air ke jaringan drainase.
“Yang kami lihat adalah bagaimana air bisa lebih cepat masuk ke sistem drainase. Karena itu, sistem subdrain ini kami uji terlebih dahulu di titik-titik yang berdasarkan evaluasi memiliki persoalan genangan,” ujar Mouris didampingi Direktur Pembangunan Infrastruktur BP Batam Wulung Dahana, Selasa (15/9/2026).
Dari pengujian awal di 18 lokasi, BP Batam melihat air dapat lebih cepat masuk ke saluran drainase. Namun, hasil tersebut belum menjadi kesimpulan akhir mengenai efektivitas metode tersebut.
BP Batam masih akan melakukan evaluasi dengan melihat respons sistem terhadap berbagai kondisi hujan, termasuk intensitas curah hujan yang berbeda.
“Ini masih tahap uji coba. Hasilnya akan terus kami evaluasi, terutama saat menghadapi intensitas dan kondisi hujan yang berbeda. Dari situ akan dilihat apakah metode ini efektif untuk dikembangkan di lokasi lainnya,” kata Mouris.
Penerapan subdrain untuk sementara difokuskan di kawasan CBD Batam Center sebagai tahap awal. Metode tersebut dipertimbangkan karena dapat diterapkan secara bertahap tanpa harus langsung melakukan perubahan besar terhadap sistem drainase yang sudah ada.
Selain aspek teknis, efisiensi pembiayaan juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengujian metode tersebut.
Hasil evaluasi dari 18 titik akan digunakan BP Batam untuk menentukan kemungkinan penerapan sistem serupa di kawasan lain. Pengembangan nantinya tetap akan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing lokasi.
Mouris menegaskan, penanganan genangan perlu dilakukan berdasarkan persoalan spesifik di setiap kawasan, sehingga solusi yang diterapkan tidak harus selalu sama.
“Kami ingin memastikan setiap upaya yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat di lapangan. Kalau hasil evaluasi menunjukkan metode ini efektif, tentu akan kami pertimbangkan untuk diterapkan di lokasi lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Pengujian sistem subdrain ini menjadi bagian dari upaya BP Batam mengevaluasi infrastruktur drainase dan mencari pendekatan yang dapat membantu mengurangi persoalan genangan di sejumlah kawasan perkotaan Batam.
- Penulis: Melly

Jadikan
Saat ini belum ada komentar