Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Nasional » Ayu Aulia Pertanyakan Penyebaran Video Dirinya Saat Menangis di Kantor PWI Kepri

Ayu Aulia Pertanyakan Penyebaran Video Dirinya Saat Menangis di Kantor PWI Kepri

  • account_circle Ady Indra Pawennari
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta, — Selebgram Ayu Aulia mengaku kecewa setelah video dirinya saat menangis dan menceritakan persoalan pribadi di Graha Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau (Kepri), Ruko Purimas, Batam, Sabtu (26/9/2026), beredar di sejumlah platform.

Ayu menyampaikan keberatannya karena menurut pengakuannya, ia tidak mengetahui adanya perekaman visual saat dirinya menyampaikan cerita tersebut.

“Saya kecewa, Mas. Saya itu awalnya hanya ingin jalan-jalan di Batam. Terus, saya ada kenalan wartawan di Batam dan saya telepon minta diantar ke psikiater. Ternyata, saya dibawa ke kantor PWI Kepri,” ungkap Ayu kepada wartawan , Minggu (4/10/2026).

Menurut Ayu, dirinya sempat mempertanyakan alasan dibawa ke kantor PWI Kepri. Ia kemudian mendapat penjelasan bahwa wartawan tersebut ingin mewawancarainya terkait pemberitaan mengenai dirinya yang dianggap masih simpang siur.

“Mereka bilang, boleh nggak saya bercerita tentang berita yang simpang siur itu. Saya bilang boleh. Terus, mereka juga cerita kalau hubungan PWI Kepri dengan Pak Gubernur lagi tidak baik. Sudah tiga kali bersurat, tapi ditolak,” ujarnya.

Ayu mengatakan, saat berada di kantor PWI Kepri, ia kemudian menceritakan sejumlah persoalan pribadi yang menurutnya membutuhkan penyelesaian. Dalam suasana tersebut, ia mengaku menangis ketika mengungkap pengalaman masa lalunya.

Belakangan, Ayu mengetahui adanya video yang memperlihatkan dirinya saat menangis tersebut beredar. Ia mengaku tidak pernah memberikan persetujuan untuk perekaman dan penyebarluasan video tersebut.

“Saya betul-betul merasa tidak nyaman. Saya menceritakan itu semua supaya persoalan saya mendapat solusi penyelesaian. Saya juga paham Undang-Undang Nomor 40 tentang Pers. Menurut saya, seharusnya ada konfirmasi kepada Bupati Bintan,” katanya.

Ayu juga menyoroti kedatangan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad yang merupakan ayah Roby Kurniawan ke kantor PWI Kepri setelah dirinya berada di tempat tersebut.

Ia mengatakan tidak mempersoalkan kedatangan gubernur. Namun, Ayu mempertanyakan apakah persoalan yang sebelumnya ingin ia sampaikan kepada Bupati Bintan Roby Kurniawan turut menjadi bagian dari pembicaraan.

“Saya sudah lihat foto-foto Pak Gubernur datang ke kantor PWI Kepri. Saya juga sudah baca beritanya. Katanya, kemarin hubungannya nggak bagus. Tapi, setelah saya datang dan menangis, Pak Gubernur akhirnya datang,” kata Ayu.

Ayu kemudian menyampaikan kekecewaannya karena menurut dia, tujuan awal dirinya diwawancarai adalah untuk membantu menyampaikan persoalan yang ingin dikomunikasikannya kepada Roby Kurniawan.

“Katanya untuk membantu saya dan kepentingan konfirmasi. Tapi, Pak Gubernur datang ke PWI Kepri, ceritanya malah lain. Kepentingan saya nggak disinggung sama sekali,” ujarnya.

PWI Kepri Belum Memberikan Tanggapan

telah meminta tanggapan Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani mengenai pernyataan Ayu Aulia yang mengaku kecewa dan merasa tidak nyaman dengan beredarnya video tersebut.

Konfirmasi disampaikan melalui sambungan telepon sebanyak tiga kali dan pesan WhatsApp pada Minggu (4/10/2026). Hingga berita ini diterbitkan, Saibansah belum memberikan tanggapan.

membuka ruang bagi PWI Kepri maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis

Memulai karier jurnalistiknya sejak tahun 1996 di SKM GeNTA, Suara Riau, Sijori Mandiri hingga mendirikan bintanpos.com, media siber pertama di Kepulauan Riau tahun 2001. Kini, Ia menjabat sebagai Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Selat Malaka ke Laut Natuna Utara: Kejahatan Laut Kepri Harus Dihentikan

    Dari Selat Malaka ke Laut Natuna Utara: Kejahatan Laut Kepri Harus Dihentikan

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    – Selat Malaka adalah urat nadi perdagangan. Namun bagi Kepulauan Riau, laut yang sama juga menjadi garis depan menghadapi kejahatan lintas negara. Kapal-kapal datang dan pergi. Nelayan mencari nafkah. Barang bergerak dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Manusia melintas antarnegara. Di tengah aktivitas itu, jaringan narkotika, perdagangan orang dan penyelundupan manusia juga membaca laut sebagai […]

  • Irjen Pol Suhendri menerima penunjukan Kapolda Kepulauan Riau di Jakarta

    Pernah Pimpin Polres Tanjungpinang, Suhendri Kini Jabat Kapolda Kepri

    • calendar_month 12 jam yang lalu
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Irjen Pol Suhendri resmi ditunjuk menjadi Kapolda Kepulauan Riau dalam serah terima jabatan di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (03/10/2026).

  • Kuota Ekspor Pisang dan Nanas Indonesia ke Jepang Naik, Eksportir Diminta Cermati Aturan Baru

    Kuota Ekspor Pisang dan Nanas Indonesia ke Jepang Naik, Eksportir Diminta Cermati Aturan Baru

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta, – Peluang ekspor komoditas hortikultura Indonesia ke Jepang semakin terbuka. Pemerintah menaikkan kuota ekspor pisang dan nanas melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 21 Tahun 2026. Dalam aturan terbaru tersebut, kuota ekspor pisang ke Jepang meningkat dari sebelumnya 1.000 ton menjadi 4.000 ton per tahun. Sementara kuota nanas bertambah dari 300 ton menjadi 800 […]

  • Polisi: Bentrokan Setokok Dipicu Sengketa Lahan, Enam Orang Diamankan

    Polisi: Bentrokan Setokok Dipicu Sengketa Lahan, Enam Orang Diamankan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle A. Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, – Polisi memastikan bentrokan antar kelompok yang terjadi di kawasan Setokok, Kota Batam, berkaitan dengan persoalan sengketa lahan. Dalam insiden tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Polresta Barelang kini masih mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat dalam bentrokan. Sedikitnya enam orang telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Kapolresta Barelang Kombes […]

  • Deportasi WNA Malaysia lewat Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

    WNA Malaysia Dideportasi dari Pekanbaru, Imigrasi Tegaskan Penindakan Sesuai Aturan

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pekanbaru, – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru memulangkan seorang warga negara Malaysia berinisial MMM setelah yang bersangkutan dinyatakan melanggar ketentuan keimigrasian di Indonesia. Deportasi terhadap perempuan berkewarganegaraan Malaysia itu dilakukan melalui Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Jumat (18/9/2026). MMM diberangkatkan ke Kuala Lumpur menggunakan penerbangan AirAsia AK-428. Keputusan deportasi diambil setelah petugas […]

  • Pembangunan Museum Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kepri

    Museum Bahasa Nasional Mulai Dibangun di Pulau Penyengat

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle A. Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, — Bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pembangunan Museum Bahasa Nasional mulai dilaksanakan di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Pembangunan museum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan budaya Melayu, sekaligus memperkenalkan peran penting bahasa Melayu dalam perkembangan bahasa Indonesia. Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad mengatakan, […]

expand_less