Dewi Ansar Kukuhkan FK Tagana Kepri, Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 52 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dewi Kumalasari Ansar mengukuhkan Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Provinsi Kepri masa bakti 2025–2028 di Aula Dinas Sosial Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Rabu (30/09/2026).
Tanjungpinang,
— Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri sekaligus Bunda Tagana Kepri, Dewi Kumalasari Ansar, mengukuhkan Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Provinsi Kepri masa bakti 2025–2028 di Aula Dinas Sosial Provinsi Kepri, Rabu (30/9/2026).
Pengukuhan tersebut turut dirangkaikan dengan pemantapan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Provinsi Kepri Tahun 2026. Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Sosial Kepri Mahadi Rahman beserta jajaran dan para anggota Tagana.
Dewi Ansar meminta pengurus FK Tagana yang baru dikukuhkan tidak sekadar menjalankan fungsi organisasi, tetapi mampu memperkuat kesiapsiagaan di lapangan, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
“Selamat kepada pengurus FK Tagana Kepri yang telah dikukuhkan. Semoga dapat bekerja dengan baik, siaga, sigap, dan cepat tanggap dalam menghadapi berbagai bencana yang terjadi,” ujar Dewi Ansar.
Dewi mengatakan bencana dapat terjadi kapan saja dengan tingkat dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, kesiapan personel menjadi bagian penting agar respons terhadap masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Menurutnya, Tagana harus mampu hadir sejak fase tanggap darurat hingga membantu proses penanganan di lapangan sesuai tugas dan kapasitasnya.
“Tagana harus menjadi garda utama yang cepat tanggap dalam membantu, menyelamatkan, bahkan mencari solusi dalam menanggulangi bencana yang terjadi,” katanya.
Salah satu ancaman yang perlu mendapat perhatian, lanjut Dewi, adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi geografis Kepri yang terdiri atas wilayah kepulauan juga membutuhkan kesiapan personel untuk merespons berbagai kemungkinan bencana di daerah.
Karena itu, ia meminta seluruh anggota Tagana terus meningkatkan kemampuan, koordinasi dan kesiapan apabila sewaktu-waktu harus diterjunkan membantu masyarakat.
“Keberanian, profesionalisme, dan kecepatan dalam membantu masyarakat yang mengalami bencana merupakan hal yang harus dimiliki Tagana. Namun, yang terpenting adalah tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri dalam menjalankan tugas pengabdian,” tegasnya.
Dewi menegaskan Pemprov Kepri akan terus memberikan dukungan terhadap program dan kegiatan Tagana, termasuk melalui dukungan anggaran.
Meski demikian, ia mengakui kondisi efisiensi dan keterbatasan fiskal saat ini menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah daerah, kata dia, tetap berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan dan prioritas yang ada.
“Kita harapkan kondisi anggaran kita membaik,” ujarnya.
Dewi juga menyampaikan harapan agar Kepri dapat menjadi tuan rumah Jambore Tagana Nasional pada 2028 atau 2029. Menurutnya, penyelenggaraan agenda nasional tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas sekaligus memperkenalkan potensi Kepri sebagai daerah kepulauan.
“Harapan besar kita bersama untuk menjadikan Kepri sebagai tuan rumah Jambore Tagana Nasional pada 2028 atau 2029 dapat terkabul. Amin,” ucapnya.
Pengukuhan FK Tagana sekaligus pemantapan TRC tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kepulauan Riau.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan




Saat ini belum ada komentar