PLN UP3 Tanjungpinang Gelar Simulasi Tanggap Darurat 2026, Libatkan Sejumlah Instansi
- account_circle A. Ridwan
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

PLN UP3 Tanjungpinang menggelar Simulasi Tanggap Darurat 2026 melibatkan kepolisian, Basarnas, RSUD, dan unit internal, Tanjungpinang, Kamis (24/9/2026).
Tanjungpinang,
— Bacadulu.id PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjungpinang menggelar Simulasi Tanggap Darurat Tahun 2026 di Co-Working Space PLN UP3 Tanjungpinang, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan ini merupakan program kerja yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan, kompetensi, serta pemahaman pegawai dan pekerja terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya dalam menghadapi kondisi darurat maupun bencana di lingkungan kerja.
Simulasi tersebut melibatkan berbagai unsur dan instansi terkait, di antaranya kepolisian, Basarnas, RSUD Tanjungpinang, serta unsur internal PLN dari bidang K3, lingkungan dan keamanan.
Sejumlah pegawai dari berbagai unit kerja PLN turut mengikuti kegiatan tersebut, termasuk personel dari unit yang berada di wilayah terjauh. Hal ini membuat pelaksanaan simulasi melibatkan lebih banyak personel dan berlangsung secara lebih komprehensif.
Latih Kesiapan Hadapi Kondisi Darurat
Heru Eka Saputra, S.H., selaku Tim Leader K3, Lingkungan dan Keamanan PLN UP3 Tanjungpinang, mengatakan simulasi tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapan pegawai dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
“Kegiatan simulasi tanggap darurat ini dilakukan secara berkala setiap tahun. Ini merupakan program kerja sekaligus bagian dari peningkatan kemampuan di bidang K3. Tujuannya agar seluruh pegawai dan pekerja lebih terlatih serta siap ketika menghadapi kondisi darurat maupun bencana,” jelas Heru.
Menurutnya, keterlibatan sejumlah instansi menjadi bagian penting dalam simulasi karena penanganan kondisi darurat membutuhkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor.
Skenario Angin Puting Beliung hingga Kebakaran
Dalam simulasi tahun ini, PLN menyiapkan beberapa skenario keadaan darurat. Di antaranya angin puting beliung yang menyebabkan gangguan, situasi keamanan akibat aksi massa atau demonstrasi, hingga aksi pelemparan oleh masyarakat yang kemudian memicu kebakaran gedung.
Dalam skenario tersebut, gangguan yang terjadi belum selesai ditangani sehingga memicu keresahan masyarakat. Situasi kemudian berkembang menjadi aksi massa dan pelemparan yang menyebabkan kebakaran pada bagian gedung.
“Karena penyelesaian gangguan belum selesai, kemudian terjadi aksi demonstrasi. Ada masyarakat yang melakukan pelemparan sehingga menyebabkan kebakaran gedung. Dalam kondisi tersebut, kita menghubungi seluruh instansi yang terlibat untuk melakukan penyelamatan dan meminimalkan korban,” terang Heru.
Setelah kondisi darurat terjadi, tim PLN melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan, penyelamatan, evakuasi korban, pemadaman serta pengamanan lokasi.
Unsur kepolisian berperan dalam pengamanan situasi, sementara instansi lainnya memberikan dukungan sesuai tugas dan kompetensinya. Tim medis juga disiapkan untuk memberikan pertolongan kepada korban selama proses evakuasi.
Bukan Sekadar Seremonial
Heru menegaskan, simulasi tanggap darurat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel sekaligus mengevaluasi prosedur yang telah disiapkan.
“Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan agenda simulasi dapat dilaksanakan secara rutin. Yang paling penting adalah melatih kesiapan pegawai dan pekerja di lingkungan kerja, sehingga ketika benar-benar terjadi keadaan darurat, mereka sudah mengetahui apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Selain kesiapan personel, simulasi juga menguji proses komunikasi, koordinasi lintas instansi, prosedur evakuasi, penanganan korban, hingga upaya mengamankan aset penting milik PLN.
Aset yang menjadi perhatian dalam kondisi darurat meliputi gedung, arsip, dokumen sumber daya manusia (SDM), peralatan kerja, serta berbagai fasilitas penting lainnya.
Melalui pelaksanaan simulasi secara rutin, PLN UP3 Tanjungpinang berharap budaya keselamatan kerja semakin kuat dan seluruh pegawai maupun pekerja memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
“Simulasikan hari ini, siap tanggap saat terjadi,” menjadi pesan utama dalam pelaksanaan Simulasi Tanggap Darurat PLN UP3 Tanjungpinang Tahun 2026.
Penulis A. Ridwan
A. Ridwan adalah seorang jurnalis dan pengamat UMKM yang aktif mengangkat dinamika ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah Kepulauan Riau. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Muda pada tahun 2026, ia konsisten menghadirkan karya jurnalistik yang tajam, berimbang, dan berfokus pada pemberdayaan sektor usaha lokal agar mampu naik kelas di kancah nasional.

Jadikan



Saat ini belum ada komentar