Kapolri Dorong Mahasiswa UMSU Bijak Bermedia Digital dan Berani Berkarya
- account_circle Redaksi
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menyampaikan pesan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan.
Medan,
— Pesan tentang pentingnya menggunakan teknologi secara bijak menjadi salah satu sorotan dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) 2026.
Mengusung tema “Satu Klik, Sejuta Dampak”, kegiatan tersebut menyoroti tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berlangsung cepat.
Dalam kuliah umum kepada mahasiswa baru, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mendorong mahasiswa tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara produktif untuk menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Kapolri, perubahan teknologi menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus terus meningkatkan pengetahuan. Mahasiswa juga perlu membangun karakter, integritas dan keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
Perkembangan ruang digital, kata Kapolri, juga menghadirkan sejumlah risiko. Penggunaan media sosial yang tinggi tanpa diimbangi literasi digital dapat membuat masyarakat rentan terhadap hoaks, disinformasi, pencurian data, deepfake, phishing dan berbagai kejahatan siber.
Karena itu, mahasiswa diharapkan ikut menjaga ruang digital dengan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menghindari provokasi serta ikut merawat kerukunan dan persatuan.
Peran mahasiswa juga tidak berhenti di dunia digital. Di lingkungan kampus, mereka didorong menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, membangun budaya akademik dan meningkatkan kompetensi. Di tengah masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan, mengembangkan kewirausahaan serta menciptakan gagasan yang memberikan manfaat.
Kapolri juga menyoroti bonus demografi Indonesia yang diproyeksikan berlangsung pada 2030–2035. Momentum tersebut membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang didukung pendidikan, keterampilan dan kesempatan kerja yang memadai.
Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut siap memasuki dunia kerja, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan mengambil peran dalam pembangunan.
“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 dimulai dari proses yang dibangun sejak sekarang. Kampus, masyarakat dan ruang digital menjadi tempat bagi generasi muda untuk belajar, berkolaborasi, berkarya dan mempersiapkan diri mengambil tanggung jawab di masa depan.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan




Saat ini belum ada komentar