Riau Dilaporkan Pimpin Cakupan Imunisasi Kejar, SF Hariyanto Minta Penjangkauan Anak Diperluas
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan capaian peringkat pertama nasional dalam cakupan imunisasi kejar untuk anak di Pekanbaru, Sabtu (24/10/2026).
PEKANBARU,
— Riau dilaporkan menempati peringkat pertama nasional dalam cakupan imunisasi kejar untuk dua kelompok usia anak berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 19 Oktober 2026. Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto meminta capaian tersebut diikuti perluasan layanan bagi anak yang belum melengkapi imunisasinya.
SF Hariyanto mengapresiasi tenaga kesehatan, kader posyandu, serta jajaran dinas kesehatan kabupaten dan kota yang terlibat dalam penjangkauan anak-anak sasaran program.
“Capaian tertinggi nasional ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama. Imunisasi adalah investasi masa depan anak Riau. Saya minta capaian ini jangan membuat kita lengah, justru harus dikebut sampai seluruh anak di Riau mendapatkan hak imunisasi lengkap,” ujarnya, Sabtu (24/10/2026).
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Riau, sebanyak 12.958 anak pada kelompok usia di bawah 12 bulan telah menerima sedikitnya satu dosis imunisasi yang sebelumnya terlewat. Jumlah tersebut berasal dari total sasaran 85.337 anak, atau sekitar 15 persen.
Cakupan itu disebut berada di atas rata-rata nasional sebesar 4 persen untuk kelompok usia yang sama.
Sementara pada kelompok anak usia 12–24 bulan, sebanyak 7.445 anak dilaporkan telah mendapatkan layanan imunisasi kejar dari total sasaran 84.382 anak.
SF Hariyanto meminta jajaran terkait terus menjangkau anak yang belum terlayani. Menurutnya, kesehatan anak menjadi bagian penting dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia Riau.
“Anak yang sehat adalah fondasi Riau yang unggul. Dari Riau yang sehat, untuk Indonesia Emas 2045. Terus kejar, jangan ada satu anak pun tertinggal,” katanya.
Untuk memantau pelaksanaan program, Pemprov Riau mengintensifkan evaluasi harian dan mingguan. Pemantauan diarahkan untuk menemukan wilayah dengan cakupan rendah agar kendala pelayanan dapat segera ditangani.
Pencatatan imunisasi juga dilakukan melalui aplikasi ASIK. Data tersebut digunakan untuk membantu petugas mengidentifikasi anak yang masih membutuhkan kelengkapan dosis dan menentukan tindak lanjut pelayanan.
Pemprov Riau menyatakan akan melanjutkan dukungan terhadap program imunisasi kejar agar penjangkauan tidak berhenti pada capaian peringkat, tetapi semakin banyak anak memperoleh imunisasi sesuai kebutuhannya.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar