Life Jacket Ditemukan, Pencarian Delapan Orang di Selat Sunda Terus Berlanjut
- account_circle Amril Agin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Tim SAR Gabungan memeriksa temuan life jacket atau jaket pelampung berwarna oranye di atas kapal saat melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda (10/9/2026).
Pandeglang,
– Tim SAR Gabungan menemukan titik terang dalam pencarian delapan orang yang hilang setelah speed boat yang mereka tumpangi kehilangan kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Pada hari ketiga operasi, Kamis (10/9/2026), petugas menemukan sebuah life jacket saat melakukan penyisiran di Sektor F. Temuan tersebut ditemukan oleh KAL Anyer sekitar pukul 15.32 WIB.
Life jacket itu ditemukan pada koordinat 06°04’30.00” LS. Selain itu, tim juga mencatat adanya temuan pelampung di titik koordinat 06°17’26.40” LS, 105°22’42.00” BT.
Meski menjadi temuan penting dalam operasi hari ketiga, Tim SAR belum memastikan apakah kedua benda tersebut berkaitan dengan delapan orang yang tengah dicari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos., mengatakan seluruh benda maupun informasi yang ditemukan selama penyisiran akan diperiksa dan ditindaklanjuti.

Kondisi life jacket yang ditemukan oleh KAL Anyer di Sektor F (10/9/2026).
“Temuan life jacket dan pelampung ini tentu menjadi perhatian kami. Tetapi masih perlu dilakukan verifikasi untuk memastikan keterkaitannya dengan survivor yang sedang dicari. Setiap temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti secara maksimal,” ujar Al Amrad.
Operasi SAR H.3 berlangsung dengan cakupan wilayah yang cukup luas. Area pencarian dibagi menjadi enam sektor dengan total luas sekitar 2.483 nautical mile persegi (NM²).
Penyisiran dilakukan di sejumlah wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk kawasan perairan di sisi tenggara, utara, barat daya hingga barat laut gunung tersebut.
Untuk memperkuat operasi, sejumlah armada dikerahkan. Di antaranya KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Karambit, KP Sanjaya, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, KM Aruphadatu, serta Helikopter HR 3604.
Operasi juga melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, potensi SAR, nelayan dan masyarakat.
Sementara itu, penyisiran pada Sektor A, B, C, D dan E hingga laporan diterima belum menemukan petunjuk lain yang berkaitan dengan keberadaan delapan orang tersebut.
Dukungan dari udara melalui Helikopter HR 3604 turut dimanfaatkan untuk memperluas pemantauan wilayah operasi dan membantu tim mendapatkan gambaran kondisi perairan dari udara.
Kondisi cuaca masih menjadi salah satu tantangan dalam pencarian. Wilayah operasi dilaporkan mengalami cerah berawan tebal, dengan angin bertiup dari selatan ke utara sekitar 15 knot. Tinggi gelombang tercatat mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Al Amrad memastikan pencarian tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan keselamatan seluruh personel.
“Kami terus menyesuaikan pencarian dengan situasi dan kondisi cuaca di lapangan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Mudah-mudahan temuan ini bisa menjadi petunjuk yang membawa kami kepada delapan orang yang masih dalam pencarian,” katanya.
Hingga berakhirnya Operasi SAR hari ketiga, delapan orang tersebut masih dinyatakan dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan mengevaluasi seluruh hasil penyisiran dan temuan yang diperoleh untuk menentukan langkah operasi berikutnya.
Penulis Amril Agin
Amril Agin memulai perjalanan karier jurnalistiknya sejak tahun 2002 melalui berbagai media, seperti Harian Sijori Mandiri, Koran Peduli, serta portal berita daring mediakepri.com, sijorikepri.com, dan radarbintan.com. Berbekal pengalaman panjang di dunia pers, ia kini dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Jadikan
Saat ini belum ada komentar