Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Opini » Ayo, Main Kita!

Ayo, Main Kita!

  • account_circle Ady Indra Pawennari
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ketika ruang publik dipenuhi riuh kata dan gemuruh ego, seorang jurnalis sejati tidak akan menyambutnya dengan amarah yang meledak-ledak. Ia memilih pulang, memeluk ketenangan tinta, bersujud pada kejernihan nurani, dan membiarkan waktu yang menyingkap tabir kebenaran.

Membaca tulisan dari Ketua PWI Batam sekaligus Pemimpin Redaksi Bataminfo.co.id yang bertajuk “Main Kita?”, saya tertegun. Hati saya bergetar bukan karena takut, melainkan oleh rasa prihatin yang mendalam.

Sungguh, ada kerinduan yang membuncah dalam dada ini untuk menegakkan kembali tiang-tiang etika jurnalistik yang mulai keropos dan goyah oleh ego sektoral korps yang telanjur dianggap suci.

Namun, yang saya dapati justru sebuah ironi yang menyayat hati. Kritik objektif yang saya layangkan sebelumnya yang murni lahir demi menjaga marwah institusi justru dibalas dengan serangan yang menyudutkan personalitas saya.

Lebih menyakitkan lagi, ada nada sinis yang meragukan ziarah hidup saya. Tiga puluh tahun mengarungi samudra pers, berjalan di bawah terik dan badai jurnalistik, seolah dikecilkan begitu saja menjadi barisan angka tanpa makna.

Bagaimana mungkin jurnalisme hari ini melupakan sejarah? Perjalanan saya bukanlah fiksi. Jauh ke belakang, sejak pertama kali saya melangkahkan kaki dan menekuni dunia jurnalistik pada tahun 1996 di tanah gurindam Tanjungpinang, jemari ini sudah akrab mencatat dinamika penegakan hukum.

Lembaran arsip berita saya saksinya. Saya masih sempat bertemu, berdiskusi, dan menulis berita tentang sosok Kapten Pol Yan Fitri Halimansyah yang kala itu menjabat sebagai Kasat Reskrim, berdampingan dengan Letda Pol Herry Heryawan sebagai Kanit Reskrim di Polres Kepri Timur—institusi yang kini telah bertransformasi menjadi Polresta Tanjungpinang.

Waktu terus bergulir seperti aliran air yang tenang namun pasti. Dua tokoh korps baju cokelat yang beritanya sering saya racik di masa muda itu, kini telah mengukir puncak pengabdian yang luar biasa.

Yan Fitri sempat mengemban amanah sebagai Kapolda Kepulauan Riau, dan Herry Heryawan kini bertugas memimpin sebagai Kapolda Riau, keduanya dengan pangkat tertinggi perwira tinggi, Inspektur Jenderal Polisi.

Jejak sejarah pers saya tidak berhenti di situ. Generasi hari ini mungkin perlu membuka kembali memoar akhir tahun 90-an (1996–1999). Di masa-masa penuh dinamika itu, partner setia saya di lapangan saat mendampingi Bupati Kepri, Abdul Manan Saiman, adalah sahabat saya, Ridarman Bay, yang kala itu memegang pena untuk Riau Pos.

Sementara saya, dengan bangga membawa panji Surat Kabar GeNTA koran daerah tertua di Riau yang lahir di Pekanbaru sejak tahun 1978. Kami menembus badai, menyusuri pulau, dan merekam sejarah Kepri jauh sebelum provinsi ini lahir.

Bahkan, ketika dunia digital belum seramai hari ini, jauh sebelum media online menjamur menjadi ladang bisnis instan, saya telah menancapkan tonggak sejarah baru.

Perlu dicatat dengan tinta emas, saya adalah pendiri media online pertama di Riau, yang lahir sebelum Provinsi Kepulauan Riau mekar berdiri. Media itu bernama bintanpos.com, yang terbit pertama kalinya untuk mengabarkan marwah pada tahun 2001.

Menjadi pionir pers digital di tanah bunda melayu ini adalah bukti otentik bahwa ziarah tiga dekade saya di dunia jurnalistik bukanlah klaim kosong yang bisa dianulir begitu saja oleh ego sesaat.

Tiga dekade adalah sebuah ziarah panjang yang dirajut dengan kesetiaan pada kebenaran dan integritas hukum.

Berbekal rekam jejak panjang itulah, jemari saya bergerak menulis kritik sebelumnya. Narasi itu lahir bukan dari benih dendam personal, melainkan murni sebagai bentuk pertanggungjawaban moral seorang wartawan senior demi meluruskan arah Forum Pemred PWI Kepri.

Saya tidak ingin melihat kapal yang kita tumpangi bersama ini karam karena kehilangan kompas etika.

Ada drama yang amat puitis sekaligus getir ketika sahabat jurnalis, Pemred Bataminfo.co.id kini berbicara begitu fasih tentang mekanisme konfirmasi, proporsionalitas, dan asas praduga tak bersalah.

Ingatan manusia mungkin bisa memudar ditelan malam, tetapi rekam jejak pers selalu abadi, terpatri dalam ingatan publik dan catatan sejarah.

Mari kita buka kembali lembaran kelam pada 27 Februari 2025. Sebuah hari di mana ruang redaksi mereka memilih menjadi panggung penghakiman sepihak.

Saat itu, dengan begitu berani dan dramatis, Bataminfo.co.id menayangkan berita yang menyebutkan bahwa Polda Kepri telah menangkap saya atas dugaan kasus penipuan.

Sebuah fiksi yang dipaksakan menjadi fakta. Kenyataannya, pada saat berita itu meledak di layar kaca dan ponsel masyarakat, saya sama sekali tidak ditangkap!

Hak prerogatif saya sebagai subjek berita diabaikan begitu saja demi mengejar sensasi klik. Saya yang sejatinya berada di posisi korban penipuan, justru diseret ke peradilan massa, dilempari stigma hitam seolah-olah saya adalah pelaku utama. Semua itu dilakukan tanpa verifikasi, tanpa secuil pun konfirmasi kepada saya.

Bataminfo.co.id tidak sendirian menari di atas penderitaan saya waktu itu. Setidaknya ada 24 media lainnya dengan berita yang seragam, sebuah paduan suara yang terbukti ugal-ugalan menerobos batas suci kode etik jurnalistik.

Kecerobohan yang menabrak Kode Etik Jurnalistik (KEJ) itu akhirnya menuai karma puncaknya di hadapan Dewan Pers.

Lembaga tertinggi pers tersebut menjatuhkan rekomendasi mutlak: Bataminfo.co.id wajib menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada saya dan kepada seluruh pembacanya karena telah menyajikan berita bohong tanpa verifikasi yang sahih.

Di sisi lain, dramatisasi hukum yang sempat mereka gaungkan runtuh dengan sendirinya melalui penyelesaian restorative justice (keadilan restoratif).

Secara filosofi hukum, restorative justice bukanlah sekadar jalan damai di atas kertas bermeterai. Ia adalah instrumen pemulihan keadilan tertinggi yang sah secara hukum, yang berfokus untuk mengembalikan keadaan semula, sekaligus menegaskan sejelas-jelasnya bahwa tidak ada status bersalah secara pidana yang melekat pada diri saya.

Penyelesaian ini mengembalikan hakikat kebenaran yang sesungguhnya, tidak pernah ada niat jahat (mens rea) maupun tindakan pidana (actus reus) seperti yang dituduhkan secara ceroboh oleh pemberitaan mereka.

Pengalaman pahit nan berharga inilah yang seharusnya dijadikan cermin besar bagi Pemimpin Redaksi Bataminfo.co.id. Sebuah pengingat yang mahaluas bahwa sebelum jemari menari di atas kibor untuk menilai independensi orang lain dan meragukan rekam jejak seniornya, ada hutang moral berupa ketelitian masa lalu yang belum sepenuhnya lunas dibayar.

Kritik saya terhadap Forum Pemred PWI Kepri tidak pernah bermaksud meruntuhkan personalitas siapa pun. Kritik adalah wujud cinta tertinggi, sebuah cara agar pers kita tidak terjebak menjadi panggung sirkus informasi murahan yang mengorbankan nasib manusia demi sebuah berita.

Jika tradisi “Main Kita?” diniatkan sebagai ruang dialog peradaban yang anggun untuk menjawab tulisan dengan tulisan, maka mari kita penuhi ruang tersebut dengan kejujuran intelektual, fakta yang utuh, serta kerendahan hati yang tulus untuk mengakui kesalahan.

Sebab pada akhirnya, pena haruslah tetap menjadi suluh yang menuntun masyarakat menuju cahaya kebenaran, bukan alat penabur kabut yang mengaburkan fakta objektif hanya demi membela sebuah ego.

Tinta saya telah memaafkan masa lalu, namun nurani saya menolak untuk tinggal diam melihat etika kembali diinjak-injak.

Penulis

Memulai karier jurnalistiknya sejak tahun 1996 di SKM GeNTA, Suara Riau, Sijori Mandiri hingga mendirikan bintanpos.com, media siber pertama di Kepulauan Riau tahun 2001. Kini, Ia menjabat sebagai Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri Lagat Siadari berbicara tentang BDR di Batam

    Ombudsman Kepri Dukung Belajar dari Rumah di Batam, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau mendukung kebijakan Belajar dari Rumah bagi pelajar di Batam setelah kualitas udara turun di bawah aman pada Selasa (29/09/2026).

  • Ketika Langkah Aji Terhenti, Persahabatan Terus Berjalan

    Ketika Langkah Aji Terhenti, Persahabatan Terus Berjalan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Dulu, Aji terbiasa datang membawa cerita. Sebagai wartawan Tribun Batam, hari-harinya diisi dengan mencari fakta, menemui banyak orang, dan menuliskan berbagai peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Kini keadaannya berbalik. Bukan lagi Aji yang mendatangi cerita. Justru cerita tentang dirinya yang membuat sejumlah sahabat lama datang mencarinya. Sudah hampir delapan tahun tubuh Trisno Aji Putra tak […]

  • Wujud Solidaritas, KJK Kunjungi Mantan Wartawan Tribun yang Sakit Menahun

    Wujud Solidaritas, KJK Kunjungi Mantan Wartawan Tribun yang Sakit Menahun

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    TANJUNGPINANG — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) menunjukkan aksi nyata solidaritas sesama profesi dengan mengunjungi Trisno Aji Putra, mantan wartawan Tribun Batam yang tengah terbaring sakit. Kunjungan sosial ini berlangsung di kediaman Aji yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Lorong Buntu, samping Kantor Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, pada Minggu (6/9/2026). Aji diketahui harus berjuang melawan sakit […]

  • Tim Terjun Payung Polri menerima medali emas dan perak di kompetisi indoor skydiving Bogor

    Tim Terjun Payung Polri Sumbang Tiga Medali untuk Indonesia di Kejuaraan Asia 2026

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tim Terjun Payung Polri mengukir satu medali emas dan dua perak pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

  • Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award 2026

    Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award 2026

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang,  – Kabupaten Bintan kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Kali ini, Bintan berhasil meraih Silver Award dalam ajang 1st IMT-GT Green City Award untuk kategori Circular Economy and Resource Efficiency atau Ekonomi Sirkular dan Efisiensi Sumber Daya. Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam rangkaian Gala Dinner 32nd Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) […]

  • Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan membatalkan SK Gubernur Kepri

    PT TUN Medan Batalkan SK Gubernur Kepri, Pengangkatan 7 Anggota KPID Kepri Dinyatakan Batal

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, — Polemik pengangkatan tujuh anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepulauan Riau periode 2025-2028 memasuki babak baru. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Medan membatalkan keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1082 Tahun 2025 yang menjadi dasar pengangkatan anggota KPID Kepri tersebut. Putusan itu tercantum dalam Putusan Nomor 87/B/2026/PT.TUN.MDN, dalam perkara banding yang diajukan […]

expand_less