Terseret Arus Saat Menyelam di Perairan Panga Batang, Enam Penyelam Ditemukan Selamat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim SAR Gabungan menemukan seluruh penyelam yang terseret arus di perairan Pulau Panga Batang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (05/10/2026).
Maumere,
— Operasi pencarian terhadap penyelam yang terseret arus di perairan Pulau Panga Batang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), berakhir dengan kabar baik. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh penyelam dalam kondisi selamat.
Enam orang yang sebelumnya melakukan penyelaman di kawasan tersebut terdiri dari dua warga negara Indonesia (WNI) yang berperan sebagai dive guide serta empat wisatawan mancanegara.
Satu wisatawan asal Austria lebih dulu ditemukan pada Minggu (4/10/2026) sore. Sementara tiga penyelam lainnya yang sempat dinyatakan hilang berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan pada Senin (5/10/2026) pagi.

Tim SAR Gabungan menemukan seluruh penyelam dalam kondisi selamat di perairan Pulau Panga Batang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (05/10/2026).
Peristiwa tersebut bermula saat rombongan melakukan penyelaman sekitar pukul 10.00 WITA, Minggu (4/10/2026). Lokasi penyelaman berada di sekitar perairan Pulau Panga Batang, sekitar 16,6 nautical mile (NM) dari Pelabuhan Wuring, Maumere.
Saat kegiatan berlangsung, arus laut di lokasi dilaporkan cukup kuat hingga membuat rombongan terpisah menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama terdiri dari seorang dive guide WNI dan seorang penyelam asal Belanda. Keduanya berhasil kembali ke permukaan dengan selamat.
Sementara kelompok kedua terdiri dari seorang dive guide WNI serta tiga wisatawan asing, masing-masing berasal dari Austria dan Irlandia. Mereka belum kembali ke permukaan dan diduga terbawa arus.
Laporan kondisi membahayakan manusia tersebut diterima Kantor SAR Maumere pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 14.10 WITA dari Riana yang merupakan tour guide.
Upaya pencarian langsung dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Pada Minggu sekitar pukul 16.30 WITA, tim bersama nelayan menemukan seorang penyelam WNA asal Austria dalam kondisi selamat di perairan antara Pulau Babi dan Nangahale.
Pencarian kemudian dilanjutkan terhadap tiga penyelam lainnya yang masih belum ditemukan.
Memasuki hari kedua operasi, Senin (5/10/2026), sejumlah unsur SAR dikerahkan. Pencarian melibatkan KN SAR Puntadewa 250, Speed Polair KP Sukur, Sea Rider KN SAR Puntadewa serta Rubber Boat Kantor SAR Maumere.
“Operasi SAR hari ini merupakan hari kedua untuk mencari tiga orang penyelam yang masih dalam pencarian. Ketiga korban tersebut terdiri dari dua orang WNA asal Irlandia dan satu orang WNI yang merupakan tour guide,” terang Fathur saat memberikan keterangan dari KN SAR Puntadewa.
Upaya pencarian membuahkan hasil pada Senin pagi. Sekitar pukul 09.00 WITA, Tim SAR Gabungan menemukan dua penyelam asal Irlandia dalam kondisi selamat.
Keduanya ditemukan pada koordinat 08°32’23.83” LS dan 122°26’04.114” BT, sekitar 3,17 NM dari lokasi awal kejadian.
Lima menit kemudian, tepat pukul 09.05 WITA, Speed Polair KP Sukur menemukan seorang WNI yang merupakan tour guide.
Korban ditemukan pada koordinat 08°33’37.61” LS dan 122°26’10.13” BT, sekitar 4,21 NM dari lokasi kejadian.
Dengan ditemukannya ketiga orang tersebut, seluruh penyelam yang sebelumnya dilaporkan terseret arus akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Operasi SAR kemudian dinyatakan selesai dan ditutup.
Enam orang yang terlibat dalam kejadian tersebut terdiri dari dua WNI dan empat WNA.
Berikut data korban:
1. Maria Rosa Hariana Djaa, 25 tahun, perempuan, WNI asal Maumere, merupakan tour guide Tim 1.
2. Bart Hazes, 60 tahun, laki-laki, WNA Belanda, penyelam Tim 1.
3. Patricia Retter, 42 tahun, perempuan, WNA Austria, penyelam Tim 2, ditemukan pada 4 Oktober 2026.
4. Dervla Mulligan, 28 tahun, perempuan, WNA Irlandia, penyelam Tim 2, ditemukan pada 5 Oktober 2026.
5. Darragh Mc Kierna, 27 tahun, laki-laki, WNA Irlandia, penyelam Tim 2, ditemukan pada 5 Oktober 2026.
6. Frederik Horimpun, 39 tahun, laki-laki, WNI, dive guide Maumere sekaligus tour guide Tim 2, ditemukan pada 5 Oktober 2026.
Seluruh korban dinyatakan selamat setelah berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.
Keberhasilan operasi tersebut tidak terlepas dari koordinasi berbagai unsur, termasuk Basarnas, nelayan, TNI dan Polri. Unsur yang terlibat antara lain Lanal Maumere, Ditpolair Polda NTT dan Satpolair Polres Sikka.
Dengan seluruh penyelam telah ditemukan, operasi SAR terhadap insiden terseret arus di perairan Pulau Panga Batang resmi dihentikan.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar