HUT ke-81 TNI di Tanjungpinang, Nyanyang Tekankan Profesionalisme dan Kekuatan Pertahanan
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 22 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

TNI Provinsi Kepulauan Riau merayakan HUT ke-81 dengan upacara khidmat di Lapangan Tugu Sirih, Tanjungpinang, Senin (05/10/2026).
Tanjungpinang,
— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tingkat Provinsi Kepulauan Riau digelar di Lapangan Tugu Sirih, Tanjungpinang, Senin (5/10/2026).
Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Tema tersebut menjadi penegasan pentingnya hubungan TNI dengan rakyat dalam menjaga kedaulatan sekaligus mendukung pembangunan nasional.
Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kaskogabwilhan I) Laksda TNI Amrin Rosihan Hendrotomo, S.E., M.Han., bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, Komandan KRI Silea-858 Mayor Laut (P) Habib Handyantoro dipercaya sebagai komandan upacara.
Pasukan upacara melibatkan personel lintas instansi, mulai dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Basarnas, KSOP, Satpol PP hingga Saka Bahari. Mereka terbagi dalam enam kompi.
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan peringatan HUT TNI bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk terus memperkuat profesionalisme, kapasitas personel dan kemampuan pertahanan negara.
“Tujuan utama peringatan HUT TNI tahun ini ialah Indonesia Maju. Salah satu prasyaratnya, tentu kekuatan pertahanan militer yang harus dimiliki negara kita,” kata Nyanyang.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi TNI di tengah masyarakat Kepri. Menurut Nyanyang, peran prajurit tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, tetapi juga terlihat dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan.
Mulai dari membantu pembangunan fisik, penanganan bencana hingga mendukung ketahanan pangan. Peran tersebut dinilai turut mendukung agenda pembangunan nasional.
Nyanyang berharap profesionalisme TNI terus diperkuat sehingga institusi tersebut semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.
“Semoga TNI selalu menjadi kebanggaan kita semua. Dirgahayu ke-81 TNI,” ucapnya.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan pada upacara tersebut, seluruh prajurit dan ASN TNI mendapat apresiasi atas dedikasi, loyalitas serta pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara.
Panglima menilai tingginya kepercayaan masyarakat merupakan modal sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga oleh seluruh jajaran TNI.
“Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga,” tegasnya.
Penguatan TNI, lanjut Panglima, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan personel, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta peningkatan kompetensi dan profesionalisme prajurit.
Hal itu menjadi penting di tengah perubahan lingkungan strategis, ketidakpastian global, perkembangan ruang informasi serta munculnya berbagai bentuk ancaman terhadap keutuhan wilayah.
Dalam amanat tersebut, Panglima juga mengingatkan lima budaya pengabdian yang dirangkum dalam konsep PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.
Profesional dimaknai sebagai kemampuan menguasai tugas dan tanggung jawab serta terus meningkatkan kompetensi melalui latihan. Responsif berarti mampu membaca perubahan dan merespons potensi ancaman secara cepat, tepat dan terukur.
Sementara Integratif menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa. Adapun Modern diarahkan pada penguasaan teknologi serta alutsista untuk memperkuat daya tangkal dan kemampuan pertahanan.
Sedangkan Adaptif menuntut setiap prajurit terus belajar, berinovasi dan menjadikan pengalaman penugasan sebagai bagian dari proses peningkatan kemampuan.
“Laksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten, sehingga PRIMA menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” pesan Panglima.
Peringatan HUT ke-81 TNI di Tugu Sirih juga mendapat perhatian masyarakat. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) turut membuka stan dengan menampilkan beragam produk lokal.
Di tingkat nasional, peringatan HUT ke-81 TNI juga menegaskan kembali posisi TNI sebagai tentara rakyat yang kekuatannya tidak terpisahkan dari masyarakat. Presiden Prabowo Subianto dalam amanatnya di Cilangkap menekankan pentingnya TNI tetap hadir di tengah rakyat.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar