Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menteri Trenggono : Jangan Dipaksakan Melaut
- account_circle Amril Agin
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Sakti Wahyu Trenggono
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bacadulu.id – Sejak Sabtu 5 September 2026, aktifitas vulkanik Anak Gunung Krakatau mengalami peningkatan.
Erupsi yang diiringi keluarnya material vulkanik gunung itu mengganggu aktifitas nelayan dan masyarakat pesisir di Selat Sunda.
Bahkan menggangu aktifitas transportasi udara di sejumlah wilayah. Seperti aktifitas penerbangan Bandara Soekarno Hatta.
Bagi nelayan dan masyarakat pesisir di kawasan itu, Mentri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengimbau agar waspada dan jangan memaksakan diri untuk melaut.
“Keselamatan nelayan merupakan prioritas utama. Kami mengimbau nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius yang ditetapkan yaitu 3 kilometer sebagai wilayah berbahaya oleh otoritas terkait,” kata Menteri Trenggono dalam keterangannya, Senin 7 September 2026.
Menurutnya, kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih dinamis mengharuskan nelayan dan masyarakat pesisir memperhatikan setiap perkembangan informasi dari otoritas berwenang.
Menteri Trenggono meminta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi di sekitar perairan dinilai tidak aman.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengimbau nelayan untuk selalu mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, “ujarnya.
“Jangan mengambil risiko dengan mendekati kawasan yang telah dinyatakan berbahaya, dan utamakan keselamatan diri serta awak kapal, “tambah Menteri Trenggono.
Mentri Trenggono menilai kondisi ini menjadi perhatian penting bagi nelayan yang beraktivitas di Selat Sunda.
Selain potensi bahaya langsung dari aktivitas erupsi, Menteri Trenggono menyebut perubahan kondisi cuaca, sebaran abu vulkanik, serta informasi keselamatan pelayaran juga perlu menjadi pertimbangan sebelum nelayan melakukan aktivitas di laut.
Erupsi Gunung Anak Krakatau itu katanya telah memberikan dampak terhadap sektor transportasi.
Sebaran abu vulkanik kata Menteri Trenggono telah mengganggu operasional penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Menteri Trenggono mengajak nelayan untuk sementara menghindari kawasan yang dinyatakan berbahaya, memantau informasi resmi sebelum melaut, serta mengikuti setiap arahan petugas di lapangan.
“Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah risiko terhadap keselamatan nelayan dan awak kapal di tengah kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih dinamis, “sebutnya.
Hingga saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Otoritas terkait menetapkan radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api sebagai kawasan yang harus dihindari. ***
Penulis Amril Agin
Amril Agin memulai perjalanan karier jurnalistiknya sejak tahun 2002 melalui berbagai media, seperti Harian Sijori Mandiri, Koran Peduli, serta portal berita daring mediakepri.com, sijorikepri.com, dan radarbintan.com. Berbekal pengalaman panjang di dunia pers, ia kini dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Jadikan 
Saat ini belum ada komentar