Hari Kedua Pencarian di Selat Sunda, Tim SAR Belum Temukan Delapan Orang, Lima Diantaranya Jurnalis
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Basarnas Lampung bantu pencarian speed boat hilang di Selat Sunda
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
– Pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat berada di sebuah speed boat di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, masih belum membuahkan hasil.
Memasuki hari kedua, Rabu (9/9/2026), Tim SAR Gabungan memperluas operasi dengan membagi personel ke dalam tujuh Search and Rescue Unit (SRU). Penyisiran dilakukan di sejumlah sektor dengan melibatkan kapal dan armada SAR dari berbagai unsur.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos., mengatakan perluasan sektor dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan keberadaan delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian.
Menurutnya, seluruh unsur yang tergabung dalam operasi dikerahkan sesuai tugas dan sektor masing-masing.
“Pada hari kedua ini pencarian kami perluas dengan pembagian SRU di beberapa sektor. Seluruh kekuatan dan sarana yang ada dioptimalkan untuk mencari delapan orang yang belum ditemukan,” ujar Al Amrad.
Sejumlah armada melakukan penyisiran secara bersamaan. KN SAR Tetuka 247 dan KAL Anyer masing-masing bergerak di Sektor 2. KN SAR Tetuka 247 mencatat jarak pencarian sekitar 68,3 nautical mile (NM), sedangkan KAL Anyer menempuh sekitar 69,5 NM.
Dari arah Lampung, RIB 02 dan RIB 03 ditempatkan di Sektor 1 dengan jarak penyisiran sekitar 67 NM. Tim melakukan pencarian sekaligus pengamatan visual di perairan sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku hingga kawasan Krakatau.
Penyisiran juga dilakukan RIB 02 Banten di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Sementara KP Sanjaya menjalankan pencarian di Sektor 4 dengan jarak sekitar 67,3 NM. KRI Leuser dan KRI Lepu turut bergerak di sektor pencarian masing-masing.
Pemantauan dari sejumlah SRU juga diarahkan ke kawasan Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Namun, hingga perkembangan operasi dilaporkan, belum ditemukan petunjuk yang dapat memastikan keberadaan delapan orang tersebut.
Situasi di sekitar Gunung Anak Krakatau turut menjadi perhatian tim. Saat SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 melakukan pencarian berdasarkan titik koordinat pada SAR Map sekitar pukul 13.31 WIB, tim melihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal keluar dari Gunung Anak Krakatau.
Al Amrad mengatakan aktivitas vulkanik tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan operasi. Faktor keselamatan personel, kata dia, tidak boleh diabaikan dalam kondisi apa pun.
“Kami terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ketika material debu vulkanik terlihat cukup tebal, aspek keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan. Operasi akan disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan,” jelasnya.
Pencarian masih berlangsung hingga sore hari. Pada pukul 15.22 WIB, SRU 5 dengan menggunakan KP Sanjaya masih menyisir area berdasarkan koordinat SAR Map. Namun, tim belum memperoleh tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan delapan orang yang dicari.
Mereka yang masih dinyatakan dalam pencarian adalah Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis. Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Operasi SAR hari kedua melibatkan unsur dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten serta Lampung. Selain itu, turut bergabung USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan dan masyarakat.
Kekuatan pencarian didukung KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung. Tim juga menggunakan drone thermal serta perlengkapan SAR untuk operasi di air, peralatan medis, komunikasi dan perangkat pendukung lainnya.
Dari laporan kondisi lapangan, cuaca di wilayah pencarian pada Rabu terpantau cerah berawan. Angin bergerak dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot. Sementara tinggi gelombang berada pada kisaran 0,4 sampai 1 meter.
Al Amrad memastikan operasi belum dihentikan. Tim SAR Gabungan akan melakukan evaluasi secara berkala berdasarkan perkembangan pencarian dan situasi di lokasi.
“Hasil pencarian sampai saat ini memang masih nihil. Namun upaya akan terus kami lakukan. Setiap perkembangan di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya. Kami berharap delapan orang yang masih dicari dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Hingga berakhirnya laporan Operasi SAR hari kedua, delapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan melanjutkan upaya pencarian dengan menyesuaikan hasil evaluasi serta kondisi di lapangan.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar