Diselenggarakan KJK, Tujuh Doktor Hadiri Bedah Buku ‘Menjaga Nurani’ Karya Wartawan Senior Ridarman Bay
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Acara bedah buku'Menjaga Nurani: Suara di Simpang Zaman' karya wartawan senior Kepulauan Riau (Kepri), Ridarman Bay di Kantor KJK, Sabtu (12/9/2026).
Tanjungpinang,
— Acara bedah buku’Menjaga Nurani: Suara di Simpang Zaman’ karya wartawan senior Kepulauan Riau (Kepri), Ridarman Bay, menghadirkan pemandangan tak biasa.
Agenda yang digagas oleh Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) di Komplek Ruko Central Kencana No. 20 Tanjungpinang, Sabtu (12/9/2026) ini, dihadiri oleh tujuh orang doktor dari berbagai disiplin ilmu.
Kehadiran para akademisi dan penyelenggara pemilu ini menjadi sorotan para peserta. Pasalnya, kehadiran banyak pakar bergelar doktor dalam bedah buku yang diadakan oleh organisasi pers—bukan perguruan tinggi—merupakan fenomena yang jarang terjadi di Tanjungpinang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Kepri, Dr. Darson, M.Si, bertindak sebagai Pembedah 1. Sementara itu, pengacara muda Dr. Ahmad Yani, S.H, M.H, memandu acara sebagai moderator.
Terdapat lima doktor lain yang turut hadir sebagai undangan dan memberikan sumbangsih pemikiran, yaitu:
• Dr. Rosnawati, Komisioner Bawaslu Kepri
• Dr. Maryamah, Komisioner Bawaslu Kepri
• Dr. Bismar Arianto, M.Si, Akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji
• Dr. Yusuf Mahidin, Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang
• Dr. Saripuddin, Wakil Rektor IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang

Suasana acara bedah buku ‘Menjaga Nurani: Suara di Simpang Zaman’ karya wartawan senior Kepulauan Riau (Kepri), Ridarman Bay di Kantor KJK, Sabtu (12/9/2026).
Dalam paparannya, Darson menegaskan pentingnya wartawan memiliki karya buku sendiri sebagai bentuk kontribusi intelektual sekaligus rekam jejak karier.
“Wartawan itu mesti punya buku. Karena itu menulislah,” ujar Darson.
Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, yang tampil sebagai Pembedah 2, menyampaikan harapan senada. Ia ingin acara ini memotivasi jurnalis lain untuk membukukan karya mereka.
Ady bahkan menceritakan pengalamannya yang pernah kecewa dengan oknum penulis lain, guna mengontraskan komitmen tinggi yang ditunjukkan oleh Ridarman Bay.
“Tujuan bedah buku ini salah satunya supaya wartawan punya budaya menulis dan membukukan karyanya. Kami bersedia memfasilitasi kegiatan bedah buku karya wartawan lain,” kata Ady.
Akademisi UMRAH, Bismar Arianto, menambahkan bahwa sebuah karya tulis memiliki nilai investasi jangka panjang yang sangat berharga, baik secara keilmuan maupun spiritual. Ia mencontohkan bukunya sendiri yang kini tersimpan di perpustakaan Australia dan dijadikan referensi.
“Saya yakin buku Menjaga Nurani ini pada masa depan juga akan diperhatikan orang,” tambahnya.
Selain kalangan doktor, bedah buku setebal 174 halaman ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi Informasi (KI) Kepri Arison, Ketua KPID Kepri Ahmad Dani, pejabat eselon III Pemprov Kepri, aktivis, pemerhati literasi, serta perwakilan Taman Bacaan Masyarakat.
Sang penulis, Ridarman Bay, menutup dengan menjelaskan bahwa karya ini adalah bentuk tanggung jawab moralnya kepada publik.
“Bedah buku ini juga untuk menunjukkan akuntabilitas saya sebagai penulis kepada pembaca, sekaligus mengembangkan tradisi literasi,” pungkasnya.
Penulis Basok Ridwan
Basok Ridwan adalah seorang jurnalis pemerhati dinamika kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta konstelasi politik lokal. Ketajamannya dalam mengawal isu-isu strategis daerah semakin matang setelah ia resmi mengantongi sertifikasi kelulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Muda pada tahun 2026. Melalui karya-karyanya, ia konsisten menyajikan laporan mendalam seputar birokrasi dan profil tokoh yang memengaruhi arah kebijakan daerah.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar