Guncang Simpang Zaman! KJK Kepri Bedah Karya Monumental Ridarman Bay
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri saat membuka kegiatan Bedah Buku di Kantor KJK, Sabtu, 12 September 2026.
Tanjungpinang,
— Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) menggelar bedah buku berjudul”Menjaga Nurani, Suara di Simpang Zaman”karya jurnalis senior Kepri, Ridarman Bay. Acara ini berlangsung khidmat di Kantor KJK, Komplek Ruko Central Kencana No. 20, Tanjungpinang, Sabtu (12/9/2026).
Acara yang akan dipandu oleh pengacara muda, Dr. Ahmad Yani, SH, MH, ini menghadirkan dua pembedah utama, yaitu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri, Dr. Darson, M.Si, dan Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari.
Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme luar biasa dari para undangan yang sudah menyatakan kesediaan hadir dalam acara bedah buku tersebut.
“Ruangan kantor KJK ini mungkin terbatas dan sempit, namun besarnya gelora semangat tidak menyurutkan langkah kaki kita untuk merayakan ilmu pengetahuan pada hari ini,” ujar Ady yang ditemui di kantor KJK sebelum acara dimulai, Sabtu (12/9/2026).
Menurut peraih anugerah Pahlawan Inovasi Teknologi Tahun 2015 ini, kehadiran para tamu undangan menjadi bukti sahih bahwa nadi literasi dan kesucian nurani pers di Kepri masih berdenyut kencang.
Ady menambahkan, KJK yang baru lahir pada 11 November 2025 merupakan wadah komunikasi bagi wartawan yang peka terhadap isu-isu aktual daerah. Walau usianya belum genap satu tahun, KJK terus membuktikan diri lewat aksi nyata.
“Secara kalender, usia KJK memang belum genap setahun. Namun, esensi sebuah pengabdian sejati tidak pernah dihitung dari lamanya waktu yang dilalui, melainkan seberapa besar manfaat dan jejak kebaikan yang kita tancapkan di bumi Kepri ini,” tegasnya.
Sejak awal berdiri, KJK dinilai bergerak melampaui usianya melalui berbagai program. Mulai dari aksi sosial donor darah, aksi lingkungan bersih pantai dan penanaman mangrove, pembagian sembako, hingga peningkatan kompetensi wartawan yang bekerja sama dengan UPN “Veteran” Yogyakarta.
“Hari ini menjadi puncak dari ikhtiar itu. Kita merawat akal sehat lewat agenda intelektual, membedah buku setebal 174 halaman karya Bang Ridarman Bay,” kata Ady.
Ia berharap buku tersebut tidak sekadar menjadi pajangan dan sekadar tumpukan kertas mati. Tapi, menjadi potret jiwa, lembaran air mata, dan keringat perjuangan.
“Saya berharap, buku ini menjadi pengingat kita semua, bahwa di tengah badai zaman yang terus berubah, nurani jurnalisme tidak boleh dibiarkan mati,” pungkasnya. (Basok Ridwan)
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan




