Hari Keenam Pencarian Arupadhatu 1 Masih Nihil, 5 Orang Jurnalis dan 3 Kru Belum Ditemukan
- account_circle Ambok Akok
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Memasuki hari ke-6, Konferensi Pers di Posko SAR, Senin (14/09/2026)
Pandeglang,
– Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang setelah speed boat Arupadhatu 1 mengalami hilang kontak di perairan Selat Sunda kembali digelar, Minggu (13/9/2026).
Memasuki hari keenam operasi SAR, tim gabungan masih belum menemukan keberadaan delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut. Penyisiran diperluas dengan mengerahkan unsur laut, udara dan personel pendukung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos., mengatakan seluruh potensi SAR terus dioptimalkan untuk memperbesar peluang menemukan para korban.
“Memasuki hari keenam, kami terus mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dinyatakan hilang. Seluruh unsur SAR Gabungan dikerahkan untuk menyisir sektor-sektor pencarian yang telah ditentukan, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ujar Al Amrad.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; serta Donal, pekerja lepas.
Pada operasi hari keenam, tim SAR membagi wilayah pencarian ke dalam enam sektor. Penyisiran mencakup Sektor V seluas 840 NM², Sektor W 1.120 NM², Sektor Z 809 NM², Sektor Y 497 NM², Sektor X 681 NM², dan Sektor H seluas 2.063 NM².
Operasi dijadwalkan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah kapal dari berbagai unsur.
Armada yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Karambit, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung dan RBB Pulau Peucang.
Selain armada laut, pencarian diperkuat unsur darat dan udara. Basarnas mengerahkan dua unit drone thermal untuk membantu memantau area pencarian dari udara.
Sejumlah instansi juga terlibat, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, BNPB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial hingga berbagai kelompok potensi SAR.
Operasi pencarian berlangsung dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah. Pada hari keenam, wilayah pencarian dilaporkan berawan dengan angin bertiup dari arah timur laut hingga timur berkecepatan 10–20 knot.
Tinggi gelombang di sejumlah area pencarian berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan tim dalam menentukan pola penyisiran dan pergerakan armada.
Al Amrad meminta seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan selama menjalankan operasi.
“Kami mengimbau kepada seluruh unsur yang terlibat agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam pelaksanaan operasi. Kami juga berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar pencarian ini dapat membuahkan hasil yang terbaik,” katanya.
Hingga perkembangan operasi SAR hari keenam, belum ada satu pun dari delapan korban yang berhasil ditemukan.
Tim SAR Gabungan akan terus mengevaluasi hasil penyisiran untuk menentukan langkah berikutnya. Setiap informasi dan temuan di lapangan menjadi bahan dalam pengembangan area pencarian.
Operasi pencarian masih berlangsung dengan prioritas menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Penulis Ambok Akok
Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama sejak 2018 dan Juara III Lomba Menulis Kemaritiman yang ditaja UPN Veteran Yogyakarta dan Dubes Konsulat Amerika Serikat di Medan pada tahun 2021.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar