Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Kepulauan Riau » Tanjungpinang » Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Siswa SMA-SMK dan SLB di Kepri Belajar dari Rumah

Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Siswa SMA-SMK dan SLB di Kepri Belajar dari Rumah

  • account_circle Basok Ridwan
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tanjungpinang, — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menetapkan batas indeks kualitas udara sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tingkat SMA, SMK, dan SLB. Jika angka kualitas udara melewati ambang yang ditentukan, kegiatan belajar di sekolah dialihkan ke rumah.

Kebijakan ini diberlakukan menyusul penurunan kualitas udara yang dipengaruhi sebaran kabut asap kiriman di sejumlah wilayah Kepulauan Riau.

Ketentuan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor B/400.3/58/DISDIK-SET/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) pada SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Kepulauan Riau.

Surat edaran ditujukan kepada seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kepri serta orang tua atau wali murid.

Dokumen tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni.

Dalam surat itu disebutkan bahwa kondisi pencemaran udara akibat kabut asap kiriman telah berdampak terhadap kualitas udara dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama murid.

Karena itu, pemerintah mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan terhadap warga sekolah.

“Dipandang perlu mengambil langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warga sekolah,” kata Sekda dalam surat edaran tersebut.

Pemprov Kepri menetapkan parameter berbeda untuk masing-masing jenjang pendidikan.

Pada SMA dan SMK, pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi BDR apabila indeks kualitas udara berada di atas 100.

Sementara pada jenjang SLB, pengalihan PTM dilakukan apabila indeks kualitas udara berada di atas 90.

BDR mulai diterapkan 15 September 2026 dan akan berlangsung sampai kondisi kualitas udara membaik serta dinyatakan aman.

Artinya, keberlanjutan pembelajaran tatap muka tidak hanya bergantung pada tanggal yang ditetapkan, tetapi juga kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

Pemprov Kepri juga meminta sekolah menyesuaikan pola pembelajaran dengan kondisi siswa. Kepala sekolah dan guru harus menyiapkan bahan ajar serta penugasan yang terstruktur, termasuk mempertimbangkan keterbatasan akses siswa terhadap pembelajaran daring.

Guru tetap melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan orang tua atau wali murid untuk mengetahui perkembangan belajar sekaligus kondisi kesehatan anak.

Kehadiran dan aktivitas belajar siswa selama BDR juga wajib dicatat dan didokumentasikan.

Di tingkat sekolah, kepala sekolah bertanggung jawab melakukan supervisi dan pemantauan pelaksanaan BDR. Laporan mengenai kegiatan belajar, perkembangan kualitas udara, serta kondisi kesehatan warga sekolah disampaikan secara berkala kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

Peran orang tua juga menjadi bagian penting dalam kebijakan tersebut. Selama anak mengikuti pembelajaran dari rumah, orang tua diminta memberikan pendampingan sekaligus mengawasi aktivitas anak.

Orang tua diminta mengurangi kegiatan anak di luar rumah atau ruang terbuka guna meminimalkan paparan kabut asap.

“Menjaga pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi air putih yang cukup, serta menggunakan masker apabila harus keluar rumah,” ucap Sekda.

Pemprov Kepri memastikan kebijakan tersebut akan dievaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan berdasarkan perkembangan kualitas udara di wilayah yang terdampak.

Apabila kondisi telah membaik dan dinyatakan aman, pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan.

Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah daerah untuk menjaga agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah kondisi kualitas udara yang belum kondusif.

Penulis

Basok Ridwan adalah seorang jurnalis pemerhati dinamika kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta konstelasi politik lokal. Ketajamannya dalam mengawal isu-isu strategis daerah semakin matang setelah ia resmi mengantongi sertifikasi kelulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Muda pada tahun 2026. Melalui karya-karyanya, ia konsisten menyajikan laporan mendalam seputar birokrasi dan profil tokoh yang memengaruhi arah kebijakan daerah.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Keenam Pencarian Arupadhatu 1 Masih Nihil, 5 Orang Jurnalis dan 3 Kru Belum Ditemukan

    Hari Keenam Pencarian Arupadhatu 1 Masih Nihil, 5 Orang Jurnalis dan 3 Kru Belum Ditemukan

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pandeglang, – Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang setelah speed boat Arupadhatu 1 mengalami hilang kontak di perairan Selat Sunda kembali digelar, Minggu (13/9/2026). Memasuki hari keenam operasi SAR, tim gabungan masih belum menemukan keberadaan delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut. Penyisiran diperluas dengan mengerahkan unsur laut, udara dan personel pendukung. Kepala […]

  • Revolusi Mixed Reality: Ketika Dunia Nyata Bertemu Teknologi AI 2.10 Play Button

    Revolusi Mixed Reality: Ketika Dunia Nyata Bertemu Teknologi AI

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Microsoft memperkenalkan Copilot untuk Microsoft Dynamics 365 Guides dalam ajang Microsoft Ignite, menggabungkan kecerdasan buatan generatif (generative AI) dengan teknologi mixed reality (MR) guna mendongkrak efisiensi kerja para pekerja garis depan di sektor industri. Fitur dan Kemampuan Utama Copilot dalam Dynamics 365 Guides Panduan Interaktif Lewat Gestur (Point and Ask): Pekerja dapat menunjuk atau melihat […]

  • Dialog RRI Tanjungpinang, Diskominfo Kepri Soroti Tantangan Menjaga Kualitas Informasi di Era Digital

    Dialog RRI Tanjungpinang, Diskominfo Kepri Soroti Tantangan Menjaga Kualitas Informasi di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Derasnya arus informasi digital menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Kepulauan Riau (Kepri), khususnya dalam memastikan informasi yang diterima benar, akurat dan dapat dipercaya. Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Dialog Tanjungpinang Pagi yang digelar LPP RRI Tanjungpinang, Kamis (10/9/2026), dengan mengangkat tema “RRI di Beranda Indonesia: Menjaga Informasi, Merawat Kebangsaan.” Dialog menghadirkan […]

  • Selat Malaka Jadi Jalur Rawan, Polda Kepri–PDRM Perkuat “Benteng” Maritim Lawan TPPO dan Narkoba

    Selat Malaka Jadi Jalur Rawan, Polda Kepri–PDRM Perkuat “Benteng” Maritim Lawan TPPO dan Narkoba

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, – Perairan bukan sekadar jalur pelayaran dan penghubung antarnegara. Di balik aktivitas kapal yang hilir-mudik di Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan, terdapat ancaman kejahatan lintas negara yang terus mencari celah. Mulai dari penyelundupan manusia, perdagangan orang hingga peredaran narkotika, jaringan kejahatan memanfaatkan luasnya wilayah perairan dan batas yurisdiksi antarnegara. Ancaman inilah yang menjadi […]

  • Alat Ukur Kualitas Udara Tanjungpinang Rusak, Warga Diminta Pantau IQAir: PM2.5 Tembus 43,8 µg/m³

    Alat Ukur Kualitas Udara Tanjungpinang Rusak, Warga Diminta Pantau IQAir: PM2.5 Tembus 43,8 µg/m³

    • calendar_month 12 jam yang lalu
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Kondisi kualitas udara di Kota Tanjungpinang menjadi perhatian publik setelah alat pemantau kualitas udara milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang berada di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan kerusakan alat pemantau kualitas udara milik pemerintah pusat itu telah […]

  • Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Belum Temukan 5 Orang Jurnalis di Selat Sunda

    Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Belum Temukan 5 Orang Jurnalis di Selat Sunda

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pandeglang, – Memasuki hari kelima operasi SAR, pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali diperluas. Namun hingga pencarian Sabtu (12/9/2026), belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut. Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran melalui jalur laut dan udara dengan membagi wilayah operasi ke dalam sejumlah sektor. Untuk pencarian […]

expand_less