Data Center Batam Didorong Bangun SWRO, Pasokan Air Warga Jadi Prioritas
- account_circle Redaksi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Badan Pengusahaan (BP) Batam menekankan pentingnya pembangunan SWRO mandiri bagi data center, Batam Centre, Rabu (23/9/2026),
Batam,
– Pertumbuhan industri data center di Batam berjalan beriringan dengan kebutuhan menjaga ketahanan air bersih masyarakat. Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong pengelola data center membangun Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) secara mandiri agar kebutuhan operasional industri tidak mengurangi pasokan air baku untuk warga.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, industri data center yang membutuhkan air dalam jumlah besar harus memiliki sumber air alternatif melalui teknologi desalinasi air laut.
“Kita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong adalah bagaimana mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO,” kata Amsakar di Batam Centre, Rabu (23/9/2026).
Skema tersebut akan diterapkan pada pengembangan data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan kawasan industri Kabil.
Dari sekitar 10 rencana pengembangan data center, satu di antaranya telah beroperasi dan menyatakan kesiapan mengikuti kebijakan pembangunan SWRO mandiri. Sejumlah pengembang lainnya juga diarahkan menerapkan skema serupa.
Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, kapasitas produksi air melalui SWRO diproyeksikan mencapai sekitar 750 liter per detik pada tahap awal. Kapasitas tersebut berpotensi meningkat hingga sekitar 1.000 liter per detik seiring pembangunan fasilitas SWRO di dua kawasan tersebut.
Amsakar menegaskan, pembangunan SWRO menjadi solusi agar kebutuhan air industri tidak sepenuhnya bertumpu pada sumber air baku yang selama ini menopang kebutuhan masyarakat Batam.
“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan,” ujarnya.
Lebih jauh, keberadaan SWRO tidak hanya dipandang sebagai solusi untuk kebutuhan industri. Jika produksi air hasil desalinasi nantinya melebihi kebutuhan operasional data center dan infrastruktur pendukung telah tersedia, terdapat peluang sebagian kapasitas tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
Pemanfaatannya tetap akan mempertimbangkan kapasitas produksi, kualitas air hasil pengolahan serta kesiapan jaringan distribusi.
“Jadi bukan hanya industrinya yang kita pikirkan. Kita juga melihat bagaimana investasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kalau kapasitasnya memungkinkan dan infrastrukturnya siap, tentu ada peluang untuk dimanfaatkan bagi masyarakat,” kata Amsakar.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk membuka sumber air baru di tengah pertumbuhan Batam sebagai pusat investasi sekaligus kawasan perkotaan dengan kebutuhan air yang terus meningkat.
Di sisi lain, investasi data center dipandang sebagai salah satu sektor strategis dalam memperkuat struktur ekonomi Batam. Kehadirannya diharapkan turut menggerakkan sektor konstruksi, membuka kebutuhan tenaga kerja profesional serta mendorong tumbuhnya berbagai industri dan jasa pendukung.
Dengan demikian, pembangunan SWRO diharapkan menjadi bagian dari ekosistem investasi yang tidak hanya menopang operasional industri, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutan sumber daya air Batam.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan



Saat ini belum ada komentar