Lingga Buka Keran Air untuk Batam, Pemkab Minta Rencana Tak Berhenti di Pembahasan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia menyatakan pemerintah daerah siap mendukung rencana pemanfaatan air baku Lingga untuk Batam, Lingga, Rabu (07/10/2026).
Lingga,
— Pemerintah Kabupaten Lingga kembali membuka peluang kerja sama pemanfaatan sumber air baku untuk membantu memenuhi kebutuhan air Kota Batam yang terus meningkat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, mengatakan pemerintah daerah pada prinsipnya siap mendukung apabila rencana pemanfaatan air baku Lingga untuk Batam kembali ditindaklanjuti secara serius.
Menurut Armia, pembahasan mengenai rencana tersebut bukan hal baru. Pemerintah Kabupaten Lingga bahkan telah mengikuti sejumlah pembahasan bersama pihak terkait sejak beberapa bulan lalu. Namun, hingga kini belum terlihat tindak lanjut berupa pekerjaan fisik di lapangan.
“Lima bulan lalu kita sudah rapat. Kita diundang, tapi sampai sekarang belum ada action-nya. Padahal tim sudah dibentuk. Mudah-mudahan mereka lebih serius,” ujar Armia kepada
, Rabu (7/10/2026).
Armia menyebut Lingga memiliki potensi sumber daya air yang besar. Sejumlah sumber air, termasuk kawasan air terjun, memiliki debit yang berpotensi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan air baku dalam skala lebih besar.
Potensi tersebut sebelumnya juga pernah menjadi bagian dari pembahasan kerja sama antara Lingga dan Batam. Pada 2017, Pemkab Lingga dan BP Batam telah menandatangani nota kesepahaman terkait rencana pemanfaatan potensi air Lingga untuk mendukung kebutuhan Batam. Saat itu, salah satu skema yang dibahas adalah penyaluran air melalui pipa bawah laut.
Kajian mengenai potensi air Lingga juga telah mencatat sejumlah sumber air baku yang dapat dikembangkan. Di antaranya Sungai Daik, dengan potensi debit yang dalam kajian terdahulu tercatat 68 liter per detik, serta sejumlah sumber lainnya di wilayah Lingga.
Bagi Lingga, pemanfaatan sumber daya air tersebut bukan hanya berkaitan dengan kerja sama antardaerah, tetapi juga membuka peluang pengelolaan sumber daya alam yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Di sisi lain, kebutuhan air Batam terus bertambah seiring perkembangan penduduk, kawasan permukiman, industri dan investasi. Kondisi itu membuat pemerintah mencari sumber air baku alternatif karena sebagian besar pasokan Batam masih bergantung pada waduk dan kondisi curah hujan.
Salah satu opsi yang kembali mencuat adalah membawa air baku dari Lingga menggunakan pipa bawah laut. Namun, skema tersebut masih membutuhkan kajian komprehensif, terutama menyangkut kapasitas sumber air, kebutuhan investasi, teknologi pengaliran, jarak antarpulau hingga aspek teknis distribusi.
Karena itu, Pemkab Lingga berharap pembahasan yang telah berlangsung dapat segera diterjemahkan menjadi langkah konkret. Pemerintah daerah siap membuka ruang koordinasi dengan BP Batam maupun pemerintah pusat untuk membahas kelayakan teknis dan model kerja sama yang paling memungkinkan.
Jika terealisasi, kerja sama tersebut tidak hanya berpotensi memperkuat ketahanan air Batam, tetapi juga membuka peluang bagi Lingga mengoptimalkan sumber daya airnya melalui skema kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua daerah.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar