Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Opini » Meramu Tanjungpinang Sambil Ngopi

Meramu Tanjungpinang Sambil Ngopi

  • account_circle Suyono Saeran
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tadi sore seusai menjumpai tamu di Hotel CK Tanjungpinang, ngopi bareng bersama wartawan senior yang juga Wakil Ketua ICMI Kepri, bang Ridarman Bay dan Ahmad Yani, seorang pengacara dari Kantor Pengacara Yani & Marpaung SH.

Sebenarnya ngopi bareng tersebut bukan pertemuan yang direncanakan. Hanya sebuah kebetulan ketika saya mampir di Kedai Kopi Toyyib yang posisinya persis di samping Hotel CK, ada beliau berdua.

Ternyata pertemuan tanpa direncanakan di kedai kopi tersebut bukan hanya sekedar acara ngopi biasa. Ada diskusi menarik yang berangkat dari rasa keprihatinan bersama tentang masa depan Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau: Tanjungpinang.

Sambil sesekali menyeruput secangkir kopi hangat, kami terus bertukar pikiran, mengeluarkan ide dan mearangkai gagasan bagamana Tanjungpinang bisa berkembang dan tumbuh mengimbangi Batam.

Mungkin apa yang kami bahas terlalu dininabobokan oleh sebuah euforia. Atau bisa juga seperti apa kata orang Melayu terlalu latah. Tapi sekecil apa pun sebuah ide, gagasan dan pemikiran memang perlu diberi ruang. Dan juga tidak terlalu berlebihan kalau tetap dibiarkan memenuhi atmosfir kreativitas sebagai bentuk kepedulian tentang daerah tempat tinggalnya.

Karena gagasan hebat tidak harus datang dari mereka yang bergelar profesor, doktor atau dari mereka yang menyandang sederet gelar akademis. Semua bisa berkontribusi. Karena masa depan Tanjungpinang ini jadi tanggung jawab kita bersama.

Tidak dipungkiri memang, Tanjungpinang ini hanya sebuah kota kecil. Secara administratif, hanya terdiri dari 4 kecamatan dan 18 kelurahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, jumlah penduduknya hanya 241.266 jiwa dengan 839 RT dan 163 RW.

Sebagai kota kecil, harusnya Tanjungpinang bisa meraih pencapaian yang luar biasa di semua sektor. Kenapa demikian? Karena ada tiga mesin pendorong untuk mempercepat kemajuan kota tua yang sudah berumur 242 tahun sejak kota ini berdiri pada 6 Januari 1784.

Tiga mesin tersebut yakni Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemko Tanjungpinang dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan – Tanjungpinang.

Tapi faktanya belum sesuai harapan. Tanjungpinang, meski paling tua, tapi lambat dalam perkembangan di sisi kemajuan investasi dan pengembangan kawasan sentra ekonomi.

Dari angka investasi yang masuk di Provinsi Kepulauan Riau sampai pada tri wulan kedua tahun 2026 sebesar Rp 40,38 trilyun, jumlah investasi di Tanjungpinang kurang lebih hanya mencapai Rp 470 milyar. Masih kalah jauh dengan Batam yang mencapai Rp 29,89 trilyun dan Bintan yang berhasil meraup investasi sebesar Rp 9,39 trilyun.

Dari angka pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang pada tri wulan pertama mencapai 5,23 persen memang dinilai naik cukup signifikan dibanding tahun 2025 yang hanya 3,31 persen pada tri wulan yang sama.

Namun angka pertumbuhan ekonomi yang naik ini bukan sebuah prestasi yang luar biasa. Mengingat Tanjungpinang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri harusnya juga diimbangi dengan makin banyaknya investasi yang masuk sehingga membuka peluang kerja bagi masyarakatnya.

Keresahan tentang Tanjungpinang yang begini-begini saja dan tidak banyak investasi yang masuk memang cukup jadi diskusi serius di setiap kedai kopi. Bahkan karena minimnya investasi dan peluang kerja, banyak angkatan kerja potensial yang ke luar daerah untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

Kondisi ini membuat sebagian masyarakat resah. Mereka berharap ada gebrakan untuk mendongkrak Tanjungpinang dari sisi jumlah investasi dan peluang bisnis yang masuk agar tercipta peluang kerja yang terbuka lebar.

Persoalannya memang bukan sekadar bagaimana mendatangkan investor, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem yang membuat investor merasa yakin untuk menanamkan modalnya di Ibu Kota Provinsi Kepri ini.

Tiga mesin utama: Pemerintah Provinsi Kepri, Pemko Tanjungpinang dan BP Tanjungpinang perlu berani menawarkan keunggulan daerah secara lebih agresif, mempercepat perizinan, menyiapkan kawasan dan infrastruktur yang mendukung kegiatan usaha, serta memberikan kepastian bagi dunia usaha.

Tidak hanya itu, Tanjungpinang juga tidak boleh hanya berharap pada investasi berskala besar. Potensi ekonomi lokal harus terus digerakkan secara bersamaan. UMKM, sektor perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, jasa, perikanan, hingga industri pengolahan perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Investasi besar dan ekonomi rakyat harus berjalan beriringan. Simboisis mutualisme harus tercipta melalui sebuah ekosistem yang saling mendukung.

Satu hal yang sangat perlu juga digarisbawahi, setiap investasi yang masuk harus memiliki dampak nyata terhadap masyarakat. Jangan sampai angka investasi meningkat, tetapi penyerapan tenaga kerja lokal tetap rendah. Pemerintah perlu memastikan adanya keterkaitan antara investasi, kebutuhan tenaga kerja, pendidikan, dan pelatihan keterampilan masyarakat yang terus berkelanjutan.

Tanjungpinang membutuhkan sebuah gebrakan ekonomi yang terukur: mendatangkan investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, dan menahan anak-anak muda agar tidak selalu melihat daerah lain sebagai satu-satunya tempat untuk membangun masa depan.

Untuk itu perlunya para pengambil kebijakan duduk satu meja dengan para akademisi, pengusaha dan para pakar ekonomi untuk merumuskan langkah strategis tentang Tanjungpinang ke depan. Banyak kawasan kosong di Tanjungpinang yang masih terbiarkan. Pada hal di dalamnya bisa dibangun resort, hotel bintang lima, lapangan golf bertaraf internasional dan kawasan industri berskala besar.

Kota ini memiliki posisi strategis dan potensi yang tidak kecil. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian mengubah potensi menjadi peluang dan peluang menjadi pertumbuhan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berapa banyak proyek yang dibangun, tetapi berapa banyak lapangan pekerjaan yang tercipta, berapa banyak masyarakat yang memperoleh penghasilan lebih baik, dan seberapa besar harapan anak muda untuk tetap membangun masa depannya di Tanjungpinang.

Penulis

Suyono Saeran selain seorang jurnalistik juga penulis buku yang produktif. Sudah lima buku yang dihasilkannya mulai dari Perjalanan Meraih Mimpi, Kepri Terang, Ansar: Guru Ngaji Jadi Gubernur Kepri, Dari Lex Baux ke Dapur Arang dan Mutiara di Air Saga. Pengalaman jurnalistiknya membentang dari tahun 1999 sampai sekarang melalui SKM Genta, Media Kepri, Harian Lantang, Kepri Bangkit dan sebagainya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Tegas Pemerintah: Dari Penanganan Darurat Hingga Mitigasi Bencana Jangka Panjang

    Langkah Tegas Pemerintah: Dari Penanganan Darurat Hingga Mitigasi Bencana Jangka Panjang

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    – Dilansir dari Setkab.go.id, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka pada Senin, 7 September 2026, untuk mengevaluasi percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Indonesia. Pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memastikan kebutuhan esensial masyarakat seperti aliran listrik, jaringan komunikasi, ketersediaan air bersih, […]

  • Revolusi Mixed Reality: Ketika Dunia Nyata Bertemu Teknologi AI 2.10 Play Button

    Revolusi Mixed Reality: Ketika Dunia Nyata Bertemu Teknologi AI

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 907
    • 0Komentar

    Microsoft memperkenalkan Copilot untuk Microsoft Dynamics 365 Guides dalam ajang Microsoft Ignite, menggabungkan kecerdasan buatan generatif (generative AI) dengan teknologi mixed reality (MR) guna mendongkrak efisiensi kerja para pekerja garis depan di sektor industri. Fitur dan Kemampuan Utama Copilot dalam Dynamics 365 Guides Panduan Interaktif Lewat Gestur (Point and Ask): Pekerja dapat menunjuk atau melihat […]

  • 8 Tahun Terbaring Sakit, Mari Kita Kembalikan Binar Bahagia di Mata Trisno Aji Putra

    8 Tahun Terbaring Sakit, Mari Kita Kembalikan Binar Bahagia di Mata Trisno Aji Putra

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Ady Indra Pawennari
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Entah karena dorongan apa, pagi itu tiba-tiba saja muncul keinginan kuat di hati saya untuk ngopi dan sarapan bersama para wartawan senior. Mereka adalah para sahabat, saksi hidup yang pernah bersama-sama merasakan teriknya matahari demi memburu berita di lapangan. Jarum jam di dinding kamar tidur menunjukkan pukul 07.55 WIB. Waktu yang biasanya masih saya manfaatkan […]

  • Transformasi Manajemen Galeri: Google Hadirkan Fitur Gemini Spark untuk Google Photos

    Transformasi Manajemen Galeri: Google Hadirkan Fitur Gemini Spark untuk Google Photos

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 15
    • 0Komentar

    – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) kembali mencatatkan babak baru dalam cara manusia mengelola arsip digital sehari-hari. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh TechCrunch, Google resmi mengintegrasikan agen pribadi cerdasnya, Gemini Spark, ke dalam ekosistem Google Photos. Pembaruan ini dirancang untuk mempermudah pengguna dalam merapikan, menyunting, hingga mengoptimalkan ribuan koleksi foto yang tersimpan di ruang […]

  • Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menteri Trenggono : Jangan Dipaksakan Melaut

    Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menteri Trenggono : Jangan Dipaksakan Melaut

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Bacadulu.id – Sejak Sabtu 5 September 2026, aktifitas vulkanik Anak Gunung Krakatau mengalami peningkatan. Erupsi yang diiringi keluarnya material vulkanik gunung itu mengganggu aktifitas nelayan dan masyarakat pesisir di Selat Sunda. Bahkan menggangu aktifitas transportasi udara di sejumlah wilayah. Seperti aktifitas penerbangan Bandara Soekarno Hatta. Bagi nelayan dan masyarakat pesisir di kawasan itu, Mentri Kelautan […]

  • Rakernis SDM Polda Kepri 2026, Kapolda Tekankan Pembinaan Personel hingga Tantangan Wilayah Perbatasan

    Rakernis SDM Polda Kepri 2026, Kapolda Tekankan Pembinaan Personel hingga Tantangan Wilayah Perbatasan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BATAM,  – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan fungsi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kepolisian tidak boleh berhenti pada urusan administrasi. Pembinaan personel harus dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, termasuk memperhatikan tantangan geografis di wilayah perbatasan seperti Natuna dan Anambas. Penegasan tersebut disampaikan Asep saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) SDM […]

expand_less