Sekolah Terintegrasi Merah Putih Mulai Dibangun di Rempang, Ditargetkan Rampung 2028
- account_circle Redaksi
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Yayasan Sekolah Merah Putih memulai pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Batam, Kamis (24/9/2026).
Batam,
— Harapan menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di wilayah Rempang dan Galang mulai diwujudkan. Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih resmi dimulai melalui groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana di kawasan Rempang, Kamis (24/9/2026).
Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 18,5 hektare tersebut dikerjakan oleh Yayasan Sekolah Merah Putih dan dirancang menjadi fasilitas pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, sekolah tersebut akan memberikan akses pendidikan tanpa biaya bagi peserta didik yang memenuhi kriteria, termasuk anak-anak berprestasi dan keluarga prasejahtera.
Putra-putri dari Rempang dan Galang juga menjadi salah satu kelompok yang mendapat prioritas dalam program pendidikan tersebut.
“Kami harapkan kehadiran sekolah terpadu pertama di Batam ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Bukan hanya untuk belajar, tetapi juga membangun karakter, mengembangkan potensi dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan,” ujar Amsakar.
Menurut Amsakar, pembangunan sekolah tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir 2028. Kehadirannya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, tetapi juga membawa dampak lebih luas bagi keluarga dan masyarakat.
Ia mengajak anak-anak berprestasi maupun mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Anak-anak berprestasi, anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk putra-putri Rempang dan Galang, akan mendapatkan ruang dan kesempatan untuk menempuh pendidikan di sini. Manfaatkan peluang ini agar SDM Indonesia, khususnya Batam, bisa lebih unggul dan memiliki kompetensi yang baik,” katanya.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan, konsep Sekolah Terintegrasi Merah Putih tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan.
Sekolah tersebut dirancang memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap, termasuk asrama bagi peserta didik. Dengan konsep itu, siswa nantinya dapat menjalani proses pendidikan sekaligus tinggal di lingkungan sekolah.
Menurut Li Claudia, keberadaan fasilitas pendidikan terpadu tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar cita-cita.
“Kami berharap kehadiran sekolah ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Batam dan menjadikan Rempang sebagai salah satu pusat pendidikan terpadu yang memberikan manfaat bagi anak-anak, khususnya generasi muda Rempang dan Galang,” ujar Li Claudia.
Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih luas dan terintegrasi.
Dengan lahan yang mencapai 18,5 hektare serta fasilitas pendidikan dan asrama yang disiapkan, sekolah tersebut diarahkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan, membangun karakter sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan masa depan.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan



Saat ini belum ada komentar