Kabasarnas Bahas Penguatan Kompetensi Tim SAR Lintas Lembaga dalam Disertasi di UMJ
- account_circle Redaksi
- calendar_month 23 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mempresentasikan penelitiannya dalam Sidang Penelaahan Naskah Disertasi Program Studi Doktor Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, Aula FISIP lantai empat UMJ, Jakarta, Jumat (06/11/2026).
JAKARTA,
— Penguatan koordinasi dan keseragaman kompetensi tim pencarian dan pertolongan lintas lembaga menjadi fokus disertasi Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Kajian tersebut diarahkan untuk membangun tata kelola yang mendukung kesiapan dan efektivitas operasi SAR di Indonesia.
Syafii mempresentasikan penelitiannya dalam Sidang Penelaahan Naskah Disertasi Program Studi Doktor Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jumat (6/11/2026).

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat melakukan presentasi, Jumat (06/11/2026).
Sidang berlangsung di Aula FISIP lantai empat UMJ. Naskah yang dipaparkan berjudul “Model Tata Kelola Strategis Kompetensi Tim SAR Multi Stakeholder Berbasis INSARAG Guidelines di Indonesia.”
Penelitian tersebut membahas pengelolaan kompetensi tim SAR yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi, koordinasi, dan standardisasi kemampuan antarlembaga menjadi perhatian utama dalam mendukung pelaksanaan pencarian dan pertolongan.
Melalui kajian itu, Syafii menempatkan penguatan kapasitas personel dan kerja sama lintas sektor sebagai bagian yang saling berkaitan. Kesiapan sumber daya manusia perlu didukung tata kelola yang memungkinkan berbagai unsur bekerja secara terpadu.
Pedoman International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) digunakan sebagai landasan penelitian. Penggunaan pedoman tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas dan profesionalisme tim SAR agar selaras dengan standar internasional.
Model tata kelola yang dikaji diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarlembaga, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membantu mengoptimalkan kesiapan operasi pencarian dan pertolongan.
Sidang penelaahan ini merupakan bagian dari tahapan akademik program doktor yang ditempuh Syafii. Forum tersebut menjadi ruang pembahasan naskah dan pengembangan pemikiran mengenai penyelenggaraan SAR dari perspektif administrasi publik.
Bagi Basarnas, peningkatan kompetensi personel dan keterpaduan kerja antarunsur menjadi perhatian penting dalam membangun layanan pencarian dan pertolongan yang profesional, cepat, dan terkoordinasi.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar