Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Pendidikan » Bismar Arianto: Wartawan Harus Punya Karya, Bukan Hanya Menulis Berita

Bismar Arianto: Wartawan Harus Punya Karya, Bukan Hanya Menulis Berita

  • account_circle Basok Ridwan
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tanjungpinang, – Akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Dr. Bismar Arianto, memberikan catatan menarik saat membedah buku Menjaga Nurani: Suara di Simpang Laman karya wartawan senior Ridarman Bay.

Menurut Bismar, sebuah tulisan yang awalnya mungkin dianggap sederhana atau bahkan “ecek-ecek”, pada suatu masa bisa memiliki nilai penting karena merekam fenomena sosial dan pemikiran pada zamannya.

Karena itu, ia menilai buku memiliki fungsi lebih jauh daripada sekadar menjadi kumpulan tulisan. Buku dapat menjadi dokumentasi pemikiran yang memungkinkan gagasan seseorang dibaca kembali oleh generasi berikutnya.

“Kadang-kadang kita menganggap sesuatu yang tidak serius, ternyata punya makna. Bisa jadi hari ini dianggap fenomena sosial biasa, tetapi ketika dituliskan, justru menjadi catatan penting,” demikian inti pemikiran Bismar dalam forum tersebut.

Bismar juga menyoroti pentingnya mendokumentasikan pemikiran lokal agar tidak berhenti hanya di ruang publik daerah.

Ia bahkan mengaitkannya dengan keberadaan buku karya Ridarman Bay di Perpustakaan Nasional. Menurutnya, ketika sebuah karya masuk dalam ekosistem perpustakaan, pemikiran yang lahir dari daerah memiliki kesempatan untuk dibaca lebih luas.

Bagi Bismar, menjadi penulis dari daerah bukan berarti pemikirannya hanya untuk konsumsi masyarakat daerah.

Justru, persoalan yang muncul di Tanjungpinang, Kepri atau daerah lain dapat menjadi bagian dari rekam sosial Indonesia apabila ditulis dan didokumentasikan dengan baik.

“Walaupun kita orang kampung, tetapi pemikiran kita bisa dibaca dan diketahui orang lain,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan Bismar.

Menurutnya, inilah salah satu alasan mengapa tradisi menulis perlu terus dipelihara. Namun, di balik apresiasinya terhadap karya Ridarman Bay, Bismar juga menyampaikan sebuah kegelisahan.

Ia menilai Kepri saat ini mulai kehilangan tradisi kolumnis yang dahulu cukup mewarnai media massa lokal.

Menurut Bismar, pada masa lalu terdapat penulis atau kolumnis yang secara rutin mengupas persoalan daerah melalui tulisan yang lebih mendalam. Mereka tidak sekadar menyampaikan berita, tetapi memberikan perspektif, analisis dan kritik terhadap berbagai persoalan yang terjadi.

Tradisi tersebut, menurutnya, kini semakin jarang ditemukan. Perkembangan media digital membuat ruang publik semakin ramai, tetapi belum tentu diikuti dengan hadirnya tulisan-tulisan panjang yang mampu membedah persoalan secara mendalam.

Padahal, keberadaan kolumnis dinilai penting untuk menjaga tradisi kritik konstruktif di tengah masyarakat.

“Ini mungkin menjadi tantangan kita bersama. Kita membutuhkan kolumnis yang setiap minggu mengupas isu secara lebih mendalam,” demikian inti pandangan Bismar.

Bismar menekankan, kritik yang dibutuhkan bukanlah kritik yang sekadar mencari kesalahan atau menjatuhkan seseorang.

Kritik harus dibangun berdasarkan informasi yang memadai, argumentasi dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, ruang kritik yang sehat justru diperlukan untuk mengingatkan pemerintah, lembaga maupun masyarakat ketika terdapat persoalan yang perlu diperbaiki.

Tanpa kritik yang konstruktif, ruang publik berpotensi kehilangan salah satu fungsi pentingnya sebagai tempat menguji kebijakan dan gagasan.

Namun, kritik juga harus disampaikan secara bertanggung jawab. Seorang penulis, kata Bismar, perlu memiliki bekal informasi yang cukup sebelum menyampaikan pendapatnya kepada publik.

Artinya, proses menulis tidak boleh hanya berangkat dari asumsi atau informasi yang belum teruji.

Membaca, mencari informasi dan melakukan verifikasi menjadi bagian penting sebelum sebuah gagasan dituangkan menjadi tulisan.

Bismar juga memberikan catatan terhadap buku Menjaga Nurani. Ia melihat karya Ridarman Bay sebagai kumpulan tulisan opini dan refleksi yang lahir dari berbagai momentum serta pengalaman penulis.

Namun, menurutnya, tantangan berikutnya adalah bagaimana karya-karya semacam itu dapat dikembangkan menjadi tulisan yang lebih fokus terhadap suatu isu.

Misalnya, sebuah tulisan tidak hanya berhenti pada fenomena yang terjadi, tetapi dilanjutkan dengan pertanyaan: apa persoalannya, mengapa terjadi, apa dampaknya dan apa yang seharusnya dilakukan?

Dengan pendekatan tersebut, menurut Bismar, sebuah karya akan memiliki kedalaman analisis yang lebih kuat.

Catatan tersebut bukan untuk mengurangi nilai buku Menjaga Nurani, melainkan menjadi masukan agar tradisi menulis di Kepri dapat terus berkembang.

Dalam pandangan Bismar, wartawan memiliki posisi strategis dalam membangun tradisi literasi dan pemikiran di daerah.

Sebab, wartawan setiap hari berhadapan dengan berbagai peristiwa. Dari peristiwa tersebut sebenarnya terdapat banyak persoalan yang dapat dikembangkan menjadi tulisan analitis maupun karya buku.

Karena itu, ia mendorong agar pengalaman jurnalistik tidak berhenti ketika berita diterbitkan. Berita dapat menjadi catatan awal. Dari sana, seorang wartawan dapat menggali lebih dalam, mengumpulkan data, membaca berbagai perspektif, kemudian melahirkan tulisan yang memiliki nilai lebih panjang.

Dari sinilah seorang wartawan dapat berkembang menjadi kolumnis atau penulis yang memiliki karakter.

Bismar menilai kegiatan bedah buku seperti yang dilakukan KJK menjadi salah satu ruang penting untuk menghidupkan kembali tradisi membaca, menulis dan berdiskusi.

Menurutnya, daerah membutuhkan lebih banyak ruang yang mempertemukan wartawan, akademisi, praktisi, penyelenggara negara dan masyarakat untuk membicarakan persoalan secara terbuka.

Buku Menjaga Nurani, kata dia, setidaknya telah membuka ruang tersebut. Dari satu buku, muncul pembicaraan tentang jurnalistik, fenomena sosial, kritik, literasi, media hingga masa depan tradisi menulis di Kepri.

Dan bagi Bismar, tantangan ke depan bukan sekadar memperbanyak jumlah buku yang diterbitkan. Tapi lebih penting adalah bagaimana Kepri kembali melahirkan penulis dan kolumnis yang berani berpikir, berani mengkritik, tetapi tetap bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya.

Penulis

Basok Ridwan adalah seorang jurnalis pemerhati dinamika kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta konstelasi politik lokal. Ketajamannya dalam mengawal isu-isu strategis daerah semakin matang setelah ia resmi mengantongi sertifikasi kelulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Muda pada tahun 2026. Melalui karya-karyanya, ia konsisten menyajikan laporan mendalam seputar birokrasi dan profil tokoh yang memengaruhi arah kebijakan daerah.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Penipuan! Nomor Palsu Catut Nama Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang Gentayangan

    Waspada Penipuan! Nomor Palsu Catut Nama Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang Gentayangan

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Masyarakat Kota Tanjungpinang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap segala bentuk komunikasi dari nomor tidak dikenal. Jangan mudah percaya jika ada seseorang yang menghubungi Anda dan mengaku-ngaku sebagai pejabat kepolisian. Imbauan mendesak ini dikeluarkan menyusul temuan adanya nomor WhatsApp palsu 0882-0176-76838 yang menggunakan foto profil dan mengatasnamakan AKP Wamilik Mabel, Kasat Reskrim Polresta […]

  • Darson Puji Karya Wartawan Senior Ridarman Bay, Bedah Buku Menjaga Nurani Bahas Moral di Era AI

    Darson Puji Karya Wartawan Senior Ridarman Bay, Bedah Buku Menjaga Nurani Bahas Moral di Era AI

    • calendar_month 8 jam yang lalu
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Buku bukan sekadar kumpulan kata yang dijilid menjadi satu. Di tangan seorang penulis, buku dapat menjadi ruang untuk menyampaikan kegelisahan, pengalaman, sekaligus mengajak pembacanya kembali berpikir tentang persoalan kehidupan. Pesan itulah yang terasa dalam kegiatan Bedah Buku Menjaga Nurani: Suara di Simpang Laman karya wartawan senior Ridarman Bay, yang digelar Komunitas Jurnalis Kepri […]

  • Aturan Baru Komdigi: Sisa Kuota Data Ponsel Dilarang Hangus Sepihak

    Aturan Baru Komdigi: Sisa Kuota Data Ponsel Dilarang Hangus Sepihak

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    – Pemerintah mengeluarkan kebijakan tegas yang melarang penyedia jasa telekomunikasi seluler menghanguskan sisa kuota internet konsumen ketika masa berlaku paketnya habis. Kebijakan ini resmi diberlakukan lewat Surat Edaran Menkomdigi No. 4/2026 tertanggal 28 Agustus 2026, yang menjadi respons atas Putusan Mahkamah Konstitusi No. 273/PUU-XXIII/2025. Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa paket data yang dibeli masyarakat adalah […]

  • Hari Ketiga, Pencarian Speed Boat Hilang di Selat Sunda Diperluas hingga 2.483 NM²

    Hari Ketiga, Pencarian Speed Boat Hilang di Selat Sunda Diperluas hingga 2.483 NM²

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pandeglang, – Operasi pencarian terhadap delapan orang yang belum diketahui keberadaannya setelah speed boat yang mereka tumpangi hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus berlanjut. Memasuki hari ketiga atau H.3, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama Tim SAR Gabungan memperluas wilayah penyisiran. Area operasi kini dibagi menjadi enam sektor dengan cakupan keseluruhan […]

  • Akankah Cristiano Ronaldo Tampil Malam Ini di Laga Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League? 12.39 Play Button

    Akankah Cristiano Ronaldo Tampil Malam Ini di Laga Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League?

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Al-Nassr masih berambisi memperkuat posisi mereka di papan atas Saudi Pro League 2024-25 di tengah ketatnya persaingan memperebutkan gelar juara. Di bawah komando pelatih Stefano Pioli, performa lini serang tim berjuluk Knights Najd ini terbilang tajam, meski mereka sempat tertinggal dari rival berat seperti Al-Hilal dan Al-Ittihad akibat awal musim yang kurang mulus. Strategi Rotasi […]

  • Revolusi Bansos Digital: Pemerintah Tutup Celah Judi Online Lewat Skema Non-Tunai dan AI

    Revolusi Bansos Digital: Pemerintah Tutup Celah Judi Online Lewat Skema Non-Tunai dan AI

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta, — Pemerintah Indonesia bersiap mengambil langkah tegas untuk membersihkan karut-marut penyaluran bantuan sosial (bansos). Di bawah komando Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, negara akan sepenuhnya meninggalkan era transfer tunai (cash transfer) demi menutup rapat-rapat peluang penyalahgunaan anggaran—termasuk untuk praktik judi online yang kian meresahkan. Luhut memaparkan, sistem perlindungan sosial (Perlinsos) digital […]

expand_less