Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Kepulauan Riau » Batam » Jalur Laut Batam Disorot, Ke Mana Pengawasan Barang di Tanjung Sengkuang?

Jalur Laut Batam Disorot, Ke Mana Pengawasan Barang di Tanjung Sengkuang?

  • account_circle Basok Ridwan
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, – Aktivitas pergerakan barang melalui jalur laut di kawasan pesisir Batam kembali menjadi sorotan. Persoalannya bukan sekadar ada atau tidaknya aktivitas bongkar muat, melainkan sejauh mana pengawasan negara memastikan setiap barang yang keluar dari kawasan Free Trade Zone (FTZ) memenuhi ketentuan kepabeanan.

Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah kawasan pesisir Pelabuhan Tanjung Sengkuang. Informasi yang diterima redaksi menyebut adanya aktivitas pemindahan barang pada malam hari dengan melibatkan kendaraan pengangkut dan kapal kayu.

Pertanyaannya barang apa yang dipindahkan, siapa pemiliknya, bagaimana dokumennya, dan ke mana tujuan akhirnya?

Sebab, status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas bukan berarti seluruh barang dapat keluar tanpa pengawasan. Justru lalu lintas barang dari kawasan FTZ membutuhkan pengawasan agar fasilitas perdagangan bebas tidak dimanfaatkan untuk menghindari kewajiban kepabeanan.

Sumber berinisial GH, yang mengaku mengetahui pola distribusi barang melalui jalur laut di Batam, mengatakan pengawasan seharusnya dilakukan terhadap seluruh mata rantai distribusi.

“Yang perlu dilihat bukan hanya barang itu berangkat dari mana, tetapi siapa yang mengirim, dokumennya bagaimana, menggunakan sarana apa, dan siapa penerimanya. Rangkaian itu harus ditelusuri,” ujar GH.

Menurut GH, penelusuran juga penting dilakukan terhadap informasi mengenai tujuan pengiriman.

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran, jangan berhenti pada orang yang membawa barang. Telusuri sampai pemilik, pengirim dan penerimanya,” katanya.

Pernyataan itu membuka persoalan yang lebih besar, seberapa efektif pengawasan terhadap jalur-jalur pesisir yang tidak memiliki karakteristik seperti terminal pelabuhan utama?

Sebab, jika pengawasan hanya berorientasi pada lokasi keberangkatan, mata rantai distribusi setelah barang meninggalkan Batam berpotensi luput dari perhatian.

BacaDulu telah menghubungi Kepala Bea Cukai Batam, Agung Widodo, untuk meminta penjelasan mengenai pengawasan barang dari kawasan FTZ, termasuk dugaan aktivitas pemindahan barang melalui pesisir Tanjung Sengkuang.

Pertanyaan yang diajukan antara lain berkaitan dengan mekanisme pengawasan, status barang yang keluar melalui jalur tersebut, serta apakah Bea Cukai menemukan atau sedang menangani dugaan pelanggaran kepabeanan.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Agung Widodo belum memberikan jawaban kepada BacaDulu.

Diamnya pejabat yang berwenang tentu belum dapat dimaknai sebagai pembenaran maupun penolakan atas informasi tersebut. Namun, publik berhak memperoleh penjelasan mengenai bagaimana negara mengawasi arus barang di kawasan perdagangan bebas.

Terlebih, persoalan kepabeanan bukan hanya menyangkut barang dan dokumen, tetapi juga menyangkut potensi penerimaan negara serta kepastian bahwa fasilitas FTZ digunakan sesuai tujuan yang ditetapkan.

Redaksi juga masih berupaya meminta keterangan Ditpolairud Polda Kepri mengenai pengawasan aktivitas pengangkutan barang melalui jalur laut.

Jika memang seluruh aktivitas tersebut legal dan memiliki dokumen lengkap, penjelasan resmi akan menjadi jawaban paling sederhana. Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran, publik tentu menunggu tindakan penegakan hukum yang transparan.

BacaDulu tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Bea Cukai Batam, Ditpolairud Polda Kepri, pemilik barang, maupun pihak lain yang merasa berkepentingan dengan pemberitaan ini.

Penulis

Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Kepri menyampaikan perubahan APBD 2026 di Tanjungpinang

    Perubahan APBD Kepri 2026: Pendapatan Daerah Diproyeksi Naik Rp82,18 Miliar

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengajukan rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Kepri. Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD disampaikan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dalam rapat paripurna di Balairung Raja Khalid Hitam, Tanjungpinang, Rabu (16/9/2026). Pengajuan tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah Pemprov Kepri dan DPRD menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran […]

  • Dahaga di Era Digital: Saat Pusat Data Raksasa AI Ancam Krisis Air Bersih Global

    Dahaga di Era Digital: Saat Pusat Data Raksasa AI Ancam Krisis Air Bersih Global

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, — Di balik layar gemerlap kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang menawarkan kemudahan instan bagi peradaban modern, tersimpan sebuah ancaman ekologis yang jarang disadari publik. Lonjakan adopsi model bahasa besar dan komputasi awan menuntut kehadiran ribuan pusat data (data center) baru. Masalahnya, infrastruktur digital canggih ini membutuhkan pasokan air bersih dalam jumlah masif […]

  • Presentasi usulan anggaran BP Batam 2027 di DPR RI Jakarta

    BP Batam Usulkan RKA 2027 Rp2,44 Triliun, Infrastruktur Dapat Rp665,11 Miliar

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengusulkan anggaran sebesar Rp2,44 triliun untuk pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2027. Rencana tersebut disampaikan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Amsakar hadir bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dan jajaran […]

  • Dugaan Aktivitas Penyelundupan di Tanjung Sengkuang, Polisi dan Bea Cukai Diminta Telusuri

    Dugaan Aktivitas Penyelundupan di Tanjung Sengkuang, Polisi dan Bea Cukai Diminta Telusuri

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, – Aktivitas di kawasan pesisir Pelabuhan Tanjung Sengkuang, Kota Batam, tampak sepi pada siang hari. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, kawasan tersebut diduga kembali digunakan sebagai lokasi pergerakan barang yang diduga terkait dengan aktivitas penyelundupan melalui jalur laut. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah barang diduga akan dibawa keluar dari Batam menuju wilayah di […]

  • Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan membatalkan SK Gubernur Kepri

    PT TUN Medan Batalkan SK Gubernur Kepri, Pengangkatan 7 Anggota KPID Kepri Dinyatakan Batal

    • calendar_month 18 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, — Polemik pengangkatan tujuh anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepulauan Riau periode 2025-2028 memasuki babak baru. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Medan membatalkan keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1082 Tahun 2025 yang menjadi dasar pengangkatan anggota KPID Kepri tersebut. Putusan itu tercantum dalam Putusan Nomor 87/B/2026/PT.TUN.MDN, dalam perkara banding yang diajukan […]

  • Kepri Siapkan 7.481 Rumah Baru untuk MBR, Perizinan dan Pembiayaan Dipermudah

    Kepri Siapkan 7.481 Rumah Baru untuk MBR, Perizinan dan Pembiayaan Dipermudah

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tahun 2026, pembangunan rumah baru di Kepri ditargetkan mencapai 7.481 unit, ditambah program perbaikan sebanyak 3.944 rumah. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemprov Kepri terhadap Program 3 Juta Rumah yang merupakan program prioritas Presiden RI. Gubernur Kepri […]

expand_less