Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Kepulauan Riau » Tanjungpinang » Kabut Asap Paksa Siswa BDR, Ismiyati Minta Pemprov Kepri Pastikan Hak Belajar Tak Terganggu

Kabut Asap Paksa Siswa BDR, Ismiyati Minta Pemprov Kepri Pastikan Hak Belajar Tak Terganggu

  • account_circle Basok Ridwan
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tanjungpinang, — Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi siswa SMA, SMK, dan SLB di Kepulauan Riau di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk mendapat perhatian dari DPRD Kepri.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Hj. Ismiyati, S.Pd.AUD., menilai pengalihan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) ke BDR merupakan langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko paparan udara tidak sehat terhadap peserta didik dan tenaga pendidik.

Namun, ia meminta pemerintah dan sekolah tidak berhenti pada persoalan perlindungan kesehatan. Mutu pembelajaran selama BDR juga harus menjadi perhatian serius.

“Kita memahami bahwa kesehatan dan keselamatan anak harus menjadi prioritas. Karena itu, kebijakan BDR dalam kondisi kualitas udara yang tidak sehat patut diapresiasi,” ujar Ismiyati.

Kebijakan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor B/400.3/58/DISDIK-SET/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Dari Rumah pada SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Kepulauan Riau.

BDR mulai diberlakukan sejak 15 September 2026 dengan mempertimbangkan indikator kualitas udara. Untuk SMA dan SMK, kebijakan diterapkan ketika indeks kualitas udara berada di atas 100. Sementara bagi SLB, batas yang digunakan berada di atas 90.

Pelaksanaan BDR berlangsung sampai kondisi kualitas udara dinyatakan membaik dan aman untuk kembali melakukan kegiatan pembelajaran secara langsung.

Ismiyati mengingatkan, perubahan sistem pembelajaran tidak boleh membuat proses pendidikan kehilangan substansinya.

Menurut dia, guru tetap harus memiliki pola komunikasi dan pembelajaran yang jelas sehingga siswa tidak hanya menerima tugas untuk dikerjakan secara mandiri di rumah.

“BDR bukan berarti guru hanya mengirimkan tugas, kemudian selesai. Harus ada proses pembelajaran, ada penjelasan, interaksi, pemantauan dan evaluasi terhadap pemahaman siswa,” katanya.

Politikus perempuan tersebut juga menyoroti kemungkinan munculnya kesenjangan selama pelaksanaan BDR.

Tidak semua siswa di Kepri memiliki kondisi yang sama. Perbedaan akses internet, kepemilikan perangkat elektronik, lingkungan rumah, hingga kemampuan orang tua dalam memberikan pendampingan dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran.

“Jangan sampai ada anak yang bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, sementara anak lainnya kesulitan karena keterbatasan perangkat, jaringan atau pendampingan. Ini harus dipetakan oleh sekolah,” ucapnya.

Ia mendorong Dinas Pendidikan Kepri melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan BDR di seluruh satuan pendidikan.

Evaluasi, kata Ismiyati, tidak cukup hanya melihat apakah sekolah sudah menjalankan BDR. Pemerintah juga perlu melihat apakah materi pembelajaran tersampaikan dan siswa benar-benar mengikuti proses belajar.

“Yang harus kita ukur bukan hanya kegiatan BDR-nya berjalan atau tidak, tetapi apakah tujuan pembelajarannya tercapai,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah juga perlu membangun komunikasi aktif dengan orang tua selama kebijakan tersebut diberlakukan.

Orang tua memiliki peran dalam mendampingi anak di rumah, sementara guru tetap bertanggung jawab terhadap proses pendidikan dan pencapaian pembelajaran.

Ismiyati memahami bahwa pembelajaran tatap muka memiliki sejumlah aspek yang sulit sepenuhnya digantikan melalui pembelajaran dari rumah.

Interaksi langsung antara guru dan siswa, pembentukan disiplin, pembiasaan serta pendidikan karakter merupakan bagian dari proses pendidikan yang membutuhkan keterlibatan aktif sekolah.

“Pendidikan tidak hanya mengejar nilai akademik. Ada karakter, kedisiplinan, pembiasaan dan keteladanan. Karena itu, selama BDR berlangsung, aspek-aspek tersebut tetap harus diperhatikan,” katanya.

Ia berharap kondisi kualitas udara di Kepri segera kembali normal sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilakukan di sekolah.

Menurutnya, BDR harus ditempatkan sebagai langkah sementara yang menyesuaikan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kita berharap situasi ini segera membaik. Ketika kualitas udara sudah aman, tentu pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan sesuai ketentuan dan rekomendasi instansi terkait,” ujar Ismiyati.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan terus memperbarui evaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara di masing-masing wilayah.

Hal tersebut penting karena kondisi kualitas udara dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

“Keselamatan siswa penting, tetapi kualitas pendidikan juga tidak boleh dikorbankan. Dua-duanya harus dijaga secara bersamaan,” tegasnya.

Ismiyati berharap pemerintah, sekolah, guru dan orang tua dapat membangun kerja sama selama kebijakan BDR berlangsung.

Dengan demikian, kebijakan pengalihan pembelajaran akibat kabut asap tidak hanya mampu melindungi kesehatan siswa, tetapi juga memastikan proses pendidikan tetap berjalan secara efektif.

“Semoga kualitas udara segera kembali sehat dan anak-anak kita bisa kembali ke sekolah. Sekolah bukan hanya tempat belajar mata pelajaran, tetapi juga tempat anak-anak membangun karakter, bersosialisasi dan mendapatkan keteladanan dari guru,” tutup Ismiyati.

Penulis

Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenapa Kepri Tetap Ngotot Soal Labuh Jangkar

    Kenapa Kepri Tetap Ngotot Soal Labuh Jangkar

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Suyono Saeran
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Ada ironi yang terus berulang di Kepulauan Riau. Provinsi yang sekitar 96 persen wilayahnya berupa laut, yang berada di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, dan yang lautnya menjadi ruang hidup sekaligus ruang ekonomi ini, justru masih harus berjuang panjang untuk mendapatkan manfaat fiskal yang lebih besar dari aktivitas kemaritiman di wilayahnya sendiri. Salah […]

  • Hendri dan Junaidi Geser Jadi Asisten, Lima Jabatan Pemprov Kepri Langsung Diisi Plt

    Hendri dan Junaidi Geser Jadi Asisten, Lima Jabatan Pemprov Kepri Langsung Diisi Plt

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad melakukan rotasi dan penataan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Dalam penataan tersebut, sejumlah pejabat yang sebelumnya menduduki jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) mendapat amanah baru. Untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan, lima jabatan yang terdampak perubahan langsung diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Pelantikan […]

  • Lonjakan Teknologi AI di Tengah Bayang-Bayang Ketidakpastian Global

    Lonjakan Teknologi AI di Tengah Bayang-Bayang Ketidakpastian Global

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    – Perekonomian dunia saat ini berada di persimpangan jalan yang unik, diwarnai oleh kontras tajam antara laju inovasi digital yang masif dan tekanan krisis geopolitik internasional. Di satu sisi, gelombang investasi pada sektor teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) menjelma menjadi lokomotif utama yang mendorong produktivitas, efisiensi operasional, serta penciptaan pasar baru di […]

  • Hotspot Riau Anjlok 73 Persen, Tersisa 12 Titik Setelah Hujan Mengguyur

    Hotspot Riau Anjlok 73 Persen, Tersisa 12 Titik Setelah Hujan Mengguyur

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pekanbaru, – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau turun tajam dalam sehari. Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir turut membantu menekan kemunculan titik panas. Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru pada Minggu (13/9/2026), hotspot di Riau tersisa 12 titik, turun jauh dibandingkan sehari sebelumnya yang masih mencapai 44 titik. Data tersebut juga diberitakan […]

  • Bismar Arianto: Wartawan Harus Punya Karya, Bukan Hanya Menulis Berita

    Bismar Arianto: Wartawan Harus Punya Karya, Bukan Hanya Menulis Berita

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Dr. Bismar Arianto, memberikan catatan menarik saat membedah buku Menjaga Nurani: Suara di Simpang Laman karya wartawan senior Ridarman Bay. Menurut Bismar, sebuah tulisan yang awalnya mungkin dianggap sederhana atau bahkan “ecek-ecek”, pada suatu masa bisa memiliki nilai penting karena merekam fenomena sosial dan pemikiran pada […]

  • Revolusi Mixed Reality: Ketika Dunia Nyata Bertemu Teknologi AI 2.10 Play Button

    Revolusi Mixed Reality: Ketika Dunia Nyata Bertemu Teknologi AI

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Microsoft memperkenalkan Copilot untuk Microsoft Dynamics 365 Guides dalam ajang Microsoft Ignite, menggabungkan kecerdasan buatan generatif (generative AI) dengan teknologi mixed reality (MR) guna mendongkrak efisiensi kerja para pekerja garis depan di sektor industri. Fitur dan Kemampuan Utama Copilot dalam Dynamics 365 Guides Panduan Interaktif Lewat Gestur (Point and Ask): Pekerja dapat menunjuk atau melihat […]

expand_less