Batik Laut dan Otak-Otak Bawa Bintan Bersinar di Dekrafest Kepri 2026
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dekranasda Kabupaten Bintan menerima penghargaan Stand Terbaik Kabupaten/Kota se‑Kepulauan Riau pada Dekrafest Kepri 2026, Tanjungpinang (20/09/2026).
Bintan,
— Kreativitas Bintan kembali menemukan panggungnya. Dari motif biota laut hingga sajian kuliner Melayu, kekayaan budaya dan identitas daerah itu tampil dalam Dekrafest Kepri 2026 bertema “Kriya Karya Kepri”.
Bukan sekadar hadir sebagai peserta, Dekranasda Kabupaten Bintan berhasil meraih penghargaan sebagai Stand Terbaik Kabupaten/Kota se-Kepulauan Riau dalam ajang tersebut.
Stand Bintan menyuguhkan beragam produk kriya, wastra, fesyen dan kerajinan khas daerah. Salah satu yang mencuri perhatian adalah batik dengan ragam motif yang terinspirasi dari kekayaan laut Bintan, mulai dari dugong, bintang laut, terumbu karang hingga tumbuhan laut.
Motif-motif tersebut tidak hanya mempercantik kain. Ia menjadi cara Bintan bercerita tentang jati dirinya sebagai daerah maritim.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, mengatakan daerahnya memiliki kekayaan budaya dan kerajinan yang dapat terus dikembangkan menjadi identitas sekaligus produk bernilai ekonomi.
Sebagai daerah kepulauan, kata Ronny, kekayaan laut menjadi salah satu sumber inspirasi dalam pengembangan produk kerajinan masyarakat.
“Alhamdulillah, produk-produk kerajinan kita mendapat pengakuan luar biasa dalam Dekrafest Kepri tahun ini. Kita berharap melalui event seperti ini, produk asli Bintan, baik kerajinan, fashion maupun produk lainnya, semakin dikenal secara luas,” ujar Ronny, Minggu malam (20/9/2026), di Halaman Gedung Dekranasda Kepri, Taman Gurindam 12, Tepi Laut, Tanjungpinang.
Cerita tentang identitas Bintan tidak berhenti di stan pameran. Pada gelaran fashion show yang diikuti seluruh Dekranasda kabupaten/kota se-Kepri, Wakil Ketua I Dekranasda Bintan, Elyza Riani, tampil mengenakan busana dengan motif otak-otak.
Di tangan perajin, makanan khas pesisir itu tidak lagi hanya berbicara soal rasa. Bentuk otak-otak diterjemahkan menjadi stilasi motif yang kemudian dipadukan dengan elemen daun kelapa sebagai simbol pembungkus makanan tradisional tersebut.
Daun kelapa sekaligus menyiratkan kedekatan masyarakat dengan alam dan tradisi memanfaatkan hasil lingkungan sekitar.
Ada pula motif ilalang yang disisipkan dalam rancangan. Tumbuhan sederhana tersebut dipilih sebagai simbol ketangguhan—mampu tumbuh dan bertahan dalam beragam kondisi.
Dari sana, sebuah busana tidak sekadar menjadi pakaian. Ia membawa cerita tentang laut, pangan, alam, tradisi dan karakter masyarakat Bintan.
Dekrafest Kepri 2026 juga tidak hanya menjadi ruang bagi para perajin untuk memperkenalkan karya.
Festival tersebut turut menghadirkan Malay Culinary Festival, yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati beragam sajian khas Melayu.
Suasana semakin meriah pada malam puncak ketika Meidra Idol, putri asli Kepulauan Riau yang berhasil masuk Top 4 Indonesian Idol 2026, tampil menghibur ribuan pengunjung.
Pertemuan antara kriya, fesyen, kuliner dan musik membuat Dekrafest tidak sekadar menjadi ruang pamer produk.
Ia menjadi panggung tempat identitas daerah diperkenalkan melalui berbagai bentuk kreativitas. Bagi Bintan, penghargaan sebagai Stand Terbaik Kabupaten/Kota se-Kepri menjadi lebih dari sekadar trofi.
Di balik kain batik, motif laut dan bentuk otak-otak yang diolah menjadi karya fesyen, ada pesan bahwa kekayaan lokal tidak harus berhenti sebagai warisan.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar