55 Tahun BP Batam, Amsakar Soroti Persoalan Air, Listrik dan Rumah Sakit di Tengah Lonjakan Investasi
- account_circle Melly
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala BP Batam Amsakar Achmad memimpin upacara peringatan Hari Bakti ke-55 BP Batam di pelataran Kantor BP Batam, Senin (26/10/2026).
BATAM,
– Badan Pengusahaan (BP) Batam memperingati Hari Bakti ke-55 dengan mencatat realisasi investasi mencapai Rp39,9 triliun pada semester pertama 2026. Namun, di balik capaian ekonomi tersebut, sejumlah persoalan pelayanan dasar masih menjadi perhatian, terutama pasokan air bersih, kelistrikan, dan layanan rumah sakit.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa perjalanan 55 tahun lembaga tersebut harus menjadi momentum evaluasi untuk meningkatkan pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan investasi.
Hal itu disampaikan Amsakar saat memimpin upacara peringatan Hari Bakti ke-55 BP Batam di pelataran Kantor BP Batam, Senin (26/10/2026).
Peringatan yang mengusung tema Batam Maju, Investasi Melaju tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, jajaran deputi, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, mitra perbankan, serta pegawai BP Batam.
“Selamat Hari Bakti BP Batam yang ke-55 tahun! Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin untuk menjadikan Batam lebih hebat dan maju,” ujar Amsakar.
Dalam kesempatan itu, Amsakar memaparkan sejumlah indikator perkembangan ekonomi Batam. Selain realisasi investasi Rp39,9 triliun, pertumbuhan ekonomi Batam pada semester pertama 2026 disebut mencapai 7,28 persen.
Ia juga menyinggung pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih serta pengembangan infrastruktur berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembangunan kawasan.
Meski demikian, Amsakar mengingatkan capaian ekonomi tidak boleh membuat BP Batam mengabaikan persoalan yang masih dirasakan masyarakat.
Kinerja pelayanan air bersih, rumah sakit, dan ketersediaan pasokan listrik menjadi sejumlah sektor yang mendapat perhatian khusus untuk terus dibenahi.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor agar pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Amsakar juga menegaskan bahwa peringatan Hari Bakti bukan sekadar mengenang perjalanan panjang BP Batam, tetapi menjadi kesempatan untuk menilai capaian masa lalu dan menentukan langkah pembangunan ke depan.
“Jadi Hari Bakti ini menjadi media kontemplasi, media perenungan, media untuk melakukan evaluasi diri, sebagai jalan ikhtiar kita untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Usai upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan syukuran di Balairung Sari BP Batam. Acara ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Amsakar bersama Li Claudia.
Sejumlah tokoh yang pernah berkontribusi dalam perjalanan Otorita Batam hingga BP Batam turut hadir, di antaranya mantan Ketua Otorita Batam Mustofa Widjaja dan mantan Deputi Pengusahaan Sarana Nur Syafriadi.
Kehadiran para mantan pejabat dan keluarga besar purnabakti menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjalanan panjang lembaga yang berperan dalam pembangunan kawasan industri dan investasi Batam.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengajak seluruh jajaran meningkatkan semangat kerja serta mempercepat upaya penyelesaian berbagai persoalan yang masih dihadapi.
Menurutnya, BP Batam harus terus mencari langkah dan kebijakan yang tepat agar pembangunan kawasan memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Ayo bersama-sama kita bangun semangat baru, kita jadikan momentum 55 tahun ini untuk bergerak cepat, bangkit kembali, bertekad kuat, berlebih bersemangat, mempersembahkan kontribusi terbaik bagi negeri yang kita cintai,” ujar Li Claudia.
Peringatan Hari Bakti juga dimeriahkan berbagai kegiatan kebersamaan dan perlombaan antarkedeputian sebagai sarana mempererat hubungan pegawai lintas generasi.
Memasuki usia ke-55, BP Batam menghadapi tantangan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan infrastruktur dan pelayanan publik mampu mengimbangi perkembangan investasi.
Dengan demikian, keberhasilan pembangunan Batam tidak hanya tercermin dari nilai investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas layanan dasar yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
- Penulis: Melly

Jadikan





Saat ini belum ada komentar