Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Hukum & Kriminal » Polisi: Bentrokan Setokok Dipicu Sengketa Lahan, Enam Orang Diamankan

Polisi: Bentrokan Setokok Dipicu Sengketa Lahan, Enam Orang Diamankan

  • account_circle A. Ridwan
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, – Polisi memastikan bentrokan antar kelompok yang terjadi di kawasan Setokok, Kota Batam, berkaitan dengan persoalan sengketa lahan. Dalam insiden tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Polresta Barelang kini masih mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat dalam bentrokan. Sedikitnya enam orang telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan penyelidikan masih berlangsung, termasuk untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi masih menunggu hasil visum dan autopsi.

“Sejauh ini ada sekitar enam orang yang sudah diamankan. Pengembangan kasus masih terus dilakukan dan penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, profesional, serta objektif terhadap semua pihak yang terlibat,” ujar Anggoro kepada wartawan di Mapolresta Barelang, Senin (14/9/2026) malam.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi juga meluruskan informasi mengenai penggunaan senjata api yang sempat beredar di tengah masyarakat.

Anggoro menyebut hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan penggunaan senjata angin, bukan senjata api.

“Dugaan sementara memang ada penggunaan senjata angin. Jadi kami tegaskan bukan senjata api. Terduga pelaku sudah diamankan dan saat ini proses penyelidikan masih terus berlangsung,” katanya.

Kendati demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan secara menyeluruh bagaimana senjata tersebut digunakan dan kaitannya dengan rangkaian bentrokan.

Dari penyelidikan sementara, bentrokan disebut berawal dari perselisihan mengenai penguasaan lahan yang telah berlangsung dalam waktu cukup lama.

Persoalan semakin memanas lantaran masing-masing pihak memiliki dasar klaim terhadap kawasan yang sama. Salah satu pihak diketahui mengantongi Penetapan Lokasi (PL) dari BP Batam, sementara kelompok lainnya juga mengklaim lahan tersebut.

Perselisihan yang tidak kunjung menemukan penyelesaian kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik.

Polisi memastikan perkara tersebut tidak berkaitan dengan persoalan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Anggoro juga membantah adanya informasi yang menyebut kondisi Kota Batam secara umum menjadi tidak kondusif setelah bentrokan tersebut.

Menurutnya, aparat telah melakukan langkah pengamanan untuk mencegah konflik kembali terjadi maupun meluas ke wilayah lain.

“Situasi Kota Batam saat ini terkendali dan masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Personel gabungan dari Polresta Barelang, Polda Kepri, TNI dan unsur terkait telah diterjunkan untuk mengamankan kawasan Setokok.

Pengamanan dan patroli di sekitar lokasi juga ditingkatkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama informasi yang berpotensi memperkeruh situasi keamanan.

Penyidik saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi bentrokan serta menentukan pertanggungjawaban hukum masing-masing pihak.

Penulis

A. Ridwan adalah seorang jurnalis dan pengamat UMKM yang aktif mengangkat dinamika ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah Kepulauan Riau. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Muda pada tahun 2026, ia konsisten menghadirkan karya jurnalistik yang tajam, berimbang, dan berfokus pada pemberdayaan sektor usaha lokal agar mampu naik kelas di kancah nasional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Calon Pimpinan BAZNAS Karimun Jalani Uji Faktual, Zakat Ditargetkan Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan

    10 Calon Pimpinan BAZNAS Karimun Jalani Uji Faktual, Zakat Ditargetkan Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Karimun, – Pemerintah Kabupaten Karimun mulai memasuki tahapan penting dalam proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karimun periode 2026–2031. Sebanyak 10 calon pimpinan BAZNAS mengikuti verifikasi faktual berupa wawancara secara langsung di Ruang Rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, Senin (14/9/2026). Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses seleksi yang dilakukan Pemkab […]

  • Menunggu Tiga Dekade untuk Secarik Mahkota Utama

    Menunggu Tiga Dekade untuk Secarik Mahkota Utama

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Ady Indra Pawennari
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Waktu tidak pernah berjalan mundur, namun ia selalu memberi ruang bagi jiwa-jiwa yang menolak menyerah.“Tak ada kata terlambat.” Kalimat itu bukan sekadar rangkaian kata yang kerap saya bisikkan demi membakar semangat para pewarta muda di bawah langit Dewan Pers. Jauh di lubuk hati yang paling dalam, kalimat itu adalah bait mantra yang saya rapalkan untuk […]

  • Tim SAR Sisir Selat Sunda Lewat Laut dan Udara

    Tim SAR Sisir Selat Sunda Lewat Laut dan Udara

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pandeglang, – Operasi pencarian delapan orang yang masih dinyatakan dalam pencarian setelah speedboat yang mereka tumpangi hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus diperluas. Memasuki hari keempat, Jumat (11/9/2026), Tim SAR Gabungan mengerahkan kekuatan melalui jalur laut dan udara. Penyisiran dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke dalam sejumlah sektor, termasuk kawasan sekitar […]

  • Kementan Temukan 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu, Potensi Kerugian Rp89 Triliun

    Kementan Temukan 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu, Potensi Kerugian Rp89 Triliun

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle Ady Indra Pawennari
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta, – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan 25 merek beras yang diduga melanggar ketentuan fortifikasi atau pengayaan nutrisi. Puluhan merek tersebut terbukti tidak memenuhi standar (TMS) setelah pemerintah melakukan uji laboratorium. Temuan ini terungkap dalam ekspos hasil pemeriksaan beras fortifikasi di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Dari total 27 nama dagang yang diperiksa oleh empat laboratorium […]

  • Kebakaran Lahan Gambut Meluas di Batang Tuaka, Tim Gabungan Dikerahkan

    Kebakaran Lahan Gambut Meluas di Batang Tuaka, Tim Gabungan Dikerahkan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tembilahan, – Kebakaran melanda areal perkebunan kelapa di Dusun Sungai Cakah, Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (13/9/2026). Api yang diperkirakan muncul sekitar pukul 13.00 WIB tersebut dengan cepat menjalar di kawasan perkebunan. Kondisi lahan yang didominasi gambut kering membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Penanganan kebakaran melibatkan personel gabungan […]

  • Darson Puji Karya Wartawan Senior Ridarman Bay, Bedah Buku Menjaga Nurani Bahas Moral di Era AI

    Darson Puji Karya Wartawan Senior Ridarman Bay, Bedah Buku Menjaga Nurani Bahas Moral di Era AI

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Buku bukan sekadar kumpulan kata yang dijilid menjadi satu. Di tangan seorang penulis, buku dapat menjadi ruang untuk menyampaikan kegelisahan, pengalaman, sekaligus mengajak pembacanya kembali berpikir tentang persoalan kehidupan. Pesan itulah yang terasa dalam kegiatan Bedah Buku Menjaga Nurani: Suara di Simpang Laman karya wartawan senior Ridarman Bay, yang digelar Komunitas Jurnalis Kepri […]

expand_less