Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Kepulauan Riau » Tanjungpinang » DPRD dan Pemprov Kepri Sepakati Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp82,19 Miliar

DPRD dan Pemprov Kepri Sepakati Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp82,19 Miliar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tanjungpinang, – Arah baru pengelolaan anggaran Kepulauan Riau untuk 2026 resmi mendapat persetujuan legislatif dan eksekutif. DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kepri menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Kesepakatan itu lahir dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri di Ruang Sidang Utama, Balairung Raja Khalid Hitam, Senin (21/9/2026).

Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan. Agenda diawali laporan akhir Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri yang disampaikan Wakil Ketua III DPRD Kepri sekaligus pimpinan Banggar, Bakhtiar.

Seluruh anggota DPRD yang hadir kemudian menyetujui Ranperda Perubahan APBD 2026. Persetujuan tersebut dituangkan melalui penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan pimpinan DPRD Kepri.

Gubernur Ansar menyampaikan apresiasi atas proses pembahasan yang dinilainya berlangsung cepat dan cermat. Ia menyebut kesepakatan tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah dan DPRD agar program pembangunan yang telah dirancang dapat segera dijalankan.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua, Wakil Ketua dan Anggota Dewan yang telah melaksanakan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD secara cepat, cermat, dan lancar sebagai bentuk tanggung jawab, sinergitas dan komitmen bersama,” ujar Ansar.

Dalam perubahan anggaran tersebut, pendapatan daerah Kepri diproyeksikan bertambah Rp82,19 miliar. Target yang sebelumnya Rp3,312 triliun dalam APBD Murni 2026 naik menjadi Rp3,394 triliun.

Secara rinci, pendapatan daerah berubah dari Rp3.312.655.778.935 menjadi Rp3.394.843.964.978.

Sumber pendapatan terbesar berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan mencapai Rp1,88 triliun atau 55,52 persen dari total pendapatan. Sementara pendapatan transfer berada di angka Rp1,50 triliun, atau sekitar 44,31 persen.

Di sisi belanja, pemerintah daerah menetapkan anggaran sebesar Rp3,63 triliun, naik sekitar Rp81,31 miliar dibandingkan APBD Murni 2026 yang berada di angka Rp3,54 triliun.

Adapun pembiayaan neto ditetapkan sebesar Rp230,68 miliar, turun sekitar Rp878,42 juta dibandingkan APBD Murni.

Dengan komposisi tersebut, Perubahan APBD Kepri 2026 tetap disusun dalam struktur anggaran yang berimbang antara pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah.

Ansar mengatakan perubahan anggaran juga telah memperhitungkan kewajiban mandatory spending serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Untuk sektor pendidikan, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp1,06 triliun atau 29,25 persen dari total belanja daerah. Sementara anggaran infrastruktur pelayanan publik mencapai Rp938,16 miliar atau 29,90 persen.

Pemenuhan SPM juga diarahkan pada sejumlah layanan dasar, mulai dari pendidikan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketenteraman dan ketertiban umum serta pelindungan masyarakat, hingga bidang sosial.

Ansar meminta seluruh program yang telah masuk dalam Perubahan APBD 2026 dilaksanakan secara optimal, tepat sasaran dan tepat waktu.

“Harapan kami, seluruh program dan kegiatan yang telah direncanakan dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat terealisasi secara optimal, tepat sasaran, dan tepat waktu, sehingga target-target pembangunan sebagaimana termuat dalam RPJMD Provinsi Kepulauan Riau dapat tercapai dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Di tengah meningkatnya belanja daerah, Ansar mengingatkan perangkat daerah agar tidak gegabah dalam merealisasikan anggaran. Belanja harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan perkembangan penerimaan yang benar-benar terealisasi.

Kehati-hatian tersebut penting untuk mencegah munculnya tunda bayar maupun utang belanja yang berpotensi menjadi beban pada tahun anggaran berikutnya.

Gubernur juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh fraksi dan komisi DPRD Kepri, khususnya Banggar, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), kepala OPD dan jajaran yang terlibat dalam pembahasan perubahan anggaran.

“Semoga Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan Provinsi Kepulauan Riau, terutama hal-hal yang terkait dengan pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat umum,” ujar Ansar.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petugas Polda Kepri berdiskusi melalui Zoom tentang pengawalan aspirasi dan disinformasi

    Polda Kepri Perkuat Kesiapan Personel Mengawal Aspirasi dan Antisipasi Disinformasi Digital

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Polda Kepulauan Riau menggelar Dialog Penguatan Internal Polri Ke-3 secara virtual, membahas pengawalan aspirasi masyarakat dan pencegahan disinformasi di ruang digital.

  • Operasi SAR Hari Keempat, Pencarian 5 Jurnalis Speedboat Hilang Kontak Diperluas

    Operasi SAR Hari Keempat, Pencarian 5 Jurnalis Speedboat Hilang Kontak Diperluas

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pandeglang, – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian delapan orang yang hingga kini belum ditemukan setelah speedboat yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari keempat (H.4), Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten memperluas wilayah pencarian menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus. Total area yang disisir […]

  • Kenapa Kepri Tetap Ngotot Soal Labuh Jangkar

    Kenapa Kepri Tetap Ngotot Soal Labuh Jangkar

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Suyono Saeran
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Ada ironi yang terus berulang di Kepulauan Riau. Provinsi yang sekitar 96 persen wilayahnya berupa laut, yang berada di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, dan yang lautnya menjadi ruang hidup sekaligus ruang ekonomi ini, justru masih harus berjuang panjang untuk mendapatkan manfaat fiskal yang lebih besar dari aktivitas kemaritiman di wilayahnya sendiri. Salah […]

  • Tim sepak bola Bintan merayakan kemenangan 1-0 atas Natuna di stadion Dompak

    Tim Sepak Bola Kabupaten Bintan Raih Kemenangan 1-0 Atas Natuna, Melaju ke Final Porprov Kepri VI

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tim sepak bola Kabupaten Bintan mengalahkan Natuna 1-0 di Stadion Gelora Sri Tri Buana, Dompak, Tanjungpinang pada Jumat 6 November 2026, memastikan tempat di final Porprov Kepri VI.

  • PM2.5 Pekanbaru Masih di Level Tidak Sehat, Warga Diminta Waspadai Kabut Asap

    PM2.5 Pekanbaru Masih di Level Tidak Sehat, Warga Diminta Waspadai Kabut Asap

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    – Kondisi udara di Kota Pekanbaru masih perlu diwaspadai. Hasil pemantauan pada Rabu (9/9/2026) pagi menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 berada pada angka 112,8 µg/m³, sehingga kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, menyampaikan angka tersebut berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB. “Berdasarkan pemantauan kualitas […]

  • Peletakan batu pertama Museum Bahasa Nasional di Pulau Penyengat

    Museum dan Monumen Bahasa Nasional Resmi Dibangun di Pulau Penyengat

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Pulau Penyengat kembali menorehkan babak penting dalam perjalanan sejarah bahasa Indonesia. Pemerintah resmi memulai pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di pulau bersejarah tersebut, Kamis (24/9/2026). Dimulainya pembangunan ditandai dengan penekanan sirene oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Prosesi tersebut turut disaksikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, […]

expand_less