Pakuwon City Batam Mulai Dibangun, Investasi Rp7,6 Triliun Diproyeksikan Buka 5.000 Lapangan Kerja
- account_circle Melly
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Suhendri menyaksikan peletakan batu pertama proyek kawasan terpadu Pakuwon City Batam di Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Kamis (29/10/2026).
BATAM,
– Pembangunan kawasan terpadu Pakuwon City Batam resmi dimulai di Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kamis (29/10/2026). Proyek yang direncanakan menelan investasi hingga Rp7,6 triliun dalam dua fase tersebut diproyeksikan membuka sedikitnya 5.000 lapangan kerja.
Dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dihadiri Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Suhendri, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, jajaran pemerintah daerah, serta pimpinan perusahaan pengembang.
Pakuwon City Batam dikembangkan di atas lahan sekitar 12,6 hektare dengan konsep kawasan terpadu yang menggabungkan pusat perbelanjaan, perhotelan, apartemen, dan fasilitas komersial.
Pada fase pertama, pengembang merencanakan pembangunan Pakuwon Mall Batam, hotel bintang lima The Westin, hotel bintang empat Courtyard by Marriott, apartemen servis, serta dua menara hunian dengan total lebih dari 800 unit.
Kehadiran berbagai fasilitas tersebut diharapkan memperkuat sektor perdagangan, pariwisata, jasa, dan properti sekaligus menciptakan permintaan baru terhadap tenaga kerja serta kegiatan usaha pendukung.
Komisaris Pakuwon City Batam, Eddy Hussy, mengatakan pembangunan kawasan tersebut merupakan bagian dari keyakinan perusahaan terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Batam dan posisi strategisnya di kawasan regional.
“Yang kita saksikan hari ini bukan sekadar dimulainya pembangunan sebuah proyek properti. Hari ini adalah awal dari sebuah visi yang mulai menjadi kenyataan,” ujar Eddy dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan kawasan tidak hanya akan dinilai dari keberadaan bangunan maupun fasilitas komersial, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Salah satu harapan yang disampaikan pengembang ialah terciptanya peluang kerja bagi ribuan tenaga kerja ketika kegiatan pembangunan dan operasional kawasan berlangsung.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad turut menyambut dimulainya investasi tersebut. Ia menilai kehadiran pengembang berskala nasional menjadi salah satu indikator kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi Batam.
“Pilihan Bapak masuk ke Batam dalam fase sekarang adalah pilihan yang tepat. Saat ini, pemerintah memberikan berbagai insentif dan kemudahan untuk Batam,” kata Amsakar.
Ia berharap pembangunan Pakuwon City dapat mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta menggerakkan usaha pendukung di sekitar kawasan.
Sementara itu, kehadiran Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif bagi pelaksanaan investasi.
Polda Kepri menilai stabilitas keamanan dan kepastian hukum memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan usaha, termasuk proyek pembangunan kawasan komersial berskala besar.
Dukungan tersebut juga sejalan dengan program prioritas Kapolri melalui Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran, yang mendorong kolaborasi kepolisian dengan pemerintah dan dunia usaha untuk mendukung penyerapan tenaga kerja.
Melalui sinergi tersebut, kepolisian berharap pertumbuhan investasi dapat berlangsung dalam situasi yang aman sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat setempat.
Berdasarkan rencana pengembangan yang diumumkan, Pakuwon Mall Batam ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029, sedangkan fasilitas hotel dijadwalkan menyusul pada 2030.
Meski demikian, nilai investasi Rp7,6 triliun dan proyeksi 5.000 lapangan kerja masih merupakan rencana yang realisasinya bergantung pada tahapan pembangunan, kebutuhan operasional, serta perkembangan kegiatan usaha.
Dengan dimulainya proyek tersebut, Batam berpeluang memperluas aktivitas ekonomi di luar sektor manufaktur, khususnya perdagangan, perhotelan, pariwisata, dan jasa.
- Penulis: Melly

Jadikan





Saat ini belum ada komentar