Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Hukum & Kriminal » Selat Malaka Jadi Jalur Rawan, Polda Kepri–PDRM Perkuat “Benteng” Maritim Lawan TPPO dan Narkoba

Selat Malaka Jadi Jalur Rawan, Polda Kepri–PDRM Perkuat “Benteng” Maritim Lawan TPPO dan Narkoba

  • account_circle Ambok Akok
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, – Perairan bukan sekadar jalur pelayaran dan penghubung antarnegara. Di balik aktivitas kapal yang hilir-mudik di Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan, terdapat ancaman kejahatan lintas negara yang terus mencari celah.

Mulai dari penyelundupan manusia, perdagangan orang hingga peredaran narkotika, jaringan kejahatan memanfaatkan luasnya wilayah perairan dan batas yurisdiksi antarnegara.

Ancaman inilah yang menjadi perhatian Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) Kontingen Johor dan Melaka dalam Rapat Bilateral Keamanan Perbatasan yang digelar di Johor Bahru, Malaysia, 7–8 September 2026.

Pertemuan tersebut diikuti Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., bersama Dirreskrimum, Dirresnarkoba dan Dirpolairud Polda Kepri.

Dalam forum bilateral itu, Polda Kepri mengungkap berbagai modus yang digunakan jaringan kejahatan untuk memanfaatkan jalur laut.

Kapal-kapal kecil digunakan untuk menghindari pengawasan. Metode ship-to-ship dimanfaatkan untuk memindahkan barang di tengah laut. Bahkan, pengambilan narkotika dapat dilakukan berdasarkan koordinat tertentu yang telah ditentukan jaringan.

Modus tersebut semakin sulit dilacak karena didukung teknologi. Identitas palsu, komunikasi terenkripsi, dompet digital hingga aset kripto digunakan untuk menyamarkan aktivitas jaringan.

Artinya, pengamanan perbatasan laut tidak lagi cukup hanya mengandalkan patroli kapal. Informasi, intelijen, teknologi pelacakan kapal dan kecepatan komunikasi antarpenegak hukum menjadi bagian penting dalam menghadapi kejahatan maritim modern.

Ancaman tersebut tercermin dari data perkara narkotika yang disampaikan Polda Kepri.

Pada 2024 tercatat 432 perkara, kemudian meningkat menjadi 595 perkara pada 2025. Hingga Agustus 2026, sebanyak 440 perkara telah ditangani.

Sejumlah pengungkapan bahkan melibatkan barang bukti dalam jumlah besar, antara lain sekitar 1,3 ton ketamin, 2,6 ton liquid methamphetamine dan 800 kilogram ketamin.

Bagi Kepri yang berada di jalur strategis perbatasan laut, angka tersebut menjadi sinyal bahwa kawasan perairan harus mendapat perhatian serius.

Indonesia dan Malaysia kemudian menyepakati 12 langkah strategis untuk memperkuat pengamanan perbatasan.

Salah satunya adalah membangun saluran komunikasi langsung 24 jam, termasuk menetapkan liaison officer (LO) dan point of contact (PIC) di masing-masing pihak.

Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) Kontingen Johor dan Melaka saat berdiskusi dengan petugas pengaduan di meja pelayanan.

Pertukaran informasi dan intelijen juga diperkuat. Analisis pergerakan kapal melalui Automatic Identification System (AIS) akan dioptimalkan untuk membantu mendeteksi aktivitas yang mencurigakan di laut.

Tak berhenti pada pertukaran data, kedua negara juga sepakat meningkatkan patroli laut bersama, penyelidikan keuangan dan penyitaan aset jaringan kejahatan.

Untuk mengejar pelaku yang melarikan diri melintasi batas negara, mekanisme deportasi, ekstradisi dan Mutual Legal Assistance (MLA) turut menjadi bagian kerja sama.

Pertemuan virtual akan dilakukan setiap bulan, sementara pertemuan tatap muka dijadwalkan setiap tiga bulan untuk mengevaluasi perkembangan kerja sama.

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo menegaskan bahwa kejahatan lintas negara tidak mengenal batas administratif.

“Kejahatan lintas negara membutuhkan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, komunikasi, pertukaran informasi, serta koordinasi operasional harus terus diperkuat agar penanganan TPPO, penyelundupan manusia, dan peredaran gelap narkotika dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan efektif.”

Kerja sama Indonesia–Malaysia ini menunjukkan bahwa keamanan maritim tidak bisa dibangun oleh satu negara saja. Selat Malaka dan kawasan perbatasan membutuhkan sistem pengawasan yang saling terhubung, mulai dari patroli, intelijen, teknologi hingga penegakan hukum.

Bagi Kepulauan Riau, yang wilayahnya didominasi perairan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, penguatan kerja sama tersebut menjadi semakin penting.

Sebab, ketika jalur laut menjadi pintu masuk perdagangan dan mobilitas manusia, jalur yang sama juga berpotensi dimanfaatkan jaringan kejahatan.

Menjaga laut berarti menjaga perbatasan, melindungi masyarakat sekaligus memastikan jalur maritim tetap aman dari kejahatan lintas negara.

Penulis

Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama sejak 2018 dan Juara III Lomba Menulis Kemaritiman yang ditaja UPN Veteran Yogyakarta dan Dubes Konsulat Amerika Serikat di Medan pada tahun 2021.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi SAR Hari Keempat, Pencarian 5 Jurnalis Speedboat Hilang Kontak Diperluas

    Operasi SAR Hari Keempat, Pencarian 5 Jurnalis Speedboat Hilang Kontak Diperluas

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pandeglang, – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian delapan orang yang hingga kini belum ditemukan setelah speedboat yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari keempat (H.4), Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten memperluas wilayah pencarian menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus. Total area yang disisir […]

  • Kuota Ekspor Pisang dan Nanas Indonesia ke Jepang Naik, Eksportir Diminta Cermati Aturan Baru

    Kuota Ekspor Pisang dan Nanas Indonesia ke Jepang Naik, Eksportir Diminta Cermati Aturan Baru

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta, – Peluang ekspor komoditas hortikultura Indonesia ke Jepang semakin terbuka. Pemerintah menaikkan kuota ekspor pisang dan nanas melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 21 Tahun 2026. Dalam aturan terbaru tersebut, kuota ekspor pisang ke Jepang meningkat dari sebelumnya 1.000 ton menjadi 4.000 ton per tahun. Sementara kuota nanas bertambah dari 300 ton menjadi 800 […]

  • Ketika Langkah Aji Terhenti, Persahabatan Terus Berjalan

    Ketika Langkah Aji Terhenti, Persahabatan Terus Berjalan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Dulu, Aji terbiasa datang membawa cerita. Sebagai wartawan Tribun Batam, hari-harinya diisi dengan mencari fakta, menemui banyak orang, dan menuliskan berbagai peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Kini keadaannya berbalik. Bukan lagi Aji yang mendatangi cerita. Justru cerita tentang dirinya yang membuat sejumlah sahabat lama datang mencarinya. Sudah hampir delapan tahun tubuh Trisno Aji Putra tak […]

  • Basarnas Lampung Turunkan Dua RIB Bantu Pencarian Speed Boat Hilang di Selat Sunda

    Basarnas Lampung Turunkan Dua RIB Bantu Pencarian Speed Boat Hilang di Selat Sunda

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    — Upaya menemukan delapan orang yang hilang kontak bersama sebuah speed boat di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, mendapat dukungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung. Dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dikerahkan untuk memperkuat pencarian pada hari kedua operasi. Kedua armada tersebut diterjunkan setelah Basarnas Lampung menerima Rencana Operasi SAR (Renops) H.2 dari […]

  • Sentuhan Hati KJK Buat Sahabat

    Sentuhan Hati KJK Buat Sahabat

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Suyono Saeran
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Gang di samping SPBU Batu Hitam Kota Tanjungpinang itu terasa lengang. Jam menunjukkan 13.30 WIB. Matahari masih terasa menyengat di atas kepala. Kami berlima (Saya, Ady Indra Pawennari, Bang Ridarman Bay, Amril dan Ambok Akok) dengan jalan kaki menyusuri gang itu untuk menemui salah seorang sahabat yang begitu lama tidak pernah jumpa. Dulu dia seorang […]

  • Akankah Cristiano Ronaldo Tampil Malam Ini di Laga Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League? 12.39 Play Button

    Akankah Cristiano Ronaldo Tampil Malam Ini di Laga Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League?

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Al-Nassr masih berambisi memperkuat posisi mereka di papan atas Saudi Pro League 2024-25 di tengah ketatnya persaingan memperebutkan gelar juara. Di bawah komando pelatih Stefano Pioli, performa lini serang tim berjuluk Knights Najd ini terbilang tajam, meski mereka sempat tertinggal dari rival berat seperti Al-Hilal dan Al-Ittihad akibat awal musim yang kurang mulus. Strategi Rotasi […]

expand_less