Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Kepulauan Riau » Tanjungpinang » Aspidsus Kejati Kepri Ismail Fahmi Bicara Benteng Antikorupsi di Pemprov Kepri

Aspidsus Kejati Kepri Ismail Fahmi Bicara Benteng Antikorupsi di Pemprov Kepri

  • account_circle Basok Ridwan
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tanjungpinang, – Pencegahan korupsi tidak boleh menunggu persoalan berubah menjadi perkara. Celah penyimpangan harus ditutup sejak awal, melalui pengawasan yang kuat, pengendalian yang berjalan dan keberanian memperbaiki setiap kelemahan dalam tata kelola pemerintahan.

Pesan itu mengemuka dalam Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 yang di buka oleh Sekretaris Daerah Kepri, Misni di TCC Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Diah Yuliastuti sebagai keynote speaker. Sementara Aspidsus Kejati Kepri Ismail Fahmi, Auditor Ahli Madya Perwakilan BPKP Kepri Mindarto Totok Oktaruna dan unsur Inspektorat Daerah Kepri tampil sebagai narasumber dan para OPD di lingkungan Pemprov Kepri.

Ismail Fahmi berbicara pada sosialisasi pencegahan korupsi Kepri

Sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi di TCC Hotel Aston Tanjungpinang (22/09/2026).

Mengusung tema “Penguatan Sinergitas APIP dan APH dalam Mendorong Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang Transparan, Akuntabel, dan Bebas Korupsi”, forum ini menempatkan pencegahan sebagai garis depan pemberantasan korupsi.

Dalam paparannya, Diah Yuliastuti menekankan bahwa penguatan tata kelola tidak dapat dilepaskan dari sinergi antara Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH).

Menurut Diah, pengawasan dan penegakan hukum harus berjalan pada koridor masing-masing. APIP memiliki ruang strategis untuk mengidentifikasi risiko dan mendorong perbaikan, sementara APH menjalankan fungsi penegakan hukum ketika ditemukan persoalan yang masuk dalam kewenangannya.

Pendekatan tersebut penting agar upaya pemberantasan korupsi tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun sistem pemerintahan yang mampu mencegah penyimpangan sejak awal.

Sementara itu, Aspidsus Kejati Kepri Ismail Fahmi memberikan perspektif dari sisi penegakan hukum. Ia menekankan pentingnya pengendalian yang mampu membaca risiko sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Bagi Ismail, pengawasan bukan sekadar aktivitas pemeriksaan setelah kegiatan selesai. Pengawasan harus menjadi bagian dari proses kerja pemerintahan—mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban.

“Pencegahan itu dimulai dari bagaimana kita mengenali risiko, memperkuat pengendalian, dan memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan. Jangan sampai kelemahan yang sebenarnya bisa diperbaiki sejak awal justru berkembang menjadi persoalan hukum,” demikian substansi pesan yang disampaikan Ismail dalam forum tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara APIP dan APH. Dengan koordinasi yang baik, persoalan dapat ditempatkan secara proporsional sesuai karakteristik dan kewenangan masing-masing.

Sejalan dengan pesan Kejati, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni menegaskan pengendalian tidak boleh hanya dibebankan kepada Inspektorat.

“Jangan sampai pengendalian hanya dianggap sebagai tugas Inspektorat. Pengendalian pertama berada di masing-masing perangkat daerah,” tegas Misni.

Menurutnya, setiap kepala perangkat daerah harus memahami risiko dalam pelaksanaan tugas. Pengendalian harus melekat sejak perencanaan, penganggaran, penatausahaan hingga pertanggungjawaban.

Ia menilai pengawasan tidak semata-mata untuk mencari kesalahan, tetapi menjadi instrumen mencegah kesalahan, memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas kinerja pemerintah daerah.

Pemprov Kepri selanjutnya mendorong penguatan integritas aparatur, sistem pengendalian internal, koordinasi dengan APH dan BPKP, percepatan tindak lanjut hasil pemeriksaan serta transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.

Misni berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Kenali risikonya, perkuat pengendaliannya, laporkan apabila terdapat indikasi permasalahan, dan tindak lanjuti rekomendasi,” pesannya.

Pesan yang dibangun dalam forum itu bermuara pada satu hal yaitu pencegahan harus bekerja sebelum penindakan diperlukan. Ketika risiko dikenali, pengendalian diperkuat dan koordinasi berjalan, ruang terjadinya penyimpangan dapat dipersempit sejak awal.

Penulis

Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stand Bintan terpilih Stand Terbaik di Dekrafest Kepri 2026

    Batik Laut dan Otak-Otak Bawa Bintan Bersinar di Dekrafest Kepri 2026

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Bintan, — Kreativitas Bintan kembali menemukan panggungnya. Dari motif biota laut hingga sajian kuliner Melayu, kekayaan budaya dan identitas daerah itu tampil dalam Dekrafest Kepri 2026 bertema “Kriya Karya Kepri”. Bukan sekadar hadir sebagai peserta, Dekranasda Kabupaten Bintan berhasil meraih penghargaan sebagai Stand Terbaik Kabupaten/Kota se-Kepulauan Riau dalam ajang tersebut. Stand Bintan menyuguhkan beragam produk […]

  • Penyerahan berkas kasus penganiayaan ARD ke kejaksaan oleh Polsek Tanjungpinang

    Berkas Kasus Penganiayaan Masuk ke Kejari Tanjungpinang, Tersangka ARD Belum Ditahan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, — Penanganan perkara dugaan pengancaman dan penganiayaan yang dilaporkan MC memasuki babak baru. Penyidik Polsek Tanjungpinang Timur telah menetapkan ARD sebagai tersangka sejak 1 Juli 2026. Namun, hingga kini tersangka belum ditahan. Berdasarkan SP2HP yang diterima pelapor, perkara tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana pengancaman dan atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449 dan […]

  • Langkah Tegas Pemerintah: Dari Penanganan Darurat Hingga Mitigasi Bencana Jangka Panjang

    Langkah Tegas Pemerintah: Dari Penanganan Darurat Hingga Mitigasi Bencana Jangka Panjang

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    – Dilansir dari Setkab.go.id, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka pada Senin, 7 September 2026, untuk mengevaluasi percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Indonesia. Pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memastikan kebutuhan esensial masyarakat seperti aliran listrik, jaringan komunikasi, ketersediaan air bersih, […]

  • Prabowo Perintahkan TNI AL Cari 8 Orang Hilang Saat Liputan Anak Krakatau

    Prabowo Perintahkan TNI AL Cari 8 Orang Hilang Saat Liputan Anak Krakatau

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta, BacaDulu id – Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan TNI Angkatan Laut (TNI AL) melakukan operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau. Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Laporan hilang kontak diterima pada Senin malam, dan Presiden Prabowo disebut langsung meminta […]

  • Revolusi Bansos Digital: Pemerintah Tutup Celah Judi Online Lewat Skema Non-Tunai dan AI

    Revolusi Bansos Digital: Pemerintah Tutup Celah Judi Online Lewat Skema Non-Tunai dan AI

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta, — Pemerintah Indonesia bersiap mengambil langkah tegas untuk membersihkan karut-marut penyaluran bantuan sosial (bansos). Di bawah komando Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, negara akan sepenuhnya meninggalkan era transfer tunai (cash transfer) demi menutup rapat-rapat peluang penyalahgunaan anggaran—termasuk untuk praktik judi online yang kian meresahkan. Luhut memaparkan, sistem perlindungan sosial (Perlinsos) digital […]

  • Terminal Batu Ampar capai 1,376,034 ton general cargo, 102% target

    Kinerja Pelabuhan Batam Menguat, General Cargo Batu Ampar Lampaui Target 102 Persen

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, – Aktivitas kepelabuhanan Batam menunjukkan tren pertumbuhan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Arus peti kemas, bongkar muat barang, hingga mobilitas penumpang sama-sama mencatat kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan mencatat penerimaan sektor kepelabuhanan mencapai Rp303,14 miliar hingga akhir Agustus 2026. Pada periode […]

expand_less